June 25, 2010

Sedekat Apakah UI dengan Presiden SBY?

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:34 pm

Pertemuan secara formal di lingkungan kampus UI antara SBY dengan Rektor UI terjadi pada Agustus 2007. Saat itu di UI dilangsungkan pameran ilmiah dan SBY secara resmi membuka pameran tersebut. Walaupun belum resmi dilantik, tetapi Prof. Gumilar oleh Rektor terdahulu Prof. Usman telah digadang-gadang, diikutsertakan dalam kegiatan  ilmiah resmi berskala nasional. Pertemuan berikutnya di lingkungan kampus UI adalah pada saat SBY membuka seminar di Fakultas Kedokteran Kampus Salemba bulan Mei lalu. Di luar itu, mungkin sudah kerapkali bertemu. Misalnya saja setelah dilantik menjadi Rektor UI 14 Agustus 2007, tanggal 17 Agustusnya menghadiri upacara hari Kemerdekaan di Istana Negara.

Kemarin siang baru saja mendengar kabar (burung), Rektor UI akan ke Kanada  mengikuti Kunjungan Resmi SBY dalam pertemuan KTT G20 di Kanada 26-27 Juni. Semalam berita di salah satu stasiun televisi menyatakan, Presiden Obama dalam pertemuan tersebut akan bertemu dengan 5 kepala Negara Asia, salah satunya adalah SBY. Selian itu, SBY juga direncanakan akan bertemu dengan Presiden China Hu Jin Tao. Jika dikaitkan dengan tulisan sebelumnya yaitu ‘seberapa Dekatkah UI dengan Amerika Serikat?’ semakin jelas ada benang merah keikutsertaan Rektor UI dalam rombongan SBY mengikuti pertemuan G20. Sebetulnya kalau menyangkut urusan pendidikan, cukup dengan mengikutsertakan Menteri Pendidikan saja, tidak usah mengikutsertakan Rektor UI, karena akan menimbulkan tanda tanya kenapa rektor lain tidak diajak serta. Jadi pastilah ada agenda atau tujuan lain kenapa Rektor UI diikutkan dalam pertemuan G20. Setelah dari Kanada, Rombongan SBY akan melanjutkan kunjungan ke Turki dan Arab Saudi.

Seperti diketahui Indonesia merupakan salah satu Negara pemrakarsa berdirinya G20. Karena peranan itulah serta ketahanan dalam menghadapi krisis ekonomi global 2008 membuat Negara lain sangat menaruh  respek. Menurut Hermawan Kertajaya, anggota MWA UI kalau sedang melakukan perjalanan ke luar negeri, opini orang terhadap Indonesia sangat berubah dan berbeda sekali jika dibandingkan dengan lima tahun lalu. Opini yang positif ini merupakan salah satu peluang bagi Indonesia untuk terus mengembangkan diri. Dan salah satu untuk bisa dikembangkan adalah di bidang pendidikan. Tapi masalahnya kemudian perguruan tinggi mana yang dapat ditingkatkan kualitasnya dan dapat menjadi kebanggaan bangsa?

Bukan bermaksud untuk membangga-banggakan diri, tetapi ini ada cerita  dari Prof.Dr. Ir. M.Nuh ( Menkominfo waktu itu) saat meresmikan bantuan laboratorium peralatan teknologi telepon CDMA tercanggih sumbangan dari Huawei China kepada UI pada 27 Juni 2007.  Menurut Prof. M. Nuh, ITS Surabaya bersama dengan ITB Bandung melakukan kunjungan ke China untuk mencari bantuan peralatan teknologi yang dapat dimanfaatkan  perguruan tinggi di Indonesia. Singkat cerita China setuju memberikan hibah. Tetapi kemudian menjadi masalah akan diberikan ke ITB kah atau ke ITS. Berdasarkan pertimbangan yang yang cukup matang, akhirnya justru bantuan itu diberikan kepada UI, karena sifatnya  hibah Government  to Government. Dalam kaitan keikutsertaan UI dalam rombongan Indonesia pada G20, diduga kuat SBY mendapat masukan dari Mendiknas M. Nuh  dan memang secara kualitas UI menempati posisi teratas dibandingkan perguruan tinggi negeri lainnya. Kalau pun harus mengejar ketertinggalan supaya sejajar dengan perguruan tinggi di luar negeri, tinggal ‘dipoles’ sedikit, tidak banyak yang harus diperbaiki.

Apakah Rektor UI termasuk ikut juga dalam kunjungan ke Turki dan Arab Saudi, masih belum jelas. Tetapi yang jelas  Rektor UI pernah mengunjungi Turki beberapa tahun lalu dan juga menjadi ketua rombongan jamaah haji Indonesia tahun 2007 serta sempat beraudiensi dengan Raja Arab. Bangunan mesjid Arif Rahman Hakim di Kampus Salemba direhabilitasi atas bantuan dari Yayasan yang diketuai Raja Arab Saudi sebesar Rp 13 Milyar. Tanggal 2 Juni lalu, Dubes Arab Saudi di Indonesia sempat bertemu dengan Rektor UI di Kampus Depok. Sudah direncanakan sejak tahun  lalu UI  akan memberikan Doktor Honoris causa kepada Raja Arab Saudi. Salah seorang anggota MWA UI adalah Dr. Alwi Shihab, utusan khusus pemerintah RI untuk negara-negara Timur Tengah.

 UI yang sedang berjuang masuk dalam 200 perguruan tinggi ternama di tingkat internasional (saat ini masih nomor 201), bagaikan Negara Turki yang ingin masuk dalam kelompok Negara Uni Eropa. Visi , kiinerja dan pola pikir harus disesuaikan dengan pola pikir perguruan tinggi internasional. Kalau tidak begitu, kita tidak akan pernah bisa sejajar dengan perguruan tinggi ternama tingkat internasional. Keikutsertaan dalam pertemuan G20 di Kanada, Kunjungan ke Turki dan arab Saudi bisa dijadikan sarana untuk memperkenalkan lebih luas tentang UI di tingkat internasional serta mencari peluang menjalin kerjasama dengan negara-negara asing.