April 26, 2010

Widjojo Nitisastro Pendorong kepindahan UI Ke Depok

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:15 am

Ketika  masuk ke kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, apa yang ada dalam pikiran kita?  Kesejukan dan  Keasriannya? Bentuk bangunan tiap-tiap fakultas yang mempunyai ciri tersendiri? Ataukah biasa-biasa saja, seperti umumnya orang masuk halaman rumah?

Beruntung sekali, ketika pada Kamis tanggal 14 Januari 2010,  bisa hadir dan melakukan rekaman secara audio visual  acara peluncuran buku tentang Pengalaman Pembangunan di Indonesia serta buku kumpulan tulisan dari 27 negara tentang Widjojo Nitisastro.  Suatu kesempatan yang langka didapat karena ternyata orang-orang yang hadir pada kesempatan itu hanya kolega dekat dari keluarga Widjojo Nitisastro. Dalam usia yang sudah lebih dari 80 tahun, ingatannya masih tajam dan bisa bertahan bicara lebih dari satu jam, walaupun harus duduk di kursi roda.

Dari apa yang diceritakannya, dengan rendah hati dia memuji orang-orang yang pernah membantunya dalam membangun perekonomian Indonesia pada masa Orde Baru. Bahkan dia menyebut beberapa nama sebagai spesialis ahli bernegosiasi dengan pihak asing yang tidak diragukan lagi kredibilitas serta rasa nasionalisme. Dari para ahli negosiasi inilah Widjojo Nitisastro memutuskan pihak asing mana yang bisa untuk diajak kerjasama membangun perekonomian Indonesia.

Namun dalam tulisan ini yang ingin diceritakan adalah peranan Prof.Dr.Widjojo Nitisastro tatkala menjabat sebagai Kepala BAPPENAS, seperti yang diceritakan  Prof.Dr.Ali Wardhana pada kuliah umum yang diadakan di kampus Fakultas Ekonomi Kampus Depok. Dalam suatu kesempatan awal tahun 1970 an, Prof.Dr.Widjojo Nitisastro mendatangi Prof.Dr.Ali Wardhana (waktu itu menjabat sebagai menteri keuangan). Dia meminta uang yang jumlahnya cukup besar. Prof.Dr.Ali Wardhana merasa kaget dan bertanya, buat apa uang sebanyak itu. Prof. Widjojo akhirnya buka kartu, ingin memindahkan kampus UI dari Salemba ke tempat yang layak sebagai kampus universitas yang menyandang nama negara dan bangsa. Tapi menurut Ir. Dijan Sigit, dosen Fakultas Teknik UI sebetulnya sejak akhir tahun 1960 an, rencana kepindahan Kampus UI sudah digagas oleh Rektor UI yang waktu itu dijabat Prof.Dr.Ir. Soemantri Brodjonegoro.

Sejak itulah mulai direncanakan pembangunan kampus baru UI. Menurut cerita Drs.Mustain Zaini, mantan Pembantu Rektor II UI pada era Rektor (alm) Prof.Dr. Mahar Mardjono, konsultan perencana pembangunan  mengundang dari pihak luar negeri. Rencana awal pembangunan kampus UI dibuat tidak bertingkat tinggi, dimana satu fakultas dengan fakultas lainnya dihubungkan dengan semacam koridor yang dapat dilalui dengan berjalan kaki. Tetapi kemudian Ketika Rektor dijabat Prof.Dr.Nugroho Notosusanto (1983-1985), rencana yang sudah dibuat itu diubah dan direncanakan kembali oleh para dosen Fakultas Teknik UI. Akhirnya dibuatlah rancangan bangunan yang mewakili arsitektur berbagai daerah di Indonesia. Secara intensif dilakukan berbagai persiapan pembangunan kampus Depok. Sayangnya Prof. Dr.Nugroho tidak sempat melihat kampus Depok yang sudah jadi, karena meninggal saat merangkap jabatan sebagai Rektor dan juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Beruntung Prof. Dr. Widjojo Nitisastro masih dapat melihat peresmian Kampus Baru UI depok tahun 1987. Setelah itu, terjadi perkembangan yang begitu pesat mengenai Universitas Indonesia. Walaupun hingga kini masih ada dua fakultas yang belum pindah ke kampus Depok yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Entahlah, jika saja Prof.Dr. Widjojo Nitisastro masih duduk dalam pemerintahan, apakah dua fakultas tersebut bisa cepat pindah ke Depok? Wallahualam bisawab.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment