August 24, 2010

ESQ Menandai Makna Suatu Peristiwa

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:14 pm

Pagi ini (24/08) mengikuti pembukaan pelatihan ESQ bagi mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) di hall D Arena Pekan Raya Kemayoran Jakarta. Kegiatan yang diikuti 8140 mahasiswa baru UI program S1  ini masuk dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai  peserta yang paling banyak  dalam mengikuti kegiatan  ESQ dalam satu angkatan.

Namun dalam tulisan ini bukan rekor itu yang akan menjadi pokok perbincangan. Ternyata menghadiri peristiwa tersebut mempunyai makna yang mendalam secara pribadi, karena ternyata mengingatkan akan  beberapa peristiwa sebelumnya yang penulis ketahui, seperti yang akan dipaparkan di bawah ini.

Saat menuju ke tempat pelatihan dengan naik KRL dan turut di stasiun Juanda, di dekat stasiun terlihat ada bangunan terbengkalai yang belum selesai. Melihat bangungan yang belum selesai itu, teringat kembali kepada seorang teman petinggi di PT KAI yang dipenjara karena tersangkut satu kasus di institusi tersebut. Pertemuan terakhir dengannya terjadi 1 Maret 2009 di lapangan golf emerald Cimanggis, saat alumni FEUI mengadakan kegiatan turnamen golf untuk mencari dana. Dia bercerita bagaimana dari rumahnya (di Bandung) setiap hari  ke tempat kerjanya di Jakarta, hanya ditempuh dalam waktu satu jam via tol cipularang. Beberapa waktu kemudian terdengar kabar, dia terlibat kasus yang menyebabkan dia harus masuk penjara. Mendengar kabar itu rasanya tida percaya.  Awal tahun 1980 an, sama-sama mengikuti kegiatan LMD di Mesjid Salman ITB Bandung.

Sampai di halaman parkir hall D Arena Pekan Raya, tidak dinyana bertemu dengan sepasang suami istri yang juga dulu ikut LMD mesjid Salman ITB Bandung. Ternyata keduanya adalah alumni dan jajaran teras pengurus ESQ. Dikeluarkanlah keluh kesah, betapa tahun lalu ketika meliput kegiatan ESQ mahasiswa baru di Balairung Kampus Baru Depok mendapat hambatan dari pengurus ESQ. Akhirnya mereka berjanji untuk dapat mempertemukan dengan salah seorang petinggi ESQ. Saat bertemu dengan petinggi ESQ tersebut, ternyata dia merekomendasikan untuk bisa langsung berbicara dengan orang nomor satu di ESQ. Dan dengan mudahnya dapat bertemu dengan Ary Ginanjar, serta dengan Ketua Dewan Pembina ESQ Ir. Azwar Anas.

Dalam kata sambutannya pada acara pelatihan tersebut, Ary Ginanjar menyatakan dalam hidup ini tidak ada yang serba kebetulan, kehadiran orang-orang pada acara pelatihan ESQ pun bukan kebetulan belaka, tetapi memang sudah direncanakan dan memang hanya orang-orang ‘pilihan’ saja yang bisa hadir dalam acara itu.

Pada acara itu ternyata ‘secara kebetulan’ bisa bertemu secara pribadi dengan Ibunda Ary Ginanjar (Ibu Rochim). Suatu pertemuan yang tidak terduga karena pertemuan terakhir dengan Ibu Rochim terjadi 15 tahun lalu. Saat itu Ibu Rochim menjadi pembawa acara akad pernikahan penulis di Mesjid Asysyifa Kompleks Departemen Kesehatan Sunter Jakarta Utara.