January 5, 2010

Lulusan Universitas Indonesia Sejak 1950 (Bagian 1)

Filed under: Lulusan UI — rani @ 4:16 pm

Tulisan berikut (lebih tepatnya daftar nama) di bawah ini, para lulusan Universitas Indonesia (UI) sejak tahun 1950 hingga 1975 diambil dari buku  “Sarjana Universitas Indonesia 1950-1975” terbitan Humas UI yang dikeluarkan pada bulan Juli 1976. Mudah-mudahan dapat membantu memberikan informasi yang diperlukan serta sebagai bahan melengkapi dokumentasi mengenai UI yang saat ini sudah langka ditemukan. Paling tidak bisa meramaikan  di jagat maya. Kalau ingin mengetahui nama para lulusan UI, maka dengan mudah dapat dicari  di google.

Aslinya, pada daftar nama para lulusan UI tersebut, dicantumkan tanggal, bulan dan tahun kelulusan yang tercantum pada ijazah. Tetapi untuk kemudahan membaca dan kenyamanan dalam penulisan, maka hal tersebut hanya disebutkan saja tahun kelulusannya. Dengan pemunculan tulisan ini, diharapkan akan menjadi suatu tradisi baru untuk mencari nama-nama para lulusan UI cukup dengan mencarinya di google.

Lulusan FKUI Tahun 1950

1.R. Mochammad Enoch; 2.Ong Thian Sik; 3.Ny. The Djien Hwie; 4.R. Moehardono; 5.Oen Poo Khien; 6.Tan Tik Hong; 7.Oei Tjhoen Liem; 8. Lie Djoe Eng; 9. Goei Bian Gwan; 10. G.H. Hereman; 11. J.C. v Deventer; 12. Ny. v/d Werf Messing Brigitte Hendrike Paule; 13. Liem Goan Phok; 14. A.J. v Meurs; 15. Sj. Schaafsma; 16. Lie Ging Tjwan; 17. Tan Tjoan Gwan; 18 The Sie Tiat; 19. Pouw Tek Lie; 20.Tan Tjoang Khe; 21. A. Sersansie; 22. Tan Tik Lim; 23. Oei Tat Ie.

Lulusan FKUI Tahun 1951

1.Oey Goan Pien; 2.Him Soek Kioen; 3. R. Moch. Salamun; 4. V.H. Rutgers; 5. Arifin Sjoekoer;  6. Oei Bing Thay; 7. Tan Tjeng Tay; 8. R. Affandi Dipodipoetro; 9.Clementin V. Bochem; 10. Ong Liang Kiong; 11.Ouw Tek Jong; 12.Tan Tjoan Han; 13. Peng Lie Tjoa; 14. Lie Tjeng Hway; 15. Mohamad Basoeki; 16. M. Abdoellah Kartodiwirjo; 17. Liem Boen Houw; 18. Oei djwee Bing; 19. Njoo Khik Djiang; 20. R. Soekojo.

Dubai, China dan UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:33 am

Pagi ini mendengar berita di salah satu stasiun televisi, negara Dubai, salah satu negara Uni Emirat Arab (UEA) di kawasan Timur Tengah, meresmikan gedung/tower (burj)  setinggi 828 meter yang merupakan gedung yang paling tinggi di dunia. Beberapa waktu yang lalu juga Dubai meresmikan satu hotel yang termewah dan termegah di dunia, dengan bayaran satu kamarnya ribuan dolar semalam. Sebelumnya terdengar kabar pula, Dubai Inc yang menjadi induk beberapa perusahaan besar di Dubai meminta penangguhan pembayaran hutang-hutangnya yang mencapai limapuluhan milyar dolar.

 

Sementara itu, dalam tahun ini pula mulai diberlakukan perjanjian China-AFTA, dimana barang-barang buatan China boleh secara bebas memasuki pasar di negara-negara ASEAN. Ini Artinya produk-produk barang China bebas diperdagangkan di Indonesia. Seperti diketahui produk barang barang China sangat disukai konsumen karena harganya yang murah dengan kualitas yang bersaing dengan barang buatan negara lainnya. Maka tidak akan dapat dibendung lagi, barang cina akan “membanjiri” pasar-pasar di Indonesia. Disinilah letak keunggulan China tidak bisa ditahan-tahan lagi.

 

Dalam pada itu, UI yang katanya ingin menjadi salah satu yang diperhitungkan dan unggul  di bidang  pendidikan tinggi dan riset di tingkat Asia dan dunia, berusaha semaksimal mungkin “membenahi” diri menuju ke arah sana. Beragam usaha dilakukan, berbagai kerjasama dijalin dengan berbagai institusi dari dalam dan luar negeri. Pembangunan pun terus dijalankan. Salah satu diantaranya pembangunan gedung perpustakaan, yang konon katanya terbesar di dunia seperti yang dikatakan Rektor UI pada saat pemancangan tiang pondasi gedung, Juni tahun lalu. Tetapi akhirnya dalam berbagai kesempatan Rektor meralatnya menjadi perpustakaan terbesar di Asia. Perpustakaan menjadi simbol daripada kemajuan peradaban dan keberhasilan suatu institusi pendidikan tinggi.

 

Memang perlu mencanangkan sesuatu yang tinggi dan serba yang paling maju, paling besar, dan paling yang lainnya. Tetapi jangan sampai mengabaikan hal-hal lainnya yang dapat menunjang keberhasilan yang telah disebutkan di atas. Kalau hal tersebut diabaikan, maka orang akan mencibirkan bibirnya dan berkata “paling-paling………..”

Berapa Jumlah Alumni UI?

Filed under: Lulusan UI — rani @ 9:34 am

Siapa yang bisa menghitung dengan cepat dan tepat berapa jumlah alumni UI sampai sekarang? Sejak tahun 1990 an saya berusaha menghitungnya, tetapi rupanya tidak ada data yang cukup valid tersedia, apakah di tingkat departemen, Fakultas atau bahkan di tingkat Universitas sekalipun. Rektor UI dalam berbagai kesempata selalu menyebut-nyebut kisaran angka 100 ribuan, untuk semua mahasiswa program studi yang ada di lingkungan UI, mulai dari jenjang diploma sampai Doktor. Tetapi kalau ditelusuri dari mana data itu diperoleh, pastilah akan sangat sukar untuk menjawabnya.

Dahulu sebelum era BHMN (sebelum tahun 2000), UI masih rajin mengumpulkan berbagai data  dari berbagai fakultas dan institusi yang ada di lingkungan UI untuk dijadikan Buku Laporan Tahunan kepada Depdiknas. Tetapi laporan tahunan itu pun masih selalu tidak “klop” antara data yang ada di fakultas dengan data yang ada di tingkat Universitas. Maka biasanya selalu dibuat “kesepakatan” data mana yang akan dipakai untuk dijadikan laporan secara resmi. Hal ini terjadi karena masing-masing program studi masih selalu menerima mahasiswa di luar yang sudah ditentukan oleh universitas. Tetapi sekarang, tampaknya hal demikian sudah  tidak ada lagi dengan semakin baiknya proses penyimpanan dan pemrosesan data mahasiswa/lulusan menggunakan komputerisasi secara terpadu dan terpusat.

Kembali kepada masalah utama judul tulisan ini, yaitu mengenai  jumlah alumni, apa asumsi dasarnya seseorang itu dianggap sebagai alumni UI? Kalau secara ketat, maka kriterianya adalah seseorang yang telah menyelesaikan studinya dalam waktu tertentu di lingkungan UI dan kemudian dia mendapat ijazah sesuai dengan program studi dan jenjang yang  ditempuhnya, dimana dalam ijazah itu diterangkan tanggal kelulusan yang bersangkutan.

Nah, apakah UI mempunyai data nama-nama para lulusan sejak UI  menggunakan nama Universitas Indonesia (1950)? Hal ini pun tampaknya tidak semua orang mengetahui dan memilikinya.  Ini salah satu kelemahan UI yang abai terhadap data-data, terutama yang berkaitan dengan masa lampau. Padahal, perencanaan masa depan harus ditunjang dengan data dan informasi yang akurat, termasuk juga data di masa lalu. Seperti yang telah disinggung dalam tulisan sebelumnya (lihat Sejarah Ringkas UI), data/informasi masa lampau merupakan “benang merah” yang dapat mempertautkan masa lalu dengan masa kini dan masa mendatang. Tulisan ini sebagai pembuka awal untuk menyajikan tentang para lulusan UI mulai dari tahun 1950 hingga 1975.