March 23, 2010

Teriakan ‘Sate’ Barack Obama

Filed under: Lain-lain — rani @ 10:01 am

Hari Senin (22/03) menjelang senja, stasiun televisi RCTI menayangkan hasil wawancara Putra Nababan dengan Presiden Amerika Serikat Barack  Obama di Gedung Putih mengenai alasan penundaan kunjungan ke Indonesia. Tayangan ini kemudian disiar ulangkan kembali pada malam hari oleh stasiun televisi RCTI dan Global TV. Selasa pagi  ini (23/06)  dalam acara siaran berita Putra Nababan diwawancara oleh dua penyiar berita tentang kesannya waktu mewawancarai orang nomor satu  di Amerika.

Sebagai seorang jurnalis dalam melakukan  kegiatan jurnalistik, tentu saja harus mempersiapkan sebaik mungkin  berbagai hal yang berkaitan dengan subyek yang menjadi bahan berita, supaya dapat menghasilkan reportase yang bagus. Misalnya mempersiapkan atau membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggali lebih jauh atau memberikan kesempatan berbicara lebih leluasa kepada subyek.Biasanya setiap orang mempunyai ‘naluri’ untuk melakukan hal-hal yang ‘di luar dugaan’ perkiraan orang pada umumnya. Naluri ini juga terdapat pada setiap jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistik. Semakin ‘diasah’ atau dilatih naluri ini, akan semakin tajam dan dapat terlihat pada hasil karya jurnalistiknya. Naluri inilah sebetulnya yang akan menentukan kualitas hasil karya jurnalistik seseorang dibandingkan dengan yang lainnya.

Dilihat dari hasil wawancara berupa jawaban yang diberikan Barack Obama tentang berbagai hal yang selama ini menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, terutama isu-isu yang menyangkut ekonomi, perdagangan, politik dan militer, jawaban yang diberikan standar saja. Begitu juga ketika ditanya tentang kebijakan hubungan Amerika dengan dunia Islam, Obama merujuk pada isi pidato yang pernah dikemukakan pada waktu berkunjung ke Negara Mesir. Tidak ada sesuatu hal yang baru.

Yang menarik, tatkala ditanyakan tentang pengalaman masa kecilnya sewaktu tinggal di Menteng Dalam (akhir tahun 1960-an hingga  awal tahun 1970-an), di dalam memorinya masih teringat teriakan orang berjualan sate, persis sama dengan teriakan tukang sate madura masa kini. Suatu hal yang luar biasa, seorang Presiden Amerika Serikat dalam suatu wawancara  resmi berteriak ‘sa’teee….”. Ini juga menunjukkan betapa Obama menyelami betul budaya Indonesia. Dan memang dalam bidang budaya inilah sebetulnya keunggulan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain.