May 22, 2010

Ada Ancaman Teroris?

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:35 pm

Mungkin tidak semua orang menyadari, kalau kunjungan  SBY ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kemarin (21/05), dibayang-bayangi oleh adanya ancaman pembunuhan terhadap presiden dan para pembantunya, sehingga pengamanan terhadap kampus Salemba dijaga super ketat, namun tetap tidak menyolok mata karena khawatir akan menyebabkan kepanikan. Walaupun ada jaminan dari pihak UI mengenai keamanan di dalam kampus, tetapi rupanya pihak keamanan kepresidenan  tetap waspada dan tidak mau mengambil resiko. Berikut adalah Situasi dan pengalaman saat menghadiri acara tersebut.

 

Pada saat masuk ke halaman FKUI melalui pintu  keluar yang berdekatan dengan RSCM, pintu ditutup dan dijaga oleh satpam dan pihak keamanan tentara. Semua orang yang masuk dan keluar diawasi dan diperiksa dengan seksama. Untung saja sudah kenal dekat dengan satpam  FKUI, sehingga diperbolehkan masuk. Tapi pihak tentara menatap dengan tajam seperti menyelidik. Apalagi dengan membawa tas hitam yang menggelembung (isinya peralatan kamera video) serta tas tripod. Sampai di halaman dalam, saat menuju ke lapangan basket, berjejer lima buah panser, sementara di tengah lapangan basket berdiri satu buah tenda yang tertutup rapat. Ketika masuk ke lobi di lantai dasar, tempat dimana banyak gerai pameran dari berbagai instansi, dipenuhi oleh tentara dan juga paspamres yang berpakaian batik. Walaupun pergerakan orang di lobi tidak ada yang menghalangi, tetapi rasanya banyak pasang mata yang mengawasi. Ketika naik ke lantai dua pun di berbagai sudut terlihat petugas yang berpakaian batik. Sebelum masuk ke aula, semua tamu diperiksa barang bawaannya dan harus masuk ke pintu yang dipasangi alat deteksi.

 

Akhirnya dapat masuk juga ke ruangan aula dimana acara akan berlangsung. Waktu sudah menunjukkan lebih dari  08.00 WIB, tetapi masih banyak tempat duduk yang kosong. Seperenam kursi yang ada di belakang banyak diisi teman-teman wartawaan. Sehingga protokol kepresidenan turut mengatur para tamu untuk menempati kursi yang masih kelihatan kosong. Di bagian depan sisi sebelah kiri, sudah siap tigapuluhan orang mahasiswa anggota paduan suara FKUI.Di deretan kursi bagian depan banyak diisi para Guru Besar FKUI. Tampak hadir mantan Rektor Prof. Usman dan Prof. Tadjudin. Hadir juga Prof.Dr.dr. Farid Anfasa Moeloek yang rencananya akan membacakan pidato ilmiah, tetapi tidak jadi, hanya sedikit disinggung pada sambutan yang diberikan Menteri Kesehatan. karena SBY harus segera berangkat ke Kongres Partai Demokrat di Bandung. Di samping Prof. Moeloek tampak Dr. Nila Moeloek (yang mendapat sapaan khusus “Ibu Dubes..”pada saat SBY berpidato).

 

Waktu menunggu kedatangan SBY ke dalam ruangan, sempat mengobrol dengan salah seorang petinggi UI tentang keamanan yang ketat. Dia hanya menjawab hal itu sudah menjadi suatu prosedur (SOP) yang harus dilaksanakan jika presiden menghadiri suatu acara. Tapi kemudian ketika diajukan argumentasi, kok sampai disiagakan lima buah panser, sang petinggi itu hanya diam saja.

 

Setelah acara usai, di luar ruangan dimana mobil presiden diparkir, tampak para petinggi  tentara bintang dua mengelilingi mobil berbaur dengan mahasiswa dan panitia. SBY keluar dari pintu lobi FKUI dan melambaikan tangan ke arah kerumunan para mahasiswa dan panitia, lalu memasuki mobil. Usai mobil pergi, para petinggi yang tadi berjaga-jaga bersalaman satu sama lain.

 

Siang setelah selesai shalat Jum’at, ada telepon dari petinggi UI yang tadi diajak bicara. Dia memberi tahu mendapat info dari pihak petinggi keamanan Presiden, memang penjagaan acara tadi super ketat sehubungan dengan tertangkapnya kelompok para teroris beberapa waktu lalu, yang merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap presiden dan para pembantunya.

Anekdot Dokter Versi SBY

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:12 am

Dengan ekspresi dan mimik serius  Presiden SBY bisa bercerita  tentang anekdot dokter yang membuat para hadirin tersenyum. Itulah yang terjadi saat Presiden SBY memberikan sambutan pada acara pembukaan Hari Kebangkitan Alumni Fakultas Kedokteran  Universitas Indonesia (FKUI) yang berlangsung Jum’at pagi (21/05) di Aula Fakultas Kedokteran Kampus Salemba Jakarta.

 

Menurut pengakuannya, hingga saat ini kalau melakukan pemeriksaan kesehatan selalu dilakukan di Indonesia, tidak pernah ke luar negeri. Karena beranggapan dokter-dokter disini sudah cukup mampu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Tetapi masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang justru melakukan pemeriksaan kesehatannya di negara lain.

 

Tersebutlah salah seorang kaya warganegara Indonesia yang menderita suatu penyakit, untuk mengobatinya dia pergi ke luar negeri mencari dokter yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Setelah berkeliling ke berbagai negara, akhirnya dia mendapat informasi ada seorang dokter terkenal yang banyak didatangi pasien dari berbagai negara karena piawai dalam mengobati berbagai penyakit. Maka datanglah orang kaya tadi ke dokter tersebut.

 

Terjadilah dialog antara dokter yang terkenal itu dengan orang kaya Indonesia tadi. Setelah mendengarkan tentang penyakit yang diderita orang kaya tadi, dokter tersebut menjamin akan bisa menyembuhkan penyakitnya. Tetapi dengan rendah hati dokter tersebut mengatakan, keahliannya  itu didapat setelah berguru dari para dokter Indonesia.