November 1, 2010

Kopassus KOk PASS dan bagUS

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:12 am

Media online kompas 31 Oktober 2010 memberitakan tentang seorang sersan kopassus memaksa mengevakuasi seorang nenek dari dusun Palemsari dengan menggendongnya, walaupun sang nenek meronta dan menggigitnya. Material gunung seperti pasir panas meluncur dengan cepat dan terus membuntuti anggota kopassus yang melakukan evakuasi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana petugas secara cerdas menyelematkan nyawa manusia sambil juga memperhitungkan keselamatan dirinya sendiri.

Terkadang demi dedikasi terhadap pekerjaan ataupun demi memperturutkan rasa kemanusiaan kita sampai lupa terhadap nyawa sendiri. Seolah-olah pekerjaan dan rasa kemanusiaan itu lebih berharga daripada nyawa. Padahal nyawa itulah harta paling berharga yang diberikan Illahi kepada manusia. Tetapi masyarakat kita tampaknya lebih mengagung-agungkan seseorang yang meninggal dalam melaksanakan tugasnya, apakah itu demi ketaatan terhadap perintah atasan atau demi rasa kemanusiaan, tetapi dengan mengabaikan pemberian yang paling berharga dari Yang Maha Kuasa.

Kita bisa saja berargumen dan saling membantah satu sama saling tentang masalah ini, tetapi mari kita kaji dan renungkan kembali peristiwa yang telah lalu untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan dan motif-motif apa yang melatarbelakanginya harus dipertanggungjawabkan pada pengadilan Yang Maha Adil, yang tidak bisa dibohongi dan tidak bisa disuap, apalagi digugat.