November 2, 2010

Diplomasi Tanaman

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:41 pm

Bermula ketika pertama kali datang ke Universitas Indonesia (UI) memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa dari bebagai perguruan tinggi di Jakarta serta diikuti pula para mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya dengan bantuan Global Development Learning Network (GDLN) yang berlangsung Jum’at (29/10). Kemudian rupanya kegiatan berlanjut. Hari ini (02/11) rencananya Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) Untuk Indonesia Scot Marciel akan ke Sukamandi Subang melihat tanaman baobab (ki Tambleg), seperti yang dilihatnya di Kampus Depok.

Dubes AS Scot Marciel Jumat pagi (29/10) memberikan kuliah umum dihadapan 400 mahasiswa yang memadati gedung Balai Sidang kampus Depok. Usai acara, rektro UI Prof.Dr.derSoz Gumilar Rusliwa Somantri mengajak Dubes AS jalan kaki dari gedung Balai Sidang menuju gedung Pusat Administrasi Universitas. Sambil jalan, Rektor UI menjelaskan tentang bangunan perpustakaan yang dalam tahap penyelesaian.Kemudian Rektor UI juga menjelaskan tentang 5 pohon Baobab (ki tambleg) tanaman langka berumur ratusan tahun yang menjadi penghuni baru di kampus Depok.

Rupanya Sang Dubes tertarik dengan tanaman langka tersebut dan berkeinginan untuk melihat tanaman tersebut dalam bentuk aslinya sebelum dipangkas batang dan daunnya di tempat asal tumbuhnya. Dan kebetulan pula di Sukamandi Subang, masih ada satu pohon Baobab yang umurnya paling tua serta pohonnya juga paling besar dibandingkan dengan pohon yang sudah “bermukim” ke kampus Depok.

Rektor UI sejak jaman mahasiswa sudah senang akan tanam-tanaman, karena latar belakangnya dari daerah dan berasal dari keluarga petani. Pada waktu tinggal di Asrama Daksinapati Rawamangun, di jendela kamarnya banyak pot berisi tanaman. Ada satu pohon jeruk ‘bonsai’ yang ditanam dari biji yang disemai sendiri.

Ketika tanaman baobab dipindah ke kampus Depok, banyak yang bependapat tidak akan bisa tumbuh, selain karena usianya yang sudah ratusan tahun, juga habitatnya berbeda. Karena itulah maka, pada waktu tanaman itu dipindah ke kampus Depok,tidak berani untuk mempublikasikannya ke media. Ketika 4 pohon ki tambleg sudah mulai tumbuh pucuk daun, barulah berani untuk mempublikasikannya. Salah seorang yang ‘terjerat’ publikasi tanaman ini adalah Dubes AS.

Pemindahan tanaman langka ini ke kampus, sama sekali tidak membebani UI karena semua biaya ditanggung para alumni dan sponsor yang punya kepedulian terhadap tanaman langka. Manfaat tanaman ini, biji buahnya ini banyak mengandung vitamin C, dan Program Studi Herbal Departemen Farmasi FMIPA UI akan meneliti lebih lanjut manfaat lainnya dari tanaman ini.