July 1, 2010

Merinding , Pelepasan Peserta K2N UI 2010

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:01 am

Tidak seperti biasanya, pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia tahun 2010 (K2N UI) hari Selasa siang (29/06) berlangsung tidak seperti biasanya. Dilepas Pelaksana Harian Rektor UI Dr.Ir. M. Anis, M.Met dan jajaran pimpinan UI serta dosen pembimbing dan mahasiswa pendamping serta Asisten Teritorial Mabes TNI Mayjen Suprapto beserta jajarannya, dengan didahului Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Genderang Universitas Indonesia. Kemudian diakhiri dengan memperkenalkan peserta K2N dan program-progam yang akan dilaksanakan serta salaman dan berpelukan dengan semua hadirin yang ada di ruang Balai Sidang UI Kampus Depok. Suatu ritual layaknya seseorang yang akan pergi jauh dan tidak tahu akan kembali lagi atau tidak.

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian Rektor pun tadinya sangsi apakah memang benar K2N akan jadi dilaksanakan di 11 titik pulau terdepan dari Wilayah NKRI ini. Karena lokasi yang dijadikan tempat K2N merupakan daerah yang sukar untuk didatangi. Tetapi anehnya, peserta yang berminat mencapai 297 orang. Setelah melalui berbagai seleksi  jumlahnya 117 mahasiswa dari berbagai fakultas itu terdiri 80 wanita dan 37 pria akan didampingi dosen pembimbing dan pendamping akan tinggal selama sebulan penuh selama Bulan Juli. Lokasi tempat K2N yaitu titik Nol Kota Sabang, Pulau Subi Kecil (Kab. Natuna), Entikong (Kab. Sanggau), Tanjung Dato (Kab. Sambas), Pulau Sebatik (Kab. Nunukan), Pulau Morotai (Kab. Morotai), Pualau Selaru (Kab. Maluku Tenggara Barat), Pulau Lirang (Kab. Maluku Barat Daya), Pulau Rote (Kab. Rote Ndao) dan Meos Befondi (Kab. Supiori). Masing-masing peserta sudah mempersiapkan program kerja yang akan dilakukan di lokasi K2N sesuai dengan keadaan dan kondisi geografisnya. Boleh dikatakan, kegiatan K2N UI kali ini menjadi rekor tersendiri dalam hal penyebaran lokasi di wilayah Nusantara, jauhnya dari Kampus UI.Tetapi yang cukup membanggakan, kegiatan ini didukung penuh pihak TNI. Panglima TNI sendiri yang langsung memberikan perintah untuk membantu kegiatan K2N UI ini. Bantuan ini telah dibuktikan dengan kegiatan K2N UI tahun lalu di Pulau Miangas wilayah Sulawesi Utara yang berbatasan dengan territorial Negara Philipina.

Seperti dikatakan Mayjen Suprapto, usaha yang dilakukan UI dengan kegiatan K2N UI suatu terobosan yang luar biasa. Sebab Berbagai kementrian dalam kabinet hingga saat ini masih terus membicarakan bagaimana perencanaan dan strategi memberdayakan daerah-daerah tersebut. Tetapi UI sudah langsung terjun ke lokasi memberdayakan masyarakat setempat. Menurut Suprapto, ada juga perguruan tinggi dari daerah yang ingin melakukan kegiatan seperti yang dilakukan UI dan meminta bantuan kepada pihak TNI. Namun rupanya TNI melihat embel-embel Indonesia pada perguruan tinggi UI menjadi simbol keindonesiaan dan dapat mewakili perguruan tinggi lainnya. Karena itu tidak ragu lagi TNI membantu sepenuhnya kegiatan K2N UI di titik terdepan wilayah NKRI.  Menurut Suprapto pula, di berbagai daerah di pelosok tanah air, kegiatan K2N UI ini menjadi pembicaraan para pejabat pemerintah daerah. Para pejabat daerah menganggapnya para mahasiswa UI itu adalah utusan dari pemerintah pusat yang akan melihat-lihat keadaan di daerah. 

Ada dua kemungkinan sikap dari pihak pemerintah daerah, yaitu para mahasiswa itu akan dianggap sebagai ‘mata-mata’ pemerintah pusat dan oleh karena itu harus berhati-hati. Atau bisa juga dianggap sebagai tempat curhat menceritakan permasalahan di daerah, dengan harapan akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Sebetulnya ada sebab lain kenapa TNI ingin membantu sepenuhnya kegiatan K2N UI ini. Tahun lalu ada satu peristiwa yang terjadi di wilayah Maluku. Seorang dokter muda lulusan UI yang sedang menjalankan tugas di Puskesmas, mati tertembak peluru nyasar dari senjata seorang perwira TNI. Peristiwa ini tidak banyak orang yang tahu bahkan  pers umum sekalipun. Pada saat penguburan almarhumah dokter tersebut, dihadiri petinggi TNI dan Pejabat Pemda Maluku.

Jadi apa yang bisa ditarik dari kegiatan K2N UI yang tersebar di 11 titik terdepan wilayah NKRI ini? Sebetulnya agak berlebihan kalau dikatakan turut menjaga keutuhan wilayah NKRI dan memupuk rasa cinta tanah air. Paling tidak memberikan inspirasi kepada berbagai pihak untuk selalu memperhatikan warga masyarakat Indonesia nun jauh di wilayah terpencil serta menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Pengalaman tahun lalu K2N di Pulau Miangas, kabar terakhir yang di dapat baru-baru ini, para siswa yang mendapat pelajaran dari para mahasiswa, sekarang lebih bersemangat untuk belajar. Hal ini sama persis seperti yang terjadi tahun 1950-an, saat almarhum Prof.Dr. Kusnadi Hardjasoemantri, SH dan kawan-kawan  sewaktu menjadi mahasiswa. Mereka dikirim ke wilayah NTT untuk mengajar para putra NTT. Sekian puluh  tahun kemudian, seorang siswa NTT yang diajarai para mahasiswa tersebut menjadi seorang Gubernur Bank Indonesia (1988-1993). Pria kelahiran Rote 10 April  1936 itu satu almamater dengan Prof.Dr. Kusnadi Hardjasoemantri, SH  yaitu Adrianus Mooy.

 

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment