May 31, 2010

Kisah Buah Pepaya

Filed under: Warna Warni — rani @ 3:50 pm

<

p class=”MsoNormal”>“Pada jaman dahulu kala….. ada seorang Raja, kesukaannya sama pepaya mentah. Apalagi pepaya matang……, sangat suka sekali……” Itu adalah penggalan cerita yang  didongengkan Bapak Mertua kepada  dalam suatu kesempatansedang berkumpul bersilaturahmi bersama anak/mantu dan para cucunya.

Kemarin malam (30/05), baru saja menikmati buah pepaya dari pohon pepaya yang tumbuh di depan rumah. Rasanya cukup manis, warna buahnya merah kekuning-kuningan, nikmat sekali rasanya. Inilah untuk pertama kalinya merasakan buah pepaya sejak ditanam tiga tahun lalu. Padahal pohonnya sempat ditebang karena mengganggu tanaman lain yang lebih kecil. Tetapi kemudian dari pangkal tempat ditebang, tumbuh lagi dua pucuk pepaya dan menjadi batang yang tumbuh besar hingga berbuah lebat. Tiga tahun lalu sehabis makan pepaya, bijinya ditebar di halaman depan rumah. Pepaya tersebut didapat sehabis mengadakan pertermuan di Megamendung Puncak.

Tiga tahun lalu bersama beberapa orang teman yang biasa suka kumpul-kumpul pergi ke satu villa punya seorang teman di kawasan Megamendung Puncak Bogor. Kita mengobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya membicarakan bagaimana menyiasati seleksi pemilihan calon Rektor UI tahun 2007. Diceritakan bagaimana melakukan trik-trik pendekatan kepada anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UI yang berjumlah duapuluh satu orang itu, yang akan memilih calon Rektor UI. Misalnya bagaimana mendekati dua anggota MWA UI juga tokoh NU yang disegani. Kemudian bagaimana pula mendekati Mendiknas untuk mendapatkan kepastian dukungannya, karena suara Mendiknas cukup signifikan besar sebagai wakil pemerintah dalam MWA UI. Lalu bagaimana pula trik-trik untuk mendapatkan suara perorangan dari anggota MWA UI. Kesemuanya mempunyai kiat-kiat khusus yang berbeda-beda. Setelah yakin bisa mendapatkan dukungan yang memadai, barulah mencalonkan diri dengan penuh keyakinan. Pulang dari Megamendung, selain mendapat cerita yang eksklusif juga mendapat buah tangan berupa singkong dan pepaya. Setelah beberapa waktu berselang usai pelantikan rektor, beberapa anggota MWA UI menduduki jabatan eksekutif di lingkungan fakultas dan pusat administrasi universitas.

Persoalannya kemudian, bagaimana nanti harus menceritakan kepada anak cucu tentang pengalaman di atas tadi? Mungkin akan diceritakan seperti ini. ”Pada jaman dahulu ketika UI berstatus BHMN, ada seorang raja ’kecil’ yang kemudian menjadi raja ’besar’. Nah, raja besar itu kemudian memberikan pepaya kepada pegawai ’kecil’ tapi berbadan besar……………”

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment