January 4, 2010

Sejarah Ringkas Universitas Indonesia

Filed under: Lulusan UI — rani @ 4:02 pm

Memasuki  awal tahun 2010 ini, penulis mencoba untuk memuat berbagai tulisan atau hal lainnya yang berkaitan dengan masa lampau tentang UI.  Karena ternyata  generasi sekarang kurang memahami tentang semangat yang menjiwai para pengelola UI masa lampau. Mudah-mudahan dapat menjadi “benang merah” bagi UI di masa sekarang dan masa mendatang.

Sejarah Universitas Indonesia sesungguhnya bermula jauh sebelum tanggal 2 Februari 1950. Sebelum itu telah ada Balai Pendidikan Tinggi R.I. Bahkan masa pendahuluan Universitas Indonesa dapat ditarik lebih jauh lagi ke dalam jaman penjajahan.

Perguruan tinggi lainnya yang mendahului Universitas Indonesia adalah “Universiteit van Indonesie” yang didirikan oleh NICA (Netherlands Indies civil administration) pada tahun 1946. Sampai tahun 1949 “Universiteit van Indonesie” ini tidak saja berpusat di Jakarta tetapi juga meliputi kota-kota lainnya di Surabaya (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi) dan di Makassar (Fakultas Ekonomi) juga di Bandung dan Bogor ada Fakultas-fakultasnya.

Segera setelah Negara Indonesia diproklamasikan didirikanlah Lembaga Pendidikan yang merupakan gabungan dari “ Universiteit van Indonesie” dengan “ Balai Pendidikan  Tinggi R.I.” Nama yang diberikan kepada Lembaga pendidikan yang baru itu ialah “Universitas Indonesia” yang kita kenal sekarang. Dalam tahun-tahun pertama Universitas Indonesia dibawah pimpinan Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokrohadisoerjo (alm) sebagai Presiden dibantu oleh Profesor W. Z.  Johannes. Pada tahun 1951-1954 pimpinan kemudian diserahkan kepada Prof. Mr.Dr. Soepomo (alm) yang juga menjabat guru besar luar biasa pada Fakultas Hukum dan Pengetahuan Kemasyarakatan di Jakarta.

Tugas untuk menyatukan kedua Lembaga Perguruan Tinggi yang ada sebelumnya sungguh tidak ringan. Kuliah-kuliah yang ada pada mulanya diberikan dalam bahasa Belanda. Tetapi mulai tahun 1951 dikeluarkanlah peraturan Menteri Pendidikan Pengajaran & Kebudayaan yang mengubahnya menjadi bahasa Indonesia. Demikian pula peraturan-peraturan lain berangsur-angsur diambil oleh Pimpinan Universitas Indonesia sehingga pada tahun 1951 terdapat 10 buah fakultas-fakultas yang letaknya tersebar di kota-kota Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya dan Makassar (Ujung Pandang).

Fakultas-fakultas di Jakarta adalah gabungan dari Fakultas-fakultas Balai Perguruan Tinggi (Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastera) dengan fakultas-fakultas dari “Universiteit van Indonesie” (Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastera dan Ekonomi). Sedangkan Fakultas-fakultas di tempat lainnya (Bandung, Bogor, Surabaya, Makassar) adalah lanjutan dari “Universiteit van Indonesie”.

Prof.Mr.Dr. Soepomo dalam pidato Dies Natalis Universitas Indonesia yang keempat pada tahun 1953 menggambarkan bagaimana dimulianya usaha meng “Indonesiasi”, sebagai langkah pertama dalam mengembangkan Universitas Indonesia. “Indonesiasi”, ini pertama-tama menyangkut kurikulum dan staf pengajar. Bahwa Universitas Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadikan dirinya suatu Lembaga Perguruan Tinggi yang berguna bagi pembangunan masyarakat dan Negara Indonesia Nampak dalam usaha “Indonesiasi” ini. Istilah yang dipergunakan ialah otonomi Universitas yang meliputi kerochanian dan otonomi materiel. Otonomi Universitas dari ideelnya mempunyai arti kebebasan berbicara, berpikir dan melakukan penelitian.

Pada tahun 1954 Fakultas Kedokteran cabang Surabaya serta Lembaga Kedokteran Giginya dipisahkan dari Universitas Indonesia untuk menjadi bagian dari Universitas Airlangga yang pada tahun itu berdiri di sana. Demikian pula pada tahun 1955 Fakultas Ekonomi cabang Makasaar serta Fakultas Hukum yang sementara itu telah dibuka di sana, dipisahkan pula untuk menjadi Universitas Hasanuddin. Dengan demikian sejak itu Universitas Indonesia hanya tersebar di tiga kota yakni Jakarta, Bogor, dan Bandung. Masa itu dikenal dengan sebutan “Masa Tiga Kota ”dari tahun 1955 -1959”.

Pada tahun 1959 menyusul Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Bandung menggabungkan diri dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan di sana. Walaupun sampai tahun 1960 Universitas Indonesia masih mempunyai Akademi Pendidikan Jasmani di Bandung, tetapi dapat dikatakan bahwa sejak berdirinya ITB, maka pada tahun 1959 sampai tahun 1963 Universitas Indonesia hanya meliputi Lembaga-lembaga Pendidikan yang sebagian terbesar terdapat pada kota-kota Jakarta dan Bogor. Karenanya periode ini dikenal dengan nama “Masa Dua kota”.

Pada permulaan “masa dua kota” ini (1958-1962) Universitas Indonesia dipimpin oleh Ketua Presidium Profesor Dr. Sudjono Djuned Pusponegoro, dan anggota-anggotanya, masing-masing Profesor Djoko Sutono, SH dan Profesor Tan Tjoe Siem SH. Sebelumnya Universitas Indonesia dipimpin oleh Profesor Bahder Djohan gelar Marah Besar sebagai Presiden yang ketiga. Tahun 1962 nama jabatan Presidium diubah menjadi Rektor. Berhubung Profesor Sudjono Djuned Pusponegoro diangkat menjadi Menteri maka jabatan Rektor digantikan oleh Let. Kol. TNI dr. Sjarif Thayeb (sekarang Let. Jen) dengan pembantu-pembantunya Prof.Dr. Slamet Iman Santoso sebagai Pembantu Rektor Bidang Akademi, Profesor Umar Seno Adji, SH selaku Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan  dan Profesor Dr. Ir. Moh. Sadli selaku Pembantu Rektor bidang Administrasi dan Keuangan bertugas keluar negeri maka masing-masing digantikan oleh Profesor M. Djoewari (alm) dan Drs. Teuku Umar Ali. Sedangkan sekretaris Senat Universitas dipegang oleh Profesor. Dr. Mr. Soekanto sampai beliau meninggal pada tahun 1961. Dalam jabatan itu beliau berturut-turut digantikan oleh Profesor Hendarmin Sastrosupeno (alm) dan Profesor. Dr. slamet Iman Santoso.

Sejak tanggal 11 Februari 1964 kampus Universitas Indonesia hanya terdapat di Jakarta saja, setelah pada tanggal itu “Institut Pertanian Bogor” (IPB) dipisahkan dari Universitas Indonesia. Mengingat sejarah dan peranannya maka tidaklah mengherankan apabila Universitas Indonesia menjadi Universitas Utama di Jakarta.

Dalam masa itu Universitas Indonesia hanya mempunyai 7 buah fakultas yang kemudian diperluas menjadi 10 fakultas guna menampung hasrat para muda-mudi Indonesia untuk memperoleh keahlian dan pengetahuan yang sangat diperlukan bagi pembangunan.

Fakultas-fakultas yang berada di lingkuangan Universitas Indonesia hingga kini adalah:

1.      Fakultas Kedokteran

2.      Fakultas Kedokteran Gigi

3.      Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam

4.      Fakultas Teknik

5.      Fakultas Hukum

6.      Fakultas Ekonomi

7.      Fakultas Sastra

8.      Fakultas psikologi

9.      Fakultas Ilmu-ilmu Sosial

10. Fakultas Kesehatan Masyarakat

Sedangkan Rektor-rektor yang pernah memimpin Universitas Indonesia yakni:

1.      Prof.Ir.R.M. Pandji Soerahman (1950-1951)

2.      Prof.Mr.Dr. Soepomo (1951-1953)

3.      Prof.Bahder Djohan (1954-1958)

4.      Prof.Dr. Sudjono Djuned Pusponegoro (1958-1952)

5.      Let. Jen. Dr. Sjarif Thayeb

6.      Prof.Dr.Ir. Soemantri Brodjonegoro (1964-1968) dan (1968-1973)

7.      Prof.Dr. Mahar Mardjono (1973-1978)

(sumber: Buku Sarjana Universitas Indonesia 1950-1975 terbitan HUMAS UI 1976)