January 15, 2010

Malapetaka Limabelas Januari (Malari)

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:46 am

Mahasiswa  yang lahir pada akhir tahun 1960 an dan tahun 1970 an tidak semuanya tahu tentang peristiwa Malapetaka limabelas Januari 1974 atau lebih dikenal dengan MALARI, yaitu suatu tragedi yang terjadi dimana massa melakukan pembakaran kendaraan buatan Jepang di jalan-jalan disertai dengan perusakan gedung-gedung yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta. (lihat juga tulisan Malari di blog ini beberapa waktu lalu).

Sehari sebelum peristiwa itu terjadi, pimpinan mahasiswa UI melakukan diskusi bersama pimpinan mahasiswa UI lainnya di Universitas Trisakti, membicarakan perkembangan yang terjadi di negeri tercinta ini. Pada saat itu, pemberitaan di berbagai media yang sedang hangat yaitu tentang sikap kritis mahasiswa mengenai dominasi produk-produk Jepang di Indonesia serta peranan dari Asisten Pribadi (aspri) Presiden Soeharto yang dianggap terlalu dominan dan sangat mempengaruhi kebijakan yang diambil pimpinan negara daripada para menterinya.

Dari peristiwa Malari ini, kemudian muncul ke permukaan pertentangan (demikian pers waktu itu memberitakan) antara Jenderal Soemitro, waktu itu sebagai Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) dengan Jenderal Ali Murtopo, salah satu aspri Presiden. Beberapa tokoh mahasiswa/dosen ditahan/dikucilkan, antara lain Sjahrir, Arif Rahman,  Hariman Siregar, Ketua Dewan Mahasiwa Universitas Indonesia. Beberapa istilah yang waktu itu mulai populer yaitu Guntur dan Nirbaya (Kampus Kuning) , tempat dimana para tokoh mahasiswa ditahan.

Menurut sebuah sumber informasi, sebetulnya demonstrasi akan dilakukan pada bulan Desember 1973. Tetapi saat itu  Baru saja dilakukan pelantikan Rektor  UI Prof.Dr. Mahar Mardjono menggantikan Prof. Dr. Ir. Soemantri  Brodjonegoro yang sakit. Barulah ketika Prof. Soemantri Brodjonegoro wafat, para mahasiswa gencar melakukan aksi-aksi demonstrasi. Pihak UI yang baru melakukan pergantian kepemimpinan, sangat direpotkan dengan peristiwa Malari ini. Purek III UI (waktu itu dijabat Prof. Dr. Sri-Edi Swasono)  harus sering bertemu dengan pihak berwajib (Laksamana Sudomo). “Kesibukan” di pihak UI ini, tidak semua orang mengetahuinya.

Pemikiran para mahasiswa yang kritis serta gerakan menentang kezaliman penguasa pada peristiwa Malari ini rupanya terus menular di kalangan mahasiswa. Secara sporadis, mahasiswa melakukan aksi dan demo-demo pada tahun-tahun 1978, tahun 1979-1980 dimana tentara mengejar para aktivis mahasiswa yang menentang NKK/BKK ke dalam kampus Salemba UI dan kampus ITB. Tahun 1982  mahasiswa juga bergerak mengadakan demonstrasi yang berkaitan dengan pemilihan umum.

Pola dan gerakan demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa waktu itu, cepat dapat diatasi pihak aparat, karena hanya didukung oleh sebagian kecil elit intelektual, parpol dan institusi di luar pemerintah masih lemah, belum populer dan masih rendahnya kesadaran tentang hak azasi manusia di kalangan aparat keamanan.

Lulusan Universitas Indonesia Sejak Tahun 1950 (Bagian 6)

Filed under: Lulusan UI — rani @ 8:27 am

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Tahun 1950

1.D.J. van Hoorn;  2.C.G.van Goost;  3.Lie Tjik Tjwan;  4. Jo Kian Tjay – Yap Hok Joe;  5. v.d. Dool;  6. Gouw Giok Siong; 7. A.C.H. de Jongh.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Tahun 1951

1.Liem Djioe Lan;  2. Lips;  3. Tk. Sabarudin; 4.A. Murad Astrawinata;  5. Auwjong Peng Koen (P.K. Ojong);  6. Ny. Thung Liong Peng Liem Kit Lam;  7. Ny.E.F. Razak Muthalib.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Tahun1952

1.E.C. Maschweski;  2. Tagor Daulay;  3. Thung Tjip Nio;  4. D. Tahitu;  5. Siek Tjien Koen;  6. Lie Ting San;  7.Ny. Liem Wie Liang;  8. Oh Sien Hong;  9. R. Sulaiman Suriadinata;  10. Moh. Oesama Masduki;  11. Harris;  12. Kusnadi Hadibroto;  13. Rachmat Mangkudilogo;  14. Marulam Hutauruk.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Tahun 1953

1.Pietojo Mangkusubroto;  2. R.H. Engel; 3.Harjono Sumosudirdjo;  4. Gusti Majur;  5. M. Sumintardja;  6. Ny. Maduratna Amin Haznam;  7. J.C.T. Simorangkir;  8. Ko Swan Sik;  9. Tan Tjwan Swie;  10. Lukman Hanafiah;  11. Malikus Suparto;  12. Kusen Poerwodiredjo;  13. Iskandar Notobroto;  14. Sukardjo Adidjojo;  15. Ignatius Woerjono;  16. Sujatmo Martosuhardjo;  17. Oen Po Djiang;  18. Makmun Sulaiman;  19. Achmad Basri Astrawinata;  20.Paulus Muljono Mudigdo;  21. Kusno Wibowo;  22. Moechtar Praboe Mangkoenagoro.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) tahun 1954

1.R. Hemen Benny Mochtar;  2. Ny. Suwarmilah Suleiman;  3. Jan Oliemans;  4. Oetarid Sadino;  5. Alfred Hutauruk;  6. R. Sjarifudin Sumintardja;  7. Hilmi Saaman;  8. R. Wiratmo;  9. Djamaludin glr Dt. Singo Mangkuto;  10. Han Bing Hoo;  11. Tagor Cinagan;  12.The Hian Nio;  13. Song Tjoe Gie;  14. Santoso;  15. Markum Djojohadisaputro;  16. Rohana Hidajat;  17. R. Eddy Sudibjo;  18. Ismed Batara Siregar;  19. Loethain Arsjad;  20. R. Sudibjo Djojopranoto;  21. Moh. Isa Arief;  22. R. Subagio Djojopranoto;  23. Djariawan Damanik;  24. B. Sujatna Djajakusuma;  25. Mas Mardojo;  26. Basuki Mangkusubroto;  27. Willem van der Wal;  28. Adolf van der Wal;  29. Hetty Sigarlaki;  30. Ny. R.N. Amaludin Kartadiwiria;  31. Siahaan Constantijn – Maurits;  32. Rudolf Hermanses;  33. Achmad Dahlan Ibrahim;  34. Asikin Kusumaatmadja;  35. Raffly Rasad;  36. R. Arko Baksono;  37.Pandji Sukarno Gondokusumo;  37. Hasnoen Arifin;   38. L. Ong Tjing Boen;  39. R. Hadi Moentoro;   40. Sardjoe Soeprapto;  41. Ko Eng Han;  42. Waroto.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Tahun 1955

1.R. Abdusjsjafi Notowidagdo;  2. Soedjati Soeria;  3. Ny. Hidajati Ananta Prajitno;  4. Amin Azeharie;  5. Hasan Satir;  6. Soenarno Kartohudojo.  7. Ananta Prajitno;  8. Sheherazade Radjamin-Nasution;  9. Susanto;  10. Moechtar Effendi;   11.Mochammad Koesnoe;  12. Achmad Sanusi;  13. R. Djunito Hadisoemarto;  14. Sutarno Atmodiprodjo;  15. Sudharno Mustafa;  16. Suparman Sastrosuhardjo;  17. Suhanda;  18. Tan Seng Bie;  19. Oen In Nio;  20. Mas Moertolo;  21. R.A. Wiria Djumena;  22. Nono Sanjoto Harsono;  23. Tan Tek Gie Nio;  24. Rr. Sri Widojati Notoprodjo;  25. Mohamad Sjafei;  26. R. Sumarni Marsigit;  27. Oen Sioe Tjoen;  28. Soejoto;  29. Gan Ging Liong;  30. R.Prijatna Abdurrasjid;  31. Liem Tjing Hien;  32. R. Oekon Goenardi Argadinata;  33. Wirjawan Widjatmika;  34. Hartono Tjitrataruno;  35. Imam Soekardjo Sastrosoedirdjo;  36. Suardi Wikantaatmadja; 37. Boeshar Moehamad; 38. Soedono Poerwodiahardjo;  39. Suwaka Wignjowijoto;  40. Marah Ismael glr. Sutan Sulaiman;  41. Soedargo;  42. Ny. Tetty Hadriati Nasution;  43. M.Sanitioso;  44. Suffri Jusuf;  45. Soewarjo Ronojudo;  46. R. Martina Soekardi;  47. Ismail Rahardjo; 48. Ismail Djamil;  49. Eziddin;  50. Mochtar Koesoemaatmadja;  51. Soenarjati Soenarjo;  52. Moh. Kurnia Machdoem;  53. Hersubeno; 54. The Jok Ham;  55. Lie Hwat Nio;  56. Muljati Musthapa;  57. Marjam Soetijati;  58. Poerbowati Halimun;  59. Satmoko; 60. Rr.Karlinah Palmini Achmad;  61. R. Dewi Abdulwapa;  62. Siti Lestari;  63. Soepardo;  64. Herdin Panggabean;  65. Langgariana Siregar;  66. Daan Sulaiman;  67. Zahar Arifin;  68. Delma Juzar;  69. Rosma Achmad.