March 30, 2010

Gerakan Hidup Bersih

Filed under: Lain-lain — rani @ 9:26 am

Sebetulnya setelah era reformasi bergulir di tahun 1998, banyak terjadi perubahan di kalangan para  birokrat terutama birokrat(PNS)  berusia muda, sebagai reaksi rasa muak terhadap sepak terjang  para birokrat (tua) yang tidak terpuji semasa era pemerintahan Orde Baru. Informasi ini didapat hasil dari wawancara pribadi  dengan kalangan orang-orang muda yang mulai bekerja sebagai aparat pemerintah.

Dari pengalaman semasa Orde Baru itulah kemudian anak-anak muda mulai membuat suatu gerakan hidup bersih, yang menjauhi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Gerakan tidak mau berk-KKN ini  juga menarik golongan tua. Salah satu diantaranya yaitu (alm) Prof.Dr. Kusnadi Hardjasoemantri, mantan Rektor UGM, tangan kanan Prof.Dr. Emil Salim di Kementrian Lingkungan Hidup, konseptor UU Lingkungan Hidup. Dalam beberapa kegiatan sosialisai ke kampus UI di awal reformasi, Prof. Kusnadi giat mempopulerkan  KKN ini. Untuk menghindari kerancuan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang menjadi kurikulum wajib bagi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri, Prof. Kusnadi yang juga salah satu pemrakarsa kegiatan kuliah kerja nyata tahun 1950 an, mengganti istilahnya menjadi K2N (Kuliah Kerja Nyata).

Gerakan hidup bersih ini akhirnya terpolarisasi menjadi dua bagian besar. Di satu pihak tetap menjadi aparat pemerintah, di pihak lain mendirikan atau berafiliasi dengan partai politik. Salah satu diantaranya yang banyak menampung kaum muda yang ingin memulai hidup bersih adalah Partai Keadilan Sejahtera dengan Ketua Umum pertamanya dipegang Nur Mahmudi Ismail, seorang birokrat yang dengan tulus ikhlas mengundurkan diri dari jabatannya di lingkungan pemerintahan. Ke dalam partai ini masuk Rama Pratama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI,  yang memimpin delegasi mahasiswa UI ke MPR (1998) dan memberikan pernyataan menolak  pidato pertanggung jawaban presiden Soeharto sebagai mandatari MPR.

Rupanya memang gerakan hidup bersih terus bergulir. Belakangan berdiri Komite Pemberantasan Korupsi. (KPK). Seperti yang dituturkan Ketua KPK Chandra Hamzah sewaktu berdialog dengan mahasiswa UI, ide-ide pendirian KPK ini tadinya berangkat dari pemikiran dan keinginan sekelompok anak-anak muda  bagaimana menegakkan pemerintahan yang demokratis, adil  dan bersih. Badan ini terinspirasi dengan gerakan yang dilakukan di Hongkong dalam memberantas korupsi, dimana salah satu korban pertamanya adalah kepala polisi Hongkong. Tahun ini KPK meluaskan daerah kerjanya ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Yang menarik, pernyataan yang dituturkan ketua KPK Antasari Azhar sewaktu berdialog dengan mahasiswa baru UI tahun 2009. Dari sekian banyak pelamar yang diterima kerja di KPK, 50 % diantaranya adalah adalah para lulusan UI.

Apakah ini suatu indikator, keberhasilan UI dalam hal penanaman idealisme terhadap anak didiknya? Wallahualam Bisawab.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment