January 26, 2010

Doktor Honoris Causa

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:01 am

Pagi ini (26/01) ketika akan menuju ke kantor, di lift bertemu dengan seseorang yang menceritakan serba sedikit tentang pemberian penghargaan gelar akademik doktor honoris causa. Pikiran melayang kepada peristiwa beberapa waktu lalu saat UI memberikannya kepada orang-orang yang telah berjasa dalam bidang ilmu tertentu. Disini tidak akan diceritakan apa itu doktor honoris causa, dipersilahkan pembaca mencara informasi sendiri. Hanya akan bercerita bagaimana proses atau kegiatan pemberian doktor honoris causa pada waktu dahulu kala.

Pada tahun 60-an atau 70-an, UI pernah memberikan doktor honoris causa kepada Presiden Filipina Ferdinand E. Marcos. Menurut seorang pegawai administratif yang ikut hadir pada acara tersebut, perhatian orang bukan kepada penerima gelar doktor honoris causa, tetapi kepada pendampingnya yaitu  Imelda Marcos. Dengan busana khas negaranya, punggung Imelda dibiarkan terbuka. Orang-orang yang melihatnya sampai berdecak. Maklumlah, Imelda sebelum dipersunting Marcos adalah pemegang gelar Ratu Ayu di negaranya.

Lain lagi yang terjadi pada era tahun 80-an. Sewaktu penulis masih menjadi mahasiswa sempat mengikuti upacara pemberian gelar doktor honoris causa kepada seniman Malaysia Sayed Hussein. Tapi rupanya pada saat pemberian gelar doktor kehormatan itu ijazah doktornya belum selesai. Setiap penulis ke kantor Humas di Gedung Rektorat Kampus Salemba, ijazah tersebut terpampang di salah satu sudut dinding kantor Humas.

Tahun 1990-an UI tidak terlalu aktif memberikan gelar doktor kehormatan. Tetapi produktif sekali mencetak para doktor yang melakukan studi secara terstruktur di berbagai fakultas di lingkungan UI. Baru pada era Rektor Prof. Gumilar R. Somantri pemberian doktor kehormatan ini mulai aktif kembali. Untuk menyeleksi siapa yang pantas diberikan doktor kehormatan, Rektor membentuk tim tersendiri para anggotanya dari berbagai fakultas. Dalam kurun waktu dua tahun telah diberikan  gelar doktor kehormatan kepada 4 orang, baik kepada orang-orang yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar Negeri. Mereka itu adalah Taufik Ismail (Sastrawan/Penyair), Taufik Abdullah (peneliti dari LIPI), Isidro Aguella (pengelola Webometrix) dan salah seorang pendiri salah satu universitas di Jepang.

Rupanya tidak hanya UI saja yang  memberikan gelar doktor kehormatan. Beberapa perguruan tinggi lain seperti ITB, IPB dan UGM pun melakukan kegiatan yang sama. Ini artinya ada semaca m persaingan yang sehat untuk menghargai orang yang berajasa dalam bidang ilmu tertentu. Dalam waktu dekat ini, UI juga sedang melakukan persiapan untuk memberikan doktor kehormatan kepada B.J. Habibie.

Ada ’kabar-kabari’ UI ingin memberikan doktor honoris causa kepada salah satu kepala negara terkenal. Namun rupanya perguruan tinggi lain pun punya maksud yang serupa. Kalau sudah begini, urusannya harus melibatkan negara sebagai ”penengahnya” karena sudah menyangkut kepada reputasi dan kehormatan perguruan tinggi. ”Penengah” ini yang akan menentukan keputusan mana yang akan diambil. Kita lihatlah nanti bagaimana kelanjutan dari ‘kabar-kabari’ ini.