August 25, 2010

ESQ Vs P4

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:19 am

Sampai seberapa jauh keberhasilan pelatihan ESQ bagi mahasiswa baru dan bagaimana cara mengukur keberhasilan itu serta adakah jaminan akan kesuksesan pola ESQ diterapkan pada mahasiswa baru UI. Itulah pokok-pokok yang penulis tanyakan kepada salah seorang petinggi ESQ yang ternyata tidak bisa dijawab dengan tegas oleh pihak ESQ.

Selama ini, pihak ESQ hanya menyebutkan jumlah peserta yang pernah mengikuti ESQ sudah mencapai 800 ribuan alumni yang tersebar di berbagai lembaga pemerintahan dan swasta serta diikuti juga para tokoh dan selebritis dari berbagai kalangan. Bahkan pelatihan ESQ ini juga dilakukan di berbagai Negara. Di Malaysia  ESQ membuka cabang tersendiri. Walaupun akhir-akhir ini pola dan isi pelatihan dipertanyakan oleh kalangan ulama di Malaysia, tetapi ternyata justru makin menambah penasaran orang untuk mengikutinya. Baru-baru ini pihak ESQ menyatakan lembaga kepolisan serta akademi kepolisan mewajibkan kepada jajaran dan para taruna untuk mengikuti pelatihan ESQ. Kita tahu, institusi ini akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat umum karena adanya kasus yang menarik perhatian masyarakat. ESQ juga telah merambah melatih para guru-guru sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia.

Walaupun Ary Ginanjar sebagai perintis pelatihan  ESQ telah mendapatkan gelar akademis Doktor Honoris Causa dari Universitas Pendidikan Negeri Yogyakarta, tetapi belum pernah terdengar kabar dari kalangan akademisi yang menelaah secara akademis tentang metode atau pola pelatihan ESQ. Berbeda dengan Pola Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), Universitas Gajah Mada mempunyai Pusat studi tentang Pancasila, juga salah satu universitas di Malang. Di UI sendiri ada seorang dosen yang meraih gelar doktor setelah melakukan penelitian tentang butir-butir yang ada dalam P4. Hasil telaahannya itu tertuang dalam disertasi yang berjudul “Lambang Dasar Komunikasi” karya  (alm) Prof.Dr.H.R.A.A. Djajusman Tanudikusumah, SISIP,MA.

Membandingkan pola ESQ dengan P4 bukan berarti pro terhadap satu pola dan kontra terhadap pola lainnya, tetapi sebagai insan akademis harus bersikap kritis dan obyektif dalam melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Sepengetahuan penulis, tahun 1980 an UI telah menjadi perintis dalam penerapan P4 bagi mahasiswa baru dan dalam beberapa hal telah terbukti keandalannya. Kalau saja pihak ESQ terbuka untuk ditelaah pola-pola pelatihannya oleh kalangan akademisi, barangkali akan menjadi sumbangan yang berharga bagi peradaban bangsa di masa depan.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment