May 18, 2010

Naik Bajaj dari Salemba ke Rawamangun

Filed under: Uncategorized — rani @ 5:35 pm

Siang ini (18/05), kira-kira jam 13.00 WIB  sehabis dari Kampus Salemba akan menuju ke Rumah Sakit Persahabatan Rawamangun, karena tidak membawa kendaraan sendiri terlintas dalam pikiran untuk memakai kendaraan umum. Tetapi suasana jalan di pertigaan  depan halaman Fakultas Kedokteran macet sekali. Ditambah udara panas penuh debu dan asap mobil. Akhirnya diputuskan naik bajaj yang sedang ngetem di pinggir RSCM.

 

Setelah sekian puluh tahun tidak pernah naik bajaj, baru kali ini merasakan ”kenikmatan” naik bajaj. Nikmat mendengar suara mesin bajaj yang meraung-raung dan bau asap yang mengepul yang disemburkan oleh kendaraan di seputar bajaj. Sambil menunggu lampu hijau, dari dalam bajaj  kelihatan halaman fakultas kedokteran penuh sesak dengan kendaraan mobil berbagai merk yang diparkir ”semrawut”, juga kendaraan yang diparkir di pinggir jalan dekat pagar halaman FKUI pun berderet-deret. Berbagai spanduk tampak memenuhi halaman parkir. Rupanya FKUI akan mengadakan acara besar-besaran pada tanggal 21 Mei 2010 dengan tema ”Hari Kebangkitan Alumni”. Konon katanya, Presiden SBY akan berpidato secara khusus di Aula FKUI pada  Jum’at pagi (21/05). Pada kesempatan itu akan digelar berbagai acara. Ada pidato ilmiah yang akan disampaikan Prof.Dr. Farid Anfasa Moeloek.

 

Lampu hijau menyala, suara mesin bajaj menyalak-nyalak karena kalau tidak dikencangkan gasnya akan mati. Jalan melaju ke perempatan pramuka-matraman. Teringat  acara kemarin malam di televisi swasta Bukan Empat Mata” yang mengetengahkan tema India. Bajaj memang identik dengan India, karena pada waktu dulu mesin bajaj didatangkan dari India dalam bentuk motor vespa bajaj dan bis merk Tata.  Sempat ”menggoyang” pasaran industri kendaraan di Indonesia, tetapi tetap tidak bisa menyaingi industri kendaraan buatan Jepang. Ada seorang dosen  FISIP UI, baru menggondol Doktor Ilmu Sejarah tentang Industri Otomotif di Indonesia, dua minggu lalu. Khusus pergi  ke Jepang selama 3 bulan untuk mencari bahan disertasi doktornya. Tetapi tidak sempat untuk menelaah tentang otomotif bajaj ini.

 

Perempatan Pramuka-Pemuda terlewati, bangunan kampus rawamangun di jalan Pemuda tidak terlalu banyak berubah. Fakultas Hukum masih seperti dulu, begitu pun gedung FISIP. Hanya pintu masuk gedung di bagian depan menjadi lebih besar dan memakai pintu besi yang lebar. Jaman dulu masih menjadi mahasiswa, sebelum tinggal di asrama daksinpati, dari rumah di daerah Bungur Senen, naik bis kota Ajiwirya rute Poncol-perempatan Coca Cola-By Pass-Jalan Pemuda. Atau kalau dari Proyek Senen biasanya naik bis Merantama (singkatan merantau mentjari makan) yang melewati jalan Kramat Raya-Paseban-Pasar Genjing-Pramuka-Pemuda.

 

Kalau tidak salah, pada saat memperingati Dies Natalis UI tahun 1987, sempat diadakan gerak jalan dari Kampus Salemba ke Rawamangun yang diikuti oleh seluruh warga UI. Rutenya melalui jalan Salemba-Pramuka-Pasar Genjing-Perempatan pemuda-Jalan Rawamangun Muka (lapangan Golf) dan berakhir di Gedung Sarwahita (depan asrama Daksinapati). Peristiwa tersebut sempat didokumentasikan dalam bentuk video.

 

Akhirnya sampai juga ke rumah sakit Persahabatan, yang sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan keadaan pada 30 tahun lalu. Dari bajaj, kelebatan bayangan masa tigapuluh tahun lalu bercampur dengan masa kini ditambah dengan udara panas terik dan asap dari kanlpot mobil, ternyata banyak hikmah yang bisa dipetik. Alhamdulillah bisa sampai ke masa sekarang yang penuh dengan tantangan dan dinamika.