February 19, 2010

Pak Ustad Salman

Filed under: Uncategorized — rani @ 5:25 pm

Pertama kali kenal melalui tulisan-tulisannya di blog staff.ui.ac.id.  Gaya tulisannya mempunyai ciri tersendiri dan enak dibaca. Kemudian dari obrolan-obrolan dengan para staf pengajar FTUI lainnya jadi tahu lebih jauh. Tetapi belum pernah ketemu secara tatap muka. Jadi selama ini hanya bisa membayangkannya, berdasarkan atas tulisan-tulisannya di blog staf ui.

 

Biasanya setiap shalat jumat selalu diusahakan melakukannya di dekat rumah, karena harus menunggu anak-anak pulang sekolah serta menyediakan makan siang. Tapi jumat ini (19/02) terbersit keinginan untuk shalat jumat di kampus. Sudah lama rasanya tidak mendengarkan khutbah jumat di kampus, yang biasanya selalu menyajikan topik yang menarik untuk disimak, karena khatibnya dari kalangan staf pengajar UI, dimana selalu punya gaya dan analisis berbeda dengan para khatib di mesjid lainnya. Selain itu, ada harapan lagi dengan melakukan shalat di mesjid UI, makan siang bersama para pengurus mesjid di mihrab (belakang mimbar), yang menyediakan sajian yang khas dari tahun ke tahun, seperti sayur lodeh, ayam goreng, goreng tempe dan sambal terasi yang cukup pedas. Biasanya ditambah buah-buahan, kalau tidak pisang atau jeruk.

 

Sehabis pulang bersilaturahmi dengan teman di FISIP, waktu shalat tinggal 10 menit lagi. Kalau shalat di luar kampus pasti tidak ada waktu, karena tidak bawa motor, akhirnya kaki diayunkan dengan mantap menuju mesjid UI. Numpang wudlu di belakang mimbar, karena kalau di tempat umum pasti tidak akan keburu. Masuk ruangan masjid lewat pintu dekat mimbar. Ruangan sudah penuh, tapi barisan kedua di dekat mimbar masih kosong. Segera cepat-cepat menempati ruang yang kosong tersebut. Tampak seseorang mengajak tersenyum dan mengulurkan tangan untuk salaman.. Segera shalat sunat, orang yang mengajak salaman tadi pindah ke barisan paling depan. Dalam hati membatin,wah, jangan-jangan dia pindah karena tempat duduknya sempit ”diserobot” saya. Ketika waktu shalat tiba, orang yang salaman tadi naik mimbar. O…, rupanya pak khatib.

 

Usai shalat, ketika akan makan siang, ketemu lagi dengan Pak Khatib. Penasaran, saya tanya kepada pengurus mesjid, siapa gerangan nama pak Khatib itu. Ternyata Pak Ustad Salman, staf pengajar dari Fakultas Teknik. Akhirnya obrolan pun menjadi semakin lancar hingga membicarakan tulisan di blog staf ui ac id. Rupanya apa yang saya bayangkan dari tulisan dengan kenyataannya memang tidak jauh berbeda sosok Pak Ustad Salman.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment