April 16, 2010

SAP ! SAP !

Filed under: Kampusiana — rani @ 9:07 am

Tiga penggal huruf  judul tulisan di atas bukan dimaksudkan untuk sap/barisan shalat berjamaah., sama sekali  tidak punya arti apa-apa. Tetapi kalau tiga penggal huruf tersebut diulang dan diucapkan dengan nada cukup tinggi (perhatikan tanda seru), maka akan mempunyai makna cukup mendalam, khususnya bagi para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang pernah tinggal di Asrama Daksinapati  Kampus UI Rawamangun.

 

Tak ada yang tahu siapa yang menyiptakan atau yang pertama kali memopulerkan istilah tersebut. Ketika masuk asrama Daksinapati tahun 1980 an, istilah itu sudah biasa dipakai oleh para penghuni asrama daksinapati. Pada pembicaraan dengan para mantan penghuni asrama tahun 1960 an   kata tersebut sudah cukup dikenal dengan baik. Bahkan kata-kata tersebut paling kerap terlontar dari mereka saat bertemu dengan sesama teman  seangkatannya. Kalau disebutkan kata-kata tersebut, maka pasti diantara mereka  terdengar kegaduhan riuh rendah sambil ketawa-ketawa bahkan terkadang disertai suitan yang cukup keras. Hal ini pun terjadi kalau ada adegan tertentu dalam serial film yang ditayangkan televisi.

Mari kita coba telusuri kemunculan istilah itu dengan keadaan situasi yang terjadi di ibukota pada masa itu. Dalam pengamatan sepintas, periode periode tahun 1960 an, dimana masih kuat rasa nasionalisme, ternyata hal ini juga mempengaruhi terhadap produk dan konsumsi yang biasa digunakan masyarakat pada masa itu. Salah satu produk minuman yang popular waktu itu adalah minuman merk O So dengan ciri khasnya pada botol yang berbentuk bulat panjang dengan penutup botolnya yang terbuat dari karet dimana kawat tersendiri yang melekat pada penutup dan melingkar pada mulut botol tersebut. Minuman bersoda ini sangat digemari masyarakat. Ada lagi minuman bernama saparilla Kemudian ada lagi sejenis minuman  dengan rasa sirsak dan  moka susu yang berwarna putih  kecoklatan. Merek minuman tersebut  adalah SAP. Pada masa itu minuman buatan perusahaan pabrik multi nasional belum ada, ketiga jenis minuman ini  merajai  pasaran.

Apa makna dari kata SAP SAP tersebut., mari kita coba praktekan. Kalau ada mahasiswa asrama daksinapati kedatangan tamu perempuan atau sedang mengobrol di ruang tamu, maka mahasiswa asrama yang melihatnya akan mengatakan/menyapa (lebih tepatnya berteriak) seperti ini, “Bisaaa!?? SAP! SAP!”. Apalagi kalau ada mahasiswa asrama  menerima teman wanita di kamarnya, nada sapaan semakin tinggi. Begitu pula ketika menonton bersama suatu acara  di ruang televisi. Kalau tiba-tiba terdengar teriakan “SAP ! SAP!”, sudah dapat dipastikan ada adegan syur dalam film atau penyanyi yang berpakaian seronok dengan gaya yang seksi.

Pemaknaan terhadap suatu kata menjadi suatu istilah yang kemudian menjadi simbol tertentu dan disetujui menjadi  kesepakatan bersama suatu komunitas, menunjukkan kecerdasan yang luar biasa, sehingga kesannya tidak jorok atau vulgar. Itulah ciri khas dunia maskulin di lingkungan asrama daksinapati yang tidak ada di asrama lain.

BISAAA!???  SAP!  SAP!