February 5, 2010

Makanan Menghubungkan ke Masa Lampau

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:57 am

Pagi ini (05/02) dari rumah sengaja  membawa makanan tradisional harum manis, tetapi tidak memakai benang-benang yang dibuat dari gula itu, yang dibeli pada saat ke Surabaya beberapa waktu lalu. Di kantor tak dinyana ternyata seorang teman bercerita tentang  satu tayangan stasiun televisi yang menyajikan seseorang yang mempunyai hobi makanan ringan /jajanan jaman dahulu kala, termasuk diantaranya  makanan harum manis itu.

 

Obrolan pun beralih kepada suasana jakarta pada awal tahun 1970 an, di seputar Sunter dekat pabrik asembling motor Honda, karena ternyata teman yang diajak ngobrol itu sering bermain di tempat tersebut. Waktu itu kali Sunter masih jernih dimana anak-anak biasa berenang atau memancing. Bahkan di sekitar pabrik honda pesawahan masih terbentang luas dengan banyak pepohonan yang besar dan rindang, masih ada kandang sapi yang ditempatkan di kandang-kandang dengan rapih, danau sunter belum ada dan perumahan pun masih sedikit. Sunter pada tahun itu masih menjadi salah satu tempat tujuan wisata bagi para penduduk jakarta. Di belakang pbarik honda juga waktu itu masih ada sumur bor, yang biasa menjadi tempat bermain bagi penduduk sekitarnya, termasuk juga anak-anak yang tinggal di kompleks Kodam.

 

Pembicaraan pun selanjutnya beralih ke topik tentang HSS, yang baru-baru ini menjadi pemberitaan di media massa. Ayahnya teman ini adalah seorang pemborong rekanan TNI, sering berkontak langsung dengan HSS, yang waktu itu merupakan salah satu petinggi di TNI yang sudah dikenal  bergaya “flamboyan”. Satu saat ayah teman ini ditugaskan untuk membangun rumah di kawasan Puncak. Ternyata HSS mempunyai lahan puluhan hektar. Entah punya dia sendiri ataukah aset punya TNI.

 

Kemudian pembicaraan sampai juga kepada masa-masa sekolah jaman dahulu. Teman ini tahun 1974 sekolah di STMN I  Jalan Budi Utomo Jakarta Pusat. Tahu betul suasana di seputar Budi Utomo. Waktu itu di situ ada STMN 5, ada SKKA dan ada SMAN I. Pernah terjadi siswa STMN I berantem dengan siswa SMAN I Budi Utomo  dan akhirnya untuk melerai supaya tidak terjadi perkelahian yang berkelanjutan di jalan Budi Utomo dijaga panser. Usut punya usut ternyata (waktu itu) di SMAN I , seorang siswanya adalah anak nomor satu penguasa republik ini. Pada waktu peristiwa Malari misalnya, jalanan Budi utomo ditutup dan dijaga oleh para tentara sehingga para siswa yang sekolah di sekolahan jalan Budi Utomo tidak bisa keluar sama sekali. Rupanya memang sengaja jalanan diblokir, karena ternyata di Pasar Baru dan Proyek Senen sudah terjadi penjarahan dan pembakaran. Kalau tidak diblokir, mungkin ada diantara para siswa ikut menjarah, tertangkap dan atau cedera.

 

Belakangan menurut teman itu, sisa-sisa reruntuhan dari Pasar baru dan Proyek Senen, dibuang ke tempat pembuangan sampah, yang sekarang menjadi lokasi ITC Cempaka Putih. Beberapa penduduk ada yang mengais-ngais di tempat sampah tersebut dan banyak ditemukan emas, arlodji dan barang berharga lainnya yang masih bisa dimanfaatkan. Mungkin terinspirasi dari situlah barangkali para pemulung sekarang ini melakukan kegiatan mengais-ngais di tempat sampah. Siapa tahu mendapatkan sebongkah emas/berlian.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment