April 27, 2010

Peristiwa Dibalik Pembangunan Kampus Depok

Filed under: Kampusiana — rani @ 8:22 am

Untuk mencari lokasi yang tepat sebagai kampus Universitas Indonesia (UI) yang menyandang nama bangsa ternyata bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai pertimbangan harus menjadi acuan dalam menentukan lokasi untuk dijadikan kampus. Semasa Rektor UI dijabat Prof.Dr.Ir. Soemantri Brodjonegoro(1964 – 1973) pencarian lokasi kampus sudah dimulai seperti yang dituturkan Ir. Dijan Sigit, dosen Fakultas Teknik UI kepada penulis.

Salah satu daerah di wilayah Karawang  pernah menjadi salah satu nominasi untuk dijadikan kampus Depok. Tetapi karena jauh dari pusat pemerintahan, akhirnya tidak menjadi pilihan. Kemudian di Wilayah Ciputat sempat pula menjadi incaran, karena lokasi mudah dicapai, ada danau (situ Gintung),sudah ada prasarana jalan raya yang baik. Waktu itu  lahan yang ditawarkan seluas 2000 hektar. Tetapi Rektor UI membatalkannya karena tidak mempunyai dana yang cukup untuk pembebasan tanah. Gubernur Ali Sadikin pernah pula menawarkan lahan di bilangan Kalibata . Lokasi cukup strategis, selain dilalui jalan raya, juga dilewati jalur Kereta api. Tetapi luas lahannya hanya 30 hektar. Kampus Salemba saja luasnya 10 hektar, kalau ditambah dengan fakultas-fakultas yang ada di Rawamangun, maka lahan seluas 30 hektar tersebut terlalu sempit untuk dijadikan lokasi kampus UI. Pilihan akhirnya jatuh ke Depok, dimana lokasi dianggap ideal untuk dijadikan sebuah kampus. Tetapi hal ini pun nyaris dibatalkan, karena ternyata anggaran tidak mencukupi untuk membebaskan tanah ribuan hektar bekas hutan karet. Semakin hari, lahan hutan karet di  Depok semakin menyempit, karena penduduk memanfaatkannya  untuk dijadikan pemukiman. Pada saat itulah Ir. Dijan Sigit mendesak Rektor UI untuk segera memutuskan membeli lahan bekas hutan karet tersebut. Dan ternyata lahan yang bisa dijadikan kampus hanya seluas 300 an hektar.

Seperti telah disebutkan pada tulisan terdahulu, percepatan kepindahan UI ke Kampus Depok terjadi saat pimpinan UI dijabat Prof.Dr. Nugroho Notosusanto (1982-1985). Pada waktu itu, tim pembangunan kampus Depok dari UI setiap minggu mengadakan rapat di BAPPENAS dengan instansi terkait, seperti pihak Departemen Pekerjaan Umum (PU). Waktu itu yang mewakili pihak PU dalam rapat-rapat adalah Radinal Mochtar (yang kemudian menjadi Menteri PU). Kemudian secara berkala, setiap sebulan sekali tim dari UI mengadakan rapat di Departemen Pendidikan  dan Kebudayaan (Mendikbud), melaporkan perkembangan pembangunan kampus Depok. Waktu itu Mendikbud dijabat Prof.Dr. Nugroho Notosusanto merangkap sebagai Rektor UI.

Dalam suatu kesempatan rapat di kantor Mendikbud, diundanglah para dekan berbagai fakultas di lingkungan UI. Pada kesempatan itu Mendiknas menyatakan, kampus UI akan pindah ke Depok. Semua Dekan ditanya  kesediaan dan kesiapannya ,hanya ada seorang Dekan yang menyatakan tidak mau pindah ke Kampus Depok. Dengan entengnya Mendikbud menjawab, kalau begitu nanti di Kampus Depok  akan  didirikan fakultas baru.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment