March 29, 2010

Antara Pahlawan, Bangsat dan Pengkhianat

Filed under: Lain-lain — rani @ 4:35 pm

Akhirnya GT (30) PNS Golongan III/A Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan, yang mempunyai simpanan uang di Bank sebesar 25 milyar rupiah yang (diduga) dari hasil yang tidak bersih, dipecat dengan tidak hormat oleh institusinya. Demikian informasi senin pagi ini (29/03) yang disiarkan dari salah satu stasiun televisi. Suatu keputusan yang (untuk sementara) sangat melegakan dan meredakan amarah publik terhadap kinerja aparatur negara. Peristiwa ini merupakan rentetan yang terjadi sebelumnya dengan peristiwa makelar kasus (markus) di institusi POLRI. Apa yang menarik dari kasus ini? Atau lebih dalam lagi, apa yang sebetulnya terjadi dan yang dilakukan para petinggi institusi terkait dengan adanya kasus ini?

Rupanya di Indonesia seorang PNS yang  golongannya rendah tidak boleh mempunyai simpanan/penghasilan besar sekali karena dengan mudah akan dicurigai sebagai uang ”kotor”. Karena itu dengan mudahnya dipecat tanpa harus melalui proses penyelidikan yang seksama. Sementara seorang PNS yang mempunyai jabatan dan kedudukan tinggi di suatu institusi, maka aparat pun sengaja ”membiarkannya” bahkan sengaja ditutup-tutupi dengan dalih belum ada bukti kuat. Dengan adanya kasus ini yang mencuat ke permukaan menjadi pertanyaan, bagaimana proses pengawasan dan reformasi birokrasi dalam era reformasi di instansi pemerintahan? Apakah hal ini bisa menjadi suatu indikator dari kegagalan kepemimpinan institusi tersebut? Kenapa kok bukan pemimpinnya yang mengundurkan diri?

Jadi ingat kuliah umum yang diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani tanggal 8 Maret lalu di hadapan sivitas akademika Fakultas Ekonomi dengan topik ”dinamika Ekonomi Indonesia”. Disitu disinggung tentang betapa di negara-negara maju sekalipun, pajak merupakan  penopang utama perekonomian suatu negara. Dia bercerita tentang sebuah film (Barat) yang menarik perhatiannya. Walaupun isi film ini berkaitan dengan budaya yang berlaku di negara-negara Barat, tetapi bisa juga berlaku di negara-negara berkembang. Dalam dialog film tersebut, seorang tokohnya bicara. Dalam hidup ini ada dua hal yang tidak bisa dihindari oleh setiap orang, kemanapun seseorang pergi atau bersembunyi. Dua hal tersebut adalah kewajiban MEMBAYAR PAJAK dan KEMATIAN. Jadi, apakah dia pahlawan, bangsat atau pengkhianat mesti membayar pajak dan akan menghadapi kematian.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment