June 23, 2010

Seberapa Dekatkah UI dengan Amerika Serikat?

Filed under: Uncategorized — rani @ 12:38 pm

Duta Besar Amerika Serikat (AS) Cameron R. Hume, 9 Juni lalu berkunjung ke Kampus Depok untuk berpamitan kepada Rektor Universitas Indonesia (UI)  Prof.Dr. Gumilar R. Somantri, sehubungan masa tugasnya telah berakhir di Indonesia. Selintas informasi ini tampaknya tidak ada sesuatu hal yang menarik, karena kerapnya para Duta Besar  negara asing berkunjung ke Kampus UI. Namun dibalik itu sebetulnya ada latar belakang dan perisitiwa menarik yang terjadi sebelumnya untuk diperhatikan. Betapa pentingnya UI di mata negara asing, khususnya Amerika Serikat. Di bawah ini adalah informasi yang terkumpul setelah melakukan pelacakan  dari berbagai sumber.

Kalau tidak terlalu akrab atau ada hubungan khusus, seseorang tidak akan  berpamitan secara khusus pula. Dan Rupanya Dubes Cameron R. Hume mempunyai hubungan spesial dengan  Rektor UI. Akhir Mei Lalu Menteri Perdagangan AS Gary F. Locke berkunjung ke Indonesia dengan membawa para pengusaha AS, setelah sebelumnya mengunjungi China. Pada kesempatan itu Menteri Perdagangan disertai Dubes AS Cameron R. Hume memberikan ceramah tentang ‘energi bersih’ di hadapan para mahasiswa UI. Inilah untuk pertama kalinya seorang menteri AS memberikan ceramah di hadapan  para mahasiswa UI. Kemudian pada saat Indonesia mempersiapkan kunjungan Presiden Obama pada Juni 2010 (yang akhirnya tidak jadi), Selama dua minggi terus menerus, Rektor UI juga turut terlibat mengikuti pertemuan dengan pihak Kedubes AS, seperti yang diceritakan Ketua Lemhanas Prof.Dr. Muladi SH saat memberikan ceramah pada seminar Nasional Pramuka di Kampus Salemba. Beberapa tahun lalu sewaktu menjabat Dekan FISIP UI, saat meresmikan Perpustakaan Miriam Boediardjo, Pihak Kedubes AS juga menyumbang sejumlah buku dan disimpan di ruangan khusus ‘American Corner’, yang kemudian dijadikan model di beberapa perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia.

Tahun 2002 ketika marak isu tentang terorisme, Dubes AS (waktu itu) Ralph L. Boyce untuk pertama kalinya memberikan ceramah tentang Toleransi Islam di Amerika Serikat.  Dubes yang pernah bertugas di beberapa negara Timur Tengah ini sangat fasih berbahasa Arab, bahkan sebelum memulai ceramahnya menyapa dengan ‘Assalamualaikum’. (kebetulan waktu itu mendokumentasikan ceramah tersebut). Dari kegiatan ini beberapa dosen Agama Islam UI diundang secara khusus ke Amerika Serikat untuk melihat dan mengikuti kegiatan seminar di beberapa perguruan tinggi serta melihat kegiatan yang diselenggarakan komunitas Islam Amerika Serikat.  Acara ceramah di UI berjalan sukses, artinya tidak ada gejolak atau demo yang dilakukan para mahasiswa. Berbeda dengan yang terjadi di FISIP Universitas Pajajaran Bandung. Dubes AS didemo para mahasiswa dan mobilnya diketok-ketok demonstran.

Tetapi mungkin yang lebih spesial lagi yaitu saat Paul Wolfowitz menjadi Duta Besar AS  akhir Tahun 1980-an. Mempunyai seorang istri yang pernah belajar secara khusus tari Jawa dan untuk itu sempat tinggal cukup lama di Yogyakarta (sebelum menjadi istri Paul Wolfowitz). Inilah barangkali Dubes yang  (saat itu) paling populer diantara dubes negara asing lainnya di Indonesia. FISIP UI sewaktu kampus masih berkampus di Rawamangun, sempat mengundang Paul Wolfowitz untuk bicara dalam sebuah seminar. Tempat seminarnya di Aula 2, di atas ruang perpustakaan FISIP. (lagi-lagi saya sempat mendokumentasikan kegiatan tersebut). Dan yang paling surprise adalah saat UI mengadakan acara “Lintas Masa Kampus Rawamangun” Januari 1987, yaitu kegiatan pameran, pertunjukkan seni dan bazaar fakultas yang ada di Kampus Rawamangun sebagai acara perpisahan sebelum pindah ke kampus baru Depok. Pada acara itu bersama (alm) Prof. Dr.Fuad Hassan, (alm) Prof.Dr. Tobias Subekti, Dra. Tuti Indra Malaon, Dubes Paul Wolfowitz hadir ke atas panggung dan menjadi bulan-bulanan bahan ‘becandaan’ pembawa acara (alm) Kasino dan (alm) Indro Warkop DKI. Kebetulan hal ini dapat terdokumentasikan dalam REPLIKA (REkaman Peristiwa SeLIntas KAmpus).