March 24, 2010

“Kami Bangga dengan Kepemimpinan Anda, Jenderal”

Filed under: Lain-lain — rani @ 9:55 am

Judul di atas diambil dari spanduk yang dipasang di bundaran jalan menuju Kelapa Dua dan Depok dari arah Pasar Minggu. Kalau tidak silap spanduk yang bergambarkan Kapolri itu dipasang saat memperingati Hari Ulang Tahun Brimob tahun lalu, dimana perayaannya dilaksanakan di Markas Besar Brimob Kelapa Dua Depok.

Densus 88 yang salah satu tugasnya “memburu” para teroris merupakan bagian dari Kesatuan Brimob. Prestasinya sangat menonjol terutama saat membekuk gembong – Dr. Azhari – teroris, yang sempat “menghantui” para pengusaha hotel berbintang dan kantor Kedutaan asing  di Jakarta, yang kerap dijadikan sasaran operasinya. Prestasi Brimob semakin menonjol dan mendapat pujian karena baru-baru ini berhasil membongkar sekaligus membekuk para teroris di sarang peltihan teroris di Aceh.

Semestinya kebanggaan terhadap pimpinan bukan hanya milik segolongan orang saja, tetapi menjadi kebanggaan semua orang yang berada di institusi tersebut. Dan juga tidak menjadi kebanggaan sesaat, setelah itu dilupakan atau bahkan dicibir. Dengan adanya gonjang ganjing kasus MARKUS, Pencucian uang dan penggelapan pajak di tubuh POLRI, masyarakat mempertanyakan kembali kebijakan reformasi yang didengung-dengungkan pimpinan POLRI.

Bicara soal reformasi POLRI, september tahun lalu UI melakukan kerjasama dengan POLRI untuk melakukan berbagai pelatihan bagi para pimpinan POLRI dalam rangka reformasi dalam organisasi POLRI. Kerjasama ini dihadiri para petinggi UI dan petinggi POLRI mulai dari yang berbintang empat hingga ke tingkatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Usai penandatanganan kerjasama, seorang teman berbisik “POLRI perlu seorang ‘penyanyi’ untuk mengatakan di POLRI terjadi reformasi.” (Semoga saja anggaran untuk jasa yang diberikan UI bukan dari hasil pencucian uang atau penggelapan pajak).

Akhir tahun lalu hingga awal tahun ini mencuat kasus Anggodo, disusul dengan kasus Kabareskrim, kemudian sekarang ramai penggelapan pajak dan pencucian uang hingga ke MARKUS. Akhirnya terjadi ‘perang bintang’ alias perang mulut diantara para petinggi POLRI. Inilah sebetulnya saat yang tepat bagi pimpinan POLRI untuk melakukan reformasi yang sebenar-benarnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tindaklah yang salah, jangan pandang ‘bintang’ (bulu). Apalagi main pandang-pandangan sambil kedip-kedipan. Pagi ini saja (23/03), TVONE sudah bisa menghadirkan korban MARKUS dan memberikan pengakuan sudah menyetor 3,5 milyar ke oknum Bareskim.

Dengan peristiwa beruntun yang terjadi akhir-akhir ini di tubuh POLRI, entah golongan manakah gerangan yang masih bisa meneriakkan judul tulisan di atas. Tetapi yang jelas, kalau saja KAPOLRI atau pun siapa saja dalam tubuh POLRI yang bisa menyelesaikan persoalan internal sekarang ini, semua rakyat Indonesia akan berteriak “KAMI BANGGA DENGAN KEPEMIMPINAN ANDA, JENDERAL.”

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment