May 15, 2010

Buletin Mahasiswa Menggugat

Filed under: Mahasiswa Menggugat — rani @ 12:30 pm

Mengenang Kembali Permulaan Orde Reformasi

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:01 am

Duabelas tahun telah berlalu saat permulaan Orde Reformasi digulirkan untuk menggantikan Orde Baru. Gegap gempita dan  eforia demokrasi masih terasa gaungnya, walaupun hanya sampai sebatas sayup sayup sampai. Terkalahkan  sorak sorai markus, kasus Bank Century, penggelapan pajak dan terorisme yang menyita hampir sepanjang hari di media cetak dan elektronik. Trisakti sebagai faktor pemicu gerakan, tidak pernah menjadi percaturan wacana. Kampus Salemba yang biasa dijadikan pusat dan keberhasilan suatu  gerakan moral, tidak lagi menjadi titik awal gerakan demonstrasi, karena sekarang sudah berpindah ke bunderan air mancur dekat  Hotel Kempinski (dahulu Hotel Indonesia).

 

Beruntung sekali masih sempat melakukan pendokumentnasian kegiatan mahasiswa UI yang melakukan aksi-aksi demo, baik di kampus Salemba maupun kampus Depok. Bahkan sampai mendokumentasikan kegiatan mahasiswa UI menyampaikan sikap dan pendapatnya  ke MPR yang waktu itu diterima oleh Fraksi ABRI pimpinan Yunus Yosfiah. Sementara rombongan mahasiswa UI yang terdiri dari para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas serta para fungsionaris  BEM universitas, dipimpin Ketua Senat Mahasiswa UI Rama Pratama, mahasiswa Fakultas Ekonomi. Itulah barangkali saat terakhir demonstrasi di Kampus Salemba, entah kapan lagi ada demonstrasi yang bisa menumbangkan rezim pemerintahan. Itu pula barangkali yang terjadi saat demonstrasi dalam meruntuhkan rezim Orde Lama di tahun 1966.

 

Saat yang paling dramatis  ketika  wakil para dosen UI bertemu langsung dengan Presiden Soeharto, dan secara terang-terangan Prof. Miriam Boediardjo menyatakan “menghargai bila Pak Harto bersedia mundur sebagai presiden”. Hal ini terjadi, jauh sebelum Harmoko sebagai Ketua MPR/DPR menyatakan supaya mandataris MPR mengundurkan diri. Sayangnya dokumen itu tidak tahu ada dimana dan siapa gerangan yang masih menyimpan dokumen foto/video tersebut. Karena pada saat peristiwa itu berlangsung tidak ada dari UI yang mendokumentasikan kegiatan tersebut.

 

Setelah itu, keadaan berubah secara cepat dan tidak diduga-duga, para menteri  banyak yang mengundurkan diri, hal ini menyebabkan kabinet tidak bisa berjalan normal.  Inilah yang  menjadi salah satu faktor pertimbangan Presiden Soeharto lengser keprabon.

Setelah itu, UI mengambil inisiatif melakukan berbagai simposium dengan mengundang para pakar dari berbagai bidang disiplin ilmu untuk berbicara bagaimana Indonesia ke depan. Ini juga mirip dengan  kegiatan UI tahun 1966 yang mengadakan seminar  di Kampus Salemba. Perbedaannya, kalau seminar tahun 1966 selain menghasilkan masukan bagi pemerintahan baru, juga banyak staf pengajar yang menduduki jabatan menteri. Sementara  dari simposium yang diadakan tahun 1998, hanya satu dua orang saja staf pengajar UI yang menjadi menteri.