May 10, 2010

Petani dan Istrinya

Filed under: Kampusiana — rani @ 4:30 pm

Cerita ini sering diulang Rektor Universitas Indonesia (UI) dalam berbagai kesempatan pada acara-acara resmi, baik dalam kegiatan akademik maupun dalam kegiatan non-akademik. Tradisi menyelipkan cerita yang berbau humor ini dalam acara resmi di lingkungan UI, dimulai pada era Rektor dibawah kepemimpinan Prof.Dr. Sujudi. Hampir setiap saat dan dalam berbagai kesempatan senantiasa menyelipkan humor-humor segar yang membuat hadirin tertawa terpingkal-pingkal atau senyum mesem. Rektor-rektor berikutnya dengan berbagai gayanya masing-masing senantiasa menghadirkan humor segar dalam kesempatan tertentu.

Pada jaman dahulu kala, di suatu tempat yang terpencil hiduplah seorang petani dan istrinya dengan penuh kedamaian. Suatu hari,  Pak Petani pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Dengan berbekal golok yang sederhana, berangkatlah ke hutan dimana banyak pohon tumbang yang dapat dijadikan kayu bakar. Tetapi malang benar nasib Pak Petani ini, saat  menebang pohon, secara tidak sengaja goloknya terpental dan masuk semak belukar. Setelah dicari kesana kemari, ternyata golok tidak dapat ditemukan. Akhirnya dia berdo’a kepada Tuhan, meminta supaya golok dapat ditemukan kembali. Saat tengah berdoa, datanglah sesorang menghampirinya.

Rupanya Tuhan tidak menginginkan mahklukNya mendapat kesukaran, maka diutuslah seseorang untu menemui Pak Petani. Orang tersebut memperlihatkan golok berlapis emas dan menanyakan kepada Pak Petani tersebut, apakah golok itu miliknya. Kemudian Pak Petani menjawabnya bukan. Lalu orang tersebut memperlihatkan golok yang berlapiskan perak, Pak Petani tidak mau mengakuinya. Untuk ketiga kalinya orang tersebut memperlihatkan golok yang terbuat dari baja tak berkarat, tetapi tetap saja Pak Petani tidak mau menerimanya. Akhirnya pada kali yang keempat diperlihatkan golok asli Pak petani, dengan serta merta Pak Petani menerima golok tersebut dan mengucapkan terima kasih. Atas kejujurannya itu, semua golok yang pernah ditawarkan diberikan semuanya kepada Pak Petani.

Pada kesempatan lain Pak Petani yang lugu dan sederhana tersebut mengajak istrinya pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar dan mencari keperluan kebutuhan lainnya yang hanya ada di hutan. Pak Petani asik mencari kayu bakar, sementara istrinya juga mencari jamur liar yang dapat dimasak untuk dimakan. Keduanya akhirnya terpisah, Pak Petani merasa menyesal meninggalkan istrinya. Setelah berusaha mencari kesana kemari tidak bertemu, akhirnya Pak Petani berdo’a kepadaTuhan supaya istrinya dapat ditemukan.

Muncullah seseorang utusan Tuhan mendekati Pak Petani, sambil membawa seorang perempuan yang cantik rupawan bak bidadari. Kemudian bertanya, apakah wanita itu istrinya. Dengan tegas dan sigap Pak Petani menjawab “Ya, betul itu istri saya.” Maka orang tersebut dengan agak berat hati menyerahkan perempuan itu. Saat Pak Petani dan perempuan akan pergi meninggalkan hutan, bertanyalah utusan Tuhan tersebut kepada Pak Petani, kok kenapa baru ditawarkan satu orang perempuan saja, sudah mengakuinya sebagai istrinya, padahal jelas itu bukan istri aslinya. Dengan agak ragu-ragu, Pak Petani berkata,”kehidupan keseharian  saya sudah susah dan sangat membosankan, kalau saya harus mengurus istri lebih dari satu,  saya merasa tidak sanggup.”  ??????????????????

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment