April 28, 2010

Dibalik Peristiwa Peresmian Kampus Depok

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:03 am

Ada tonggak (milestone) tertentu yang menjadi penanda suatu peristiwa bagi seseorang atau suatu institusi yang senantiasa menjadi peringatan sebagai suatu “jejak dan langkah” baru dan lembaran perubahan kehidupan menuju yang lebih baik. salah satu tonggak itu adalah peresmian kampus baru Universitas Indonesia (UI) di Depok pada tanggal 5 September 1987.

 

Sekelompok mahasiswa pengelola media kampus  resmi universitas (SKK Warta UI), tidak tinggal diam untuk mengabadikan peristiwa yang langka dan lembaran baru kehidupan kampus UI. Dengan mengerahkan seluruh anggota tim terbaiknya, baik reporter tulis maupun  pemotret siap untuk mengabadikan peristiwa tersebut. Tetapi rupanya diantara sekian kru yang akan terjun melakukan peliputan selalu saja ada orang yang mempunyai ide “gila”. Salah seorang diantaranya berkeinginan untuk melakukan wawancara langsung dengan RI 1 yang akan meresmikan kampus Depok. Tetapi mengingat gagasan ini belum tentu disetujui oleh anggota tim lainnya, maka dia lakukan secara diam-diam, dengan cara mencari teman yang sekiranya seide, dan ternyata ada satu orang. Mereka berdua membuat surat permohonan pengajuan wawancara khusus dengan RI 1, tanpa sepengetahuan ketua penyunting (Pemimpin Redaksi) bahkan Rektor sekalipun tidak tahu-menahu mengenai perkara ini.

 

Rupanya ada juga yang mengendus dari kedua orang yang membuat surat permohonan wawancara khusus ini. Tetapi apa lacur, ternyata surat tersebut sudah sampai ke tangan staf khusus Presiden. Ini akan sangat berbahaya, “bola mentah” akan kesana kemari tidak terkendali, topik-topik pertanyaan yang diajukan tanpa sepengetahuan pimpinan UI bisa saja akan menjadi bomerang yang merugikan. Maka dilakukanlah “gerilya” untuk membatalkan surat permohonan wawancara tersebut. Ketika sampai pada hari H peresmian kampus, dengan harap-harap cemas kedua orang yang “bersebrangan” itu menunggu apakah RI 1 akan meluangkan waktu untuk wawancara.

Lain lagi yang dipikirkan salah seorang reporter pers kampus. Dia berpikiran peristiwa sepenting itu perlu dilakukan dokumentasi audio visual. Tapi masalahnya pihak keamanan RI 1 sangat ketat sekali menyeleksi siapa saja wartawan foto dan televisi yang boleh mengabadikan peristiwa tersebut dari jarak dekat. Akhirnya dapat akal, pinjam jas kuning UI, ketika ditanya pihak keamanan,  dokumentasi dari UI. Tapi rupanya tidak puas dengan jawaban tersebut, pihak keamanan tanya sama panitia dari UI, apa betul yang pakai jas kuning itu petugas dokumentasi dari UI. Rupanya ada panitia dari UI yang menjamin, sehingga petugas tersebut tidak banyak bertanya lagi.  Padahal  yang sebenarnya terjadi, tidak ada sama sekali tugas dari panitia UI untuk melakukan dokumentasi audio visual, apalagi surat tugas tim dokumentasi. Hanya bermodalkan petantang petenteng bawa kamera video dan jas kuning pinjeman. Tapi ternyata dokumentasi itu hingga kini merupakan satu-satunya video yang merekam kegiatan peresmian kampus Depok dengan cukup lengkap. Karena ternyata dokumen yang ada di TVRI musnah, saat terjadi kebakaran yang melanda studio TVRI Senayan Jakarta.

 

Apak hikmah dari cerita ini? Mungkin memang perlu mempunyai gagasan/ide yang diluar jangkauan pemikiran orang pada umumnya. Bagaimana kita harus berpikir dan bekerja secara smart dalam merealisasikan ide tersebut. Dan bagaimana pula kita bisa mengambil posisi tertentu, dimana orang tidak bisa berada pada posisi tersebut. Dan terakhir, bagaimana kita bisa berbuat sesuatu yang sangat bermanfaat bagi orang banyak.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment