May 10, 2010

Fakultas Seni

Filed under: Uncategorized — rani @ 7:03 am

Konon katanya Universitas Indonesia (UI) akan mendirikan satu fakultas baru bernama Fakultas Seni , agar dapat menampung keinginan dari para pemangku kepentingan UI akan suatu bidang ilmu yan memperdalam bidang seni dan hal-hal yang berkaitan dengan seni, seperti juga yang tertela dalam motto yang terletak di dinding Lantai 1 Gedung Pusat Administrasi Universitas, coretan Fuad Hassan “Berkibarlah Panji-Panji Ilmu dan Seni di almamater ini” 23 tahun lalu. Dalam beberapa kesempatan, Rektor Prof.Dr.derSoz. Gumilar Rusliwa Somantri menyebut-nyebut akan mendirikan Fakultas Seni bahkan sudah  menentukan lokasi gedungnya.

Ide tulisan ini muncul, tatkala menyaksikan acara “Indonesian Movie Award 2010” yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta pada hari Senin malam (05/05). Padahal pagiharinya di blog ini baru saja menulis tentang film. Betapa sebetulnya UI mempunyai potensi untuk mengembangkan studi di bidang yang berkaitan dengan seni dan film. Tetapi setelah merenung sejenak, rasanya masih ada hal yang belum tertuang dalam tulisan tersebut. Ada dua orang staf pengajar yang belum diceritakan, padahal mempunyai peranan cukup penting dalam dunia perfilman dan pertunjukkan seni. Kebetulan keduanya adalah staf pengajara psikologi sosial dan psikologi eksperimen Fakultas Psikologi. Kedua orang tersebut adalah Niniek L. Karim dan Dewi Matindas. Selain kedua orang ini, ada juga mantan penari dan pemerhati seni tari, pada waktu pemerintahan Soekarno  selalu tampil sebagai penari di istana Negara yaitu Edi Sedyawati, Staf pengajar FIB, Mantan Dirjen Kebudayaan (sebelum berubah menjadi Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata).

Niniek L. Karim dan Dewi Matindas, namanya cukup dikenal dalam blantika film dan seni pertunjukan pada tahun 1970-1980 an. Keduanya merupakan anggota Teater Populer pimpinan Teguh Karya. Teguh Karya pun dikenal sebagai jagoan pembuat film yang kerap meraih piala Citra. Bahkan dari tangan “dinginnya” dihasilkan aktor/aktris berwatak. Niniek L. Karim dan Dewi Matindas juga sudah tidak asing di kalangan dunia film. Sepengetahuanku terakhir melihat Niniek bermain dalam film “Cau Bau Kan” arahan sutradara Remy Silado.  Sementara Dewi Matindas  dalam film “Sang Pemimpi” karya Sutradara Riri Riza berperan sebagai perwakilan Uni Eropa yang memberikan beasiswa kepada si Ikal untuk studi S2 di Sorbonne Perancis.

Belasan tahun lalu, dalam suatu kesempatan bersama Adrianus Meliala (waktu itu sedang mengambil S2 Psikologi Sosial, kini Profesor) berdiskusi dengan Niniek L. Karim tentang keinginan membuat suatu gedung seni pertunjukkan (art center) di Kampus Depok. Di gedung tersebut selain dapat dilakukan pemutaran film, pertunjukkan seni, pameran seni, juga tersimpan replika berbagai peralatan seni/musik dari seluruh nusantara. Dengan demikian sesuai dengan universitas yang menyandang nama negara, maka berbagai peralatan seni dari berbagai pelosok tanah air dapat disimpan disini, sehingga orang asing yang ingin mengetahuinya tidak usah jauh-jauh pergi ke pelosok daerah. Tentu saja hal ini juga perlu dukungan ada SDM handal yang menguasai bidang-bidang tersebut.

Tahun lalu, sempat bertemu dengan Christine Hakim pada saat memperkenalkan film ”Merantau” di FISIP dimana dalam film tersebut ada aspek seni tradisional yang diperkenalkan. Dalam kesempatan itu, Christine  Hakim bercerita saat ini dia mendapat tugas dari Rachmat Gobel untuk melakukan pendokumentasian kesenian tradisional yang  berada di pelosok nusantara.

Dengan Dewi Matindas, sempat juga mengobrol tentang  kelebihan dari fakultas seni yang akan didirikan UI dibandingkan fakultas sejenis dari perguruan tinggi lainnya. Kalau seni film, seni peran dan seni lukis bisa  ditimba dari Institut Kesenian Jakarta.  Seni tradisional dan seni musik sudah menjadi ”cap dagang” Institut Seni Indonesia (ISI)  Yogyakarta. Maka kalau UI akan mendirikan Fakultas Seni yang belum digarap yaitu seni pertunjukkan dan hal-hal yang berkaitan dengan pertunjukkan Inilah barangkali ”kekosongan” yang dapat diisi oleh UI.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment