October 30, 2010

Taat Syariat Manfaat Dapat Pahala Berlipat

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:05 am

Sampailah kita kepada masalah, bagaimana bisa membantu para korban bencana alam tetapi dengan tidak harus secara fisik berada di lokasi bencana untuk menyatakan rasa simpati yang mendalam dan menghibur masyarakat di lokasi penampungan. Biarlah hal itu dilakukan para aparat yang berwenang atau pejabat negara, supaya bisa merasakan penderitaan rakyat kecil yang terkena bencana.

Pada waktu masih di sekolah Lanjutan atas, pernah membaca buku “Capita Selekta” berupa kumpulan tulisan almarhum M. Natsir, salah satu tokoh Partai Masyumi dan pernah menjadi perdana Menteri jaman Kabinet Parlementer tahun 1950 an. Salah satu tulisan yang menarik yaitu Perdebatan antara dia dengan Soekarno pada jaman pra kemerdekaan. Disitu dikupas tentang membersihkan diri setelah anggota badan terkana najis anjing (kena moncong anjing, bukan moncong putih banteng, lambang salah satu parpol). Soekarno mengatakan,bersihkan saja pakai sabun yang memang mengandung zat pembunuh bakteri, praktis dan higienis. Tetapi M. Natsir berpendapat lain, dibersihkan dengan air yang dicampur pasir/tanah diusap-usap kepada badan yang terkena najis anjing tadi sebanyak tujuh kali. Hal itu sesuai dengan yang dicontohkan Muhammad Rasulullah. Kalau setelah dibersihkan air bercampur tanah kemudian dibersihkan dengan memakai sabun, boleh-boleh saja. Tetapi yang jelas Sunnah Rasul telah diterapkan. Sampai saat ini kita tidak tahu, zat apa yang terkandung dalam campuran tanah/pasir dengan air untuk membersihkan najis anjing. Dan kita juga tidak tahu, seberapa bersih sebetulnya sabun dapat membersihkan najis anjing.

Korban bencana pastilah sangat membutuhkan makanan untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Asupan makanan harus seimbang dan mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Tidak sehat kalau hanya melulu makan mie, yang memang banyak disumbangkan dari berbagai pihak. Perlu juga daging khewan. Penulis berpikir, sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan Idul adha yang diahiri dengan pemotongan dan pembagian khewan qurban. Kenapa tidak menyumbangkan daging khewan qurban kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana, Tinggal dicari suatu teknologi sederhana supaya daging dapat tahan lebih lama, sehingga dapat disimpan dalam waktu tertentu tanpa mengalami pembusukan.

Dengan demikian, qurban dapat dilaksanakan sesuai perintah agama, dagingnya bermanfaat dan (Insya Allah) pahala berlipat.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment