January 29, 2010

Pikiran, BukU dan Ilmu (PUI) di Perpustakaan UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:49 am

Tiga kata serangkai yang senafas dan menjadi tulang punggung peradaban bangsa. Pikiran mencerminkan orang yang dinamis dan kreatif. Buku melambangkan penuangan gagasan pikiran yang sistimatis yang juga menunjukkan satu peradaban dalam perjalanan sejarah dunia, dimana Gutenberg ’menciptakan’ mesin cetak yang menimbulkan pemasyarakatan dan pemasalan ilmu pengetahuan dalam bentuk buku.. Ilmu adalah sebagai pengejawantahan dari pikiran dan aplikasi ilmu pengetahuan yang didapat secara tertulis (buku). Pengembangan keseluruhan tiga kata tersebut telah menghasilkan suatu perubahan peradaban dunia secara signifikan. Dan perubahan ini (pada mulanya) dimulai dari lingkungan pendidikan. Tengoklah bagaimana perubahan negara ini dimulai. Berawal ketika penduduk bumiputera mendapatkan pendidikan dari penjajah. Muncullah kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan para terdidik di Hindia Belanda.

 

Gagasan tulisan ini muncul, tatkala melihat gedung perpustkaan UI yang hampir selesai pembangunan fisiknya, yang konon katanya untuk merampungkannya masih memerlukan sejumlah dana. Gedung tersebut akan diisi berbagai buku dari fakultas yang ada di lingkungan UI dan akan dibuka non-stop 24 jam. Tapi saya membayangkan akan sangat monoton dan membosankan.

 

Saya membayangkan di gedung perpustakaan itu ada stasiun  televisi UI lengkap dengan studio untuk melakukan rekaman atau penayangan langsung acara tersebut. Gedung yang tinggi memudahkan untuk memasang antene televisi. Di TVUI itu bisa dibuat berbagai acara yang mengkhususkan diri  dengan topik yang berkaitan dengan PUI, sehingga suasana perpustakaan menjadi ramai. Letak gedung yang berada di tengah-tengah kampus Depok, memungkinkan untuk meliput berbagai kegiatan yang terjadi di lingkungan kampus Depok dengan mudah. Setiap saat bisa dilakukan rekaman, baik untuk siaran TVUI maupun untuk membuat modul-modul pengajaran. Paket modul pengajaran ini nantinya bisa juga dipakai untuk perguruan tinggi lainnya. Dengan nama besar UI serta SDM yang ada di UI, saya kira tidak akan kehabisan topik untuk dibuat menjadi paket siaran yang menarik. TVUI juga sebagai jawaban atas apa yang ditayangkan oleh semua stasiun televisi swasta yang ada, dimana tidak terlalu memberikan porsi terhadap kegiatan yang bersifat atau ‘berbau’ akademis.

 

Biayanya dari mana? Bagaimana pengelolaannya?

Jangan dulu berpikir seperti itu, namanya juga mimpi. Paling tidak sudah bisa menuangkan pikiran untuk meramaikan perpustakaan UI.

January 28, 2010

Cerita Lain Tentang Calon Guru Besar

Filed under: Uncategorized — rani @ 5:49 pm

Siang menjelang sore hari ini (28/01) secara kebetulan bertemu dengan seorang staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI di kantor Bank BNI kampus UI Depok. Seorang teman yang cukup dekat, satu angkatan sama-sama masuk ke UI, tetapi dia kuliah di fakultas kedokteran. Ketika ditanya bagaimana kabarnya, dia langsung melayangkan selembar surat. Ketika dibaca, ternyata surat penolakan terhadap usulan pengangkatan sebagai calon Guru Besar.

 

Di dalam surat itu disebutkan tentang belum adanya keputusan yang jelas dari yang memeriksa (reviewer) berkas berkasnya di tingkat Departemen/jurusan. Dia berang, karena merasa telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Antara lain kum yang telah dikumpulkan mencapai 1050. Padahal persyaratan yang harus dipenuhi cukup dengan mengumpulkan kum 850 saja. Berkali-kali bolak-balik diperiksa di tingkat departemen dan Fakultas. Semua keraguan tentang perkembangan keahliannya telah dijawabnya. Tetapi ternyata akhirnya yang keluar surat penolakan sebagai calon guru besar. Walaupun memang persoalannya belum final, tetapi membuatnya masygul.

 

Baru kali itulah saya melihat ekspresi dia yang tampak loyo. Padahal biasanya selalu optimistis. Saya cuma bisa menghiburnya, barangkali belum waktunya saja. Kalau memang sudah waktunya, siapa pun tidak akan bisa menghalangi.

 

Di beberapa fakultas di lingkungan UI, begitu cepatnya seorang staf pengajar  bisa mencapai jenjang guru besar, seperti yang terjadi di Fakultas Teknik. Tetapi ada fakultas yang pengangkatan guru besarnya sudah cukup umur, seperti di Fakultas Kedokteran.

Sebetulnya kalau teman itu proses  pengangkatan guru besarnya lancar, termasuk guru besar yang terbilang muda di lingkungan fakultasnya, satu prestasi tersendiri.

Selalu Ada Pro dan Kontra

Filed under: Uncategorized — rani @ 5:22 pm

Membaca berita pagi ini (28/01) di tabloid Tempo, katanya jalan-jalan protokol di ibukota akan dipenuhi dengan para demonstran yang pro dan kontra pemerintahan SBY memperingati 100 hari kabinet bersatu jilid ke-2. Saya jadi teringat kepada peristiwa yang berlangsung kemarin pagi (27/01) di kampus UI Depok.

 

Kemarin telah berlangsung upacara pengukuhan dua orang Guru Besar, yaitu Prof.Dr. Ibnu Hamad, Msi, dosen Ilmu Komunikasi FISIP dan Prof.Dr. Hamdi Muluk, Msi., staf pengajar Fakultas Psikologi. Dua-duanya mempunyai kesamaan tahun kelahirannya yaitu 1966 dan sama-sama masuk UI tahun 1985. Tetapi dalam tulisan ini tidak akan disinggung tentang keduanya, tetapi membicarakan ihwal yang berkaitan seputar guru besar.

 

Kalau dahulu kala, pengangkatan guru besar harus mendapat persetujuan dari presiden, maka pada tahun 2000 an, cukup dengan persetujuan menteri pendidikan nasional. Namun memang harus ada persyaratan tertentu yang masih harus dipenuhi misalnya, dosen yang bersangkutan harus sudah mencapai lektor kepala, mengumpulkan sejumlah kum tertentu dan pernah melakukan publikasi  dalam jurnal ilmiah. Kalau pada jaman dulu yang menjadi guru besar usianya tua-tua, tetapi sekarang cenderung lebih banyak yang muda-muda, karena salah satu  faktor pendorongnya yaitu publikasi ilmiah yang kerap dilakukan oleh para dosen muda.

 

Proses seleksi dan pengusulan dimulai dari Jurusan/departemen, apakah seorang calon sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Setelah itu di tingkat fakultas pun diseleksi lagi, dilihat perkembangan keahlian sang calon, kum yang telah dikumpulkan dan lain-lain. Barulah diusulkan ke tingkat universitas. Di sini pun ada tim guru besar yang memeriksa lagi semua berkas-berkas sang calon. Kalau sudah dianggap tidak ada masalah barulah diusulkan kepada Ditjen Dikti Depdiknas.

 

Walaupun persyaratan menjadi guru besar sekarang (relatif) lebih mudah, tetapi untuk dikukuhkan sebagai guru besar ternyata oleh sebagian orang masih dianggap ribet, misalnya saja faktor biaya dalam upacara pengukuhan, seperti mencetak buku pidato pengukuhan, mencetak undangan, menyediakan konsumsi untuk undangan yang sebagian besar ditanggung oleh calon guru besar.

 

Rupanya  di kalangan para pengajar pun ada juga yang tidak menyukai sistem pengukuhan guru besar yang sudah berlangsung, dengan alasan yang telah disebutkan di atas. Mereka menganggap sudah cukup dengan SK dari Mendiknas, tidak usah ada acara seremonial segala macam. Publiklah yang akan menilai apakah seorang dosen pantas menjadi Guru Besar Sehingga tidak sedikit dosen yang sudah mengantongi SK Guru Besar belum dikukuhkan. Tetapi golongan yang pro terhadap pengukuhan beranggapan, perlu ada seremonial seperti orasi ilmiah, karena dengan demikian publik dapat mengetahui perkembangan keahlian dan keluasan/wawasan bidang ilmu yang digeluti seorang Guru Besar.

Lulusan Fakultas Kedokteran Tahun 1968

Filed under: Lulusan UI — rani @ 9:46 am

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1968

1.Binsar Parasian Simorangkir;  2. Raden Eman Guratman;  3. Ny. Hariasri Sudjono;  4. Likarti;  5. Narmansjah Daini Rachman;  6. R. Mohammad Dedi Afandi Widjajakusuma;  7. Mohammad Hartono Abdoerachman;  8. Mohammad Iljas;  9. Ratzarwin Nazar;  10. Slamet Wirjosaputro;  11. Surono;  12. Soewarna Adimihardja;  13. Simon Kusnandar (Tan Tjay Sing);  14. Warno Boedi Soemartono;  15. Lukman Mustar;  16. Argo Surip Martosiswojo;  17. Mubarik Achmad;  18. Philip Hasanuddin Panrita;  19. J.M.V. Suwarto;  20. Darmo Sugondo;  21. Fausi Darwis;  22. Ny. Ietje Suharti Soebianto Angoesman Singgih;  23. Ali Imron Mashuri;  24. Ismail Tukimin;  25. Marisi Butarbutar Izaac Zeth;  26. Machrani Siregar;  27. Rekso Santoso;  28. Sadeli Suganda;  29. Slamet Suroso Sugianto;  30. R. Soeharto;  31. Tatang Kartiman;  32. Ny. Tien Chudrin Tirtawinata;  33. Soekarno Soekarban;  34. Moh. Nurhidajat;  35. Haryanto Budi (A.J. Yap Ping Lien);  36. Marsoedi Sumanto Tjorowidjojo;  37. Hasidawaty Achmad;  38. Anida Idram;  39. Abd. Sjukur;  40. Jo Hok An;  41. Mohamad Ali Hanafiah;  42. Hamzah A. Chusni;  43. Loe Sian Nio;  44. Soerjadi Kartosoediro;  45. Bambang Soetjipto Prijosoedarmo;  46. Njoman Kumara Rai;  47. I. Gusti Putu Wiadnjana;  48. Sjamsoewidajat;  49. Mohamad Farid Aziz;  50. Like Sari Handikin;  51. Oei Hwie Ing;  52. Subur Budiman Setjaatmadja;  53. Tri Ruspandji Adisujono;   54. Siswohandojo;  55. Achmad Daurie Mochran;  56. Achmad Muajat Mohammad Natsir;  57. Achmad Tadjuddin Tirtawinata;  58. Ny. Alina Soekandar Amin Soetarto;  59. Anwar Jusuf;  60. Asril Bahar;  61. Aulia Alamsjah;  62. Priutama Aulia-Auw Phoi Siong;  63. Azis Wiriadidjaja;  64. Benjamin Putuhena;  65. Boedi Sadjarwa Anwar Mertawidjaja;  66. Boerman;  67. Boni Manupak Pasaribu;  68. Buchari Abdurrachman;  69. Busjra Muhammad Nur;  70. Dede Kusmana;  71. R. Djoko Simbardjo;  72. Doddy Pramodo Partomihardja;  73. Enud Jaja Surjana;  74. Esti Dwi Sabarati Sujachman;  75. Fachrida Ligi;  76. Fahmi Dja’far;  77. Firman Lubis;  78. Hadi Boedianto;  79. Hasnan Hamid;  80. M. Hatta Sjachrum;  81. Hedi Rosmiati;  82. Hermansjur Kartowisastro;  83. Idris Hadji Mas’ud;  84. I. Ketut Nukarna;  85. I Made Nasar;  86. Ii Supriatna;  87. Indriati Harahap;  88. Irawati Pulungan;  89. Jose Roesma;  90. R. Jubianto Judonarso;  91. Herman Setiawan (Jo Tiong Keng);  92. Junus Sumedi  Gazali;  93. Jusmansjah Idris;  94. Santoso Sumarahardjo (Khouw Lip Tik);  95. Laode Rote Tumada;  96. Asikin Mentari (Lie Kin Siong);  97. Regini Prabandari Soerjadi (liem Gien Nio);  98. Suwandhi Widjaja (LiemTjong Swan);  99. Maulana Mardajat;  100. Muslim Achmad Nathin;  101.Muzakkir Tanzil;  102. Nikmah Bahaudin;  103. Nirwan Arief;  104. J.S. Noerdin;  105. Nur Alam Massile;  106. Nursal Puar Sjahnawi;  107. Nusjirwan Rifki;  108. Ananta Widjaja (Oei Tjong An);  109. Rachman Arifin;  110. R. Rusmono;  111. Sjaiful Fahmi Daili;  112. Sajogo Sastrodihardjo;  113. Sangkot Mardjuki; 114. Santoso Cornain;  115. Felix Pardy Pranta (Siauw Ing Hok);  116. Siti Aisah;  117. Sjahruddin Harun;  118. Soepardi Soedibyo;  119. Sjarifuddin Sjamsuddin;  120. Ra. Soerjandari;  121. Sri Murni Poerwokusumo;  122. Suparman Kartosumitro;  123. Suparmi Ny. I Gusti Putu Wiadnjana;  124. Suparnadi Praptasuganda;  125. Supono;  126. Suprapto;  127. Paulus Kusuma Gunawan;  (The Kian Gie);  128. Taralan Tambunan;  129. Ronald Imam Setiadi (Tio Sie Tik);  130 Eddie Irsan (Thjio Giok Sing);  131.  Djohan Kusnan (Tjia Koen Jauw);  132. David Tirtasetia Agahari (Ng Tjio Sin);  133. Irwan Djajarahardja (Tjoa Khe Goan);  134. Tirto Hardjono Pudjianto (Tjoa Pi Hok);  135. Togar Simandjuntak;  136. R. Undang Iskandar;  137. Vera Pang;  138. Yusdi Haris;  139. Zakiah Balfas:  140. Rachmad Sadeli;  141. Ridhwan Ibrahim;  142. Zulrasjdi Djairis;  143. Anoebowo Moeljono Hardjopuro;  144. Soetjipto.

(sumber: Buku Lulusan UI 1950-1975)

January 26, 2010

Doktor Honoris Causa

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:01 am

Pagi ini (26/01) ketika akan menuju ke kantor, di lift bertemu dengan seseorang yang menceritakan serba sedikit tentang pemberian penghargaan gelar akademik doktor honoris causa. Pikiran melayang kepada peristiwa beberapa waktu lalu saat UI memberikannya kepada orang-orang yang telah berjasa dalam bidang ilmu tertentu. Disini tidak akan diceritakan apa itu doktor honoris causa, dipersilahkan pembaca mencara informasi sendiri. Hanya akan bercerita bagaimana proses atau kegiatan pemberian doktor honoris causa pada waktu dahulu kala.

Pada tahun 60-an atau 70-an, UI pernah memberikan doktor honoris causa kepada Presiden Filipina Ferdinand E. Marcos. Menurut seorang pegawai administratif yang ikut hadir pada acara tersebut, perhatian orang bukan kepada penerima gelar doktor honoris causa, tetapi kepada pendampingnya yaitu  Imelda Marcos. Dengan busana khas negaranya, punggung Imelda dibiarkan terbuka. Orang-orang yang melihatnya sampai berdecak. Maklumlah, Imelda sebelum dipersunting Marcos adalah pemegang gelar Ratu Ayu di negaranya.

Lain lagi yang terjadi pada era tahun 80-an. Sewaktu penulis masih menjadi mahasiswa sempat mengikuti upacara pemberian gelar doktor honoris causa kepada seniman Malaysia Sayed Hussein. Tapi rupanya pada saat pemberian gelar doktor kehormatan itu ijazah doktornya belum selesai. Setiap penulis ke kantor Humas di Gedung Rektorat Kampus Salemba, ijazah tersebut terpampang di salah satu sudut dinding kantor Humas.

Tahun 1990-an UI tidak terlalu aktif memberikan gelar doktor kehormatan. Tetapi produktif sekali mencetak para doktor yang melakukan studi secara terstruktur di berbagai fakultas di lingkungan UI. Baru pada era Rektor Prof. Gumilar R. Somantri pemberian doktor kehormatan ini mulai aktif kembali. Untuk menyeleksi siapa yang pantas diberikan doktor kehormatan, Rektor membentuk tim tersendiri para anggotanya dari berbagai fakultas. Dalam kurun waktu dua tahun telah diberikan  gelar doktor kehormatan kepada 4 orang, baik kepada orang-orang yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar Negeri. Mereka itu adalah Taufik Ismail (Sastrawan/Penyair), Taufik Abdullah (peneliti dari LIPI), Isidro Aguella (pengelola Webometrix) dan salah seorang pendiri salah satu universitas di Jepang.

Rupanya tidak hanya UI saja yang  memberikan gelar doktor kehormatan. Beberapa perguruan tinggi lain seperti ITB, IPB dan UGM pun melakukan kegiatan yang sama. Ini artinya ada semaca m persaingan yang sehat untuk menghargai orang yang berajasa dalam bidang ilmu tertentu. Dalam waktu dekat ini, UI juga sedang melakukan persiapan untuk memberikan doktor kehormatan kepada B.J. Habibie.

Ada ’kabar-kabari’ UI ingin memberikan doktor honoris causa kepada salah satu kepala negara terkenal. Namun rupanya perguruan tinggi lain pun punya maksud yang serupa. Kalau sudah begini, urusannya harus melibatkan negara sebagai ”penengahnya” karena sudah menyangkut kepada reputasi dan kehormatan perguruan tinggi. ”Penengah” ini yang akan menentukan keputusan mana yang akan diambil. Kita lihatlah nanti bagaimana kelanjutan dari ‘kabar-kabari’ ini.

January 25, 2010

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1966-1967

Filed under: Lulusan UI — rani @ 9:42 am

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1966

1.Alexander Jacob Anton Papilaja;  2. Abdul Gafur T. Idris;  3. Abdul Muin;  4. Adjit Singh;  5. Achmad Sanusi Tambunan;  6. Achmad Winardi  Boediarso;  7. Akrib Soekaman Wiranatanegara;  8. Amrah Moehtar;  9. Ang Hwat Gwan;  10. Ardaja;  11. Aris Tarkus Pauntu;  12. Armen Muhtar;  13. Aswita Damajanti Zainy;  14. Averdi Roezin;  15. Bagus Muljadi Sastrakusuma;  16. Bambang Kris Partawinata;  17. Ben Katarto K. Kusnoto;  18. Soedi Santoso;  19. Daldijono Hardjodisastro;  20. Damanhuri Rosadi;  21. Bulan Ginting Munthe;  22. Djailani;  23. Djajusman Damin; 24. Djohan Efendi;  25. Eddy Muhamad Hidajat;  26. Edi Suroto;  27. Entjep Hadjar;  28. Hadiarto Mangunnegoro;  29. Harmadji;  30. Harnoto;  31.Hoedijono;  32. Husaeri;  33. Husen Sutakarja;  34. Husni Hasbullah;  35. Ihutan Pane. 36. Ismail Atmadipura;   37. Jusuf Nisbah;  38. Kauw Kiat Djwan;  39. G. Kho Gwan Siang;  40. Ko Eng Hian;  41. Koo Boen Kiat;  41. Kwee Bok Eng Bujung;  42. Ny. Kwee Giok Jong- Lim Heng Tjoei;  43. Lembah Redati;  44. Liem Hian Tie;  45. Lukman Ahmad;  46. Maria Abdulsalam;  47. Masjuni Manaf;  48. Mimin Suminarsih Sachwan;  49. Mohamad Abubakar;  50. Moedjtahid Ahmad Djojosugito;  51. Mohamad Jusuf;  52. Mohamad Salmon;  53. Muljoto Kusumo Miharso;  54. Nicolaas M.W. Potoh;  55. Nugroho Indro Kusumo Kuntjoro;  56. Oom Surachman Sumawikarta;  57. Ong Swie Ling;  58. Arijanto D. Poesponegoro;  59. Osmar Oemar Ali;  60. Mangasa Pintor Panusunan Simorangkir;  61. Pudji Kusumaningyas;  62. Putu Wirja Masna;  63. Rasjid Piarah;  64. Riwajat Sujono;  65. Rukmini;  66. Rusmini Saoeni;  67. Richard Siahaan;  68. Sidik Setiamihardja;  69. Lautry G. Siregar;  70. Sawitri Pane;  71. Slamet Setioso;  72. Soedibjo Toeloes;  73. Soehariadi Soediro;  74. Soebroto Sapardan;  75. Sumadi;  76. R.B. Surjanto Sindubroto;  77. Sutarto Notokarsono;  78. Tan Bian Teng;  79. Tan Jenny Souraya;  80. Tan Siong Lim;   81. Tatang kartawan;  82. Tang Kui Bouw;  83. Thung Han Gie;  84. Tjan Jok Kie;  85. Tjia Oen Han;  86.Tjiong Han Bien;  87. Umar Salim;  88.Wahjuning Ramelan Sunardi;  89. Wibisono;  90. Wowoh Achdar Roehendar;  91. Yap Yong Beng;  92. Zainah;  93. Zainal Abidin Dja’far;  94. Zulkifli st. Tjaniago;  94. Sjarifuddin;  95. Usman Saptari.

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1967

1.Nurpias Tajab;  2. Ismet Nasri Oesman;  3. Kaunang David Samuel;  4. Bondan Hariono Wardi;  5. Ong Tiong Han;  6. Abdul Rasjid Adam;  7. Muhamad Mawardi;  8. Dervan Johanis Lada;  9. Wattie Frederik;  10. M.Tjoe Siauw Loan;  11.  A. Yauw Tjing Cheng;  12. Junizar;  13. Ino Laksana;  14. Surjanto Sundarno;  15. Parmanto;  16. Abubakar;  17. Alaudin Targun;  18. Abu Hanifah;  19. Bompa Mappangara;  20. Buchari;  21. Choa Kiem Liong;  22. Dewa Made Chandranegara;  23. Ny. Elijati Damanhuri Rosadi;  24. Dindin Zainuddin Hermawan;  25. Hadisantoso Katibul;  26. Jahdin Hasan Sjahlan;  27. Jusuf;  28. Milus Njunting;  29. S. Oei Tok Jang;  30. Parlindungan Siregar;  31. Sudarmadi;  32. Sudarmadi Wibisono;  33. Tan Eng Siong;  34. Thamrin Mahmud;  35. Adjo Achmad Sukardjan;  36. Adri Rivai;  37. Amin Soetarto;  38. Bambang Suprijo;  39. Emilia Hamzah;  40. Hilas Jonias Songan;  41. Rusdi;  42. Suprapto;  43. Takasihaeng Jan;  44. Mugijo Kartoutomo;  45. Mohamad Hadat;  46. Soegiharto Sokran;  47. Waworuntu Benny;  48. Retno Iswari Sastrosoewignjo;  49. Abdul Harry Barasila;  50. Ade Satrijani;  51. Endarto Sutarto;  52. Tenri Abang;  53. Asmuni Rachmat Ranggasudiro;  54. Axes Winarso;  55. Askar Chusaeri;  56. Badjora Siregar;  57. R. Boentaran Suwito;  58. Chaidar Nan Sati;  59. Daulat Manurung;  60. David Manuputty;  61. Didin Rochidin Roesamsi;  62. Edison Silaen;  63. Eddy Tahir;  64. Efiaty Arsjad;  65. Errol Untung Hutagalung;  66. Anggraeni Chusaeri;  67. Erijono Inoe Widodo Wijono;  68. Conot Soenoto;  69. Hadjat Santoso;  70. Hadji Mi’radj;  71. Hafiz Soewito;  72. Harijanto Mahdi;  73. Ignatius Boediman;  74. I. Gusti Agung Kompiang Rata;  75. Ijan Soetia Wiraatmadja;  76. Is Suhariah Darmawiredja;  77. R. Is Soekarsanto Sastromartono;  78. Istiantoro;  79. Julfiana Djamin;  80. Joseph Widaya;  81. Karjino Amir;  82. Kustomo;  83. Jan Prasetyo (Lie King Hian);  84. Ronny Lie Seng Ho;  85. P. Liem Lian Bwee;  86. M.J. Lim Gin Ling;  87. Maruhun Panggabean;  88. Moekijono Reksoprodjo;  89. Moeljardjo;  90. R. Muhamad Achmad Martadjaja;  91. Muslan Saradhwarni;  92. Nurul Akbar;  93. Igantius Hajadi Widjaja (Oei Bie Tjiang);  94. Prijanto Poerjoto;  95. R. Achmad;  96. Sarwono Goenawan;  97. Siti Airiza Jenie;  98. Pleyte Willy Edith;  99. Darmansjah Sabarudin;  100. Dasnan Ismail;  101. Endang Kodir Sumiarta;  102. Hartatiningsih;  103. I. Njoman Suesen;  104. Jati Harwati Hardjowardojo;  105. Jojo Wahidiat Atmawidjaja;  106. Mariana Dharma (M.I. Liem Ting Nio);  107. Otto Juniarto Rachman;  108. Samoero Walujo Soerjodibroto;  109. Soetopo Prawirosoemarto;  110. Sri Soedarjati Soedarjo;  111. Sujaka Suganda;  112. Sutomo Slamet Iman Santoso;  113. Togar Pandapotan Harahap;  114. Kusumahastuti Taniatmadja;  115. Boediharto;  116. Lukas Mangindaan;  117. Paula Thio Kiem Nio;  118. Tio Giok Kwan;  119. Andre Prasetyo (Tio Tiong Djien);  120. Mambang Budiarso (Tjhie Tjhoeng Sing);  121. Santoso Wibowo (Tjiong Hoei Han);  122. Tjijpto Sumartono;  123. Teguh Santoso Sukamto (Tjoa Wie Kiat);  124. Udin Sjamsudin;  125. Wirasmi Johanna;  126. Wirda Azis;  127. Wiratmo Harjoko.

(Sumber: Buku Lulusan UI 1950-1975)

January 23, 2010

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1965

Filed under: Lulusan UI — rani @ 1:13 pm

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1965

1.Anityo Mochtar;  2. Ny. Retno Iswari Suharto Tranggono;  3. Ny. Oemi Alifah M.K. Tadjoedin;  4. Abdulbari Saifudin;  5. Abdul Firman;  6. Abdullah Cholil;  7. Abdul Manan Ginting;  8. Abu Chairi Harun;  9. Achmad Bachrens;  10. Achmad M. Sajidiman;  11. Anang Abduroni;  12. Aned H. Jahja;  13. Asril Aminullah;  14. Mas Bambang Iman Rahaju;  15. Bambang Madijono;  16. Bambang Madijono;  17. Bastaman Basuki; 18. Bisono;  19. Budi Sajuto;  20. Dadang Hawari Idries;  21. Diapari Siregar;  22. Dipojono Djajengsukendro;  23. Rd.Mas Djokosubandono Suryokusumo;  24. Edwin Abas;  25. Hadiman;  26. Hadi Marjanto Abednego;  27. Hermini S. Adinata;  28. Hermawan Hardjosutjipto;  29. Hidajat Hardjoprawito;  30. Hirawan Supran;  31. Husein Alatas;  32.Ismail Ali Arlina;  33. Ismid Djalil I.B;  34. Istyanto;  35. Iwin Sumarman;  36. Djatmika Hardjasoepena;  37. Jojot Soemirat;  38. Josephine Maran;  39. Juliasti Salim;  40. Joestimar Joenoes;  41. Kartono Ihwani;  42. Koesno Martoatmodjo;  43. Komaruddin;  44. Kukuh Basuki Rachmad;  45. Kusnidar Jogasara;  46. Marius Aroef;  47. Marsudi Rasman;  48. Maruasas Guntur Radjagukguk;  49. Masjhur Arifin;  50. Moehamadi;  51. S. Moesono Moestadjab;  52. Mohamad Adnan;  53. Mohamad Nasif Arsjad;  54. Muhamad Djakaria;  55. Muhamad Rusli Thaib;  56. Moeljono Sudirman;  57. Muwahju Kadar;  58. Mradho Gunawan Sostromartono;  59. Nastiti Suwarti Kromodimuljo;  60. Natas Djasmadi;  61. F.A.M.Njoo Hway Soen;  62. Nur Arifin Naim;  63. Oei Goan Sing;  64. J. Oei Hong Joe;  65. Oei Bian Soen;  66. J.I. Ong Kie Hian;  67. Ong Liang Siok;  68. Pik Bek Tjwan;  69. Poetiray Everhardus Dirk Cornelis;  70. Pribadi Djokowalujo Pridjojo;  71. J. Pudji Rahardjo;  72. Rachma Fazwa Boedjang;  73. R. Rachmad Koerdi;  74. Rusli Ismail;  75. Rusmarjono;  76. Eef. Saefulmuluk Muhji Partamihardja;  77. Said A. Latif;  78. Samsuir;  78. Sardjono Oerip Sentoso;  79. Sarjono;  80. Sarmono;  81. Sawitono Amin Singgih;  82. Bungaran S.M. Siagian;  83. Robert Soripada Siregar;  84. Soedadi Efendi;  85. R. Soedarto;  86. C.D. Soedomo Hadinoto;  87. Soeridwan;  88. Sri Djoemono Soekopraptoro;  89. Sri Indajati;  90. Suharti Kartanegara;  91. Sumarno;  92. Sunarso Kartohatmodjo;  93. Sumedi;  94. Surati Widjajakusuma;  95. Sutarto Prodjodisastro;  96. Suwardi;  97. Taman Boediono;  98. Tan Ay Ley-Ny. Tjen Tjauw Kin;  99. Tan Giok Han;  100. J. Tan Bik Hiang;  101. Ny. Lauw Tjoan Sien-J. Th.Tan Hauw Lian;  102. Tan Liang Ing;  103. Tan Lioe Nio;  104. Tan Siong Teng;  105. F.J. Tan Tjiauw Kwan;  106. Eveline Thung Liang Nio;  107. Toni Mandera;  108. Tjan Seng Po;  109. Achmad Tjarta;  110. Sukamto Notopoespito Waidjaja;  111. Tjong Sian Hok;  112. Togas Asi Simatupang;  113. Wahjadi Hadiwardaja Darmabrata;  114. Walujo Sudibjo Sapardiman;  115. Zainal Abidin;  116. Zulkifli Nasution;  117. Martono;  118. Amynuddin Nawas;  119. Kwik Loan Ing;  120. Liem Han Sing;  121. Kasmir Lubis;  122. Masrin Moenir;  123. Ny. Moejati Muh.Sukamdi;  124. J.J. Sapulete;  125. Suharnjoto Kartomuljono;  126. Sukardjo Wongsosumarto;  127. Tan Kiong Loan;  128. Noenoeng Rahajoe.

(sumber: .Buku Lulusan UI 1950-1975)

January 21, 2010

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1964

Filed under: Lulusan UI — rani @ 2:08 pm

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1964

1.Engkut Kurnia Partawidjaja;  2. Ny. Han Tiauw Gwan Mely-Gauw Siok Hian;  3. B. Oei Hong Kie;  4. R. Rohimin;  5. R. Suhadi;  6. Tan Tek Pouw;  7. Aflus Admiral;  8. Wagini Ambarwati;  9. Abdulhakim;  10. Abu Basra Chifari;  11. R. Abu Purwanto;  12. R. Abraham;  13. Achmad Santoso;  14. Achmad  Sjukruddin;  15. Adji Muslihuddin;  16. Amat Kuat Suparman;  17. Amiati Soeliadi;  18. Andi Nafsiah Walinono;  19. Ang Tjien  Djien;  20. Arie Doodoh;  21. Arwati Nasripan Sastroatmodjo;  22. Azis Mashabi;  23. Bambang Budiarso;  24. Bambang Suharto;  25. J. Benjamin Lumenta;  27. Chehab Rukni Hilmy;  28. Darmawan Kartono;  29. Djokorahardjo;  30. Elizabeth J. Kandou;  31.Harry Hardjatno;  32. Hilman Taim;  33. Hindarto;  34. M.P. Hutabarat;  35. I Made Suardha;  36. Indro Soetirto;  37. Iskandar Zulkarnaen;  38. James Thouw;  39. Joseph Rachmat;  40. A. Julianto Danoekoesoemo;  41. Kardjani;  42. Kartono;   43. Kiagoes-agoes;  44. Kolopaking Danupradja;  45. R. Kusumaheni Kresno;  46. Kwee Kiang Liat;  47. Lauw Tjeng Kie;  48. Liem Tjwan Tie;  49. Lilly Malaon;  50. Lioe Tjong Tik;  51. Loesmiati Lamisie;  52. Magdalena Pang Mei Liang;  53. Meisar Djalil;  54. Miftah;  55. Moch. Hardjono Abdurachman;  56. R. Moh. Iksan D. Poesponegoro;  57. Mohamad Sodik;  58. Moh. Thamrin Abubakar;  59. Moh. Soelaeman Markum;  60. Muharijo Pudianto;  61. Nadiar;  62. Nursaini Tazar;  63. Oei Hong Djien;  64. Oei Tiong Tjeng;  65. Ong Tian Lee;  66. C.F. Pang Seng Kioe;  67. Phillip Charles Tilaar;  68. Pol Ginting;  69. Pudjiastuti;  70. E. Putuhena;  71. Rahadi Margono Santo;  72. Rambitan H.A;  73. H. Ramelan Josef;  74. Roelina Jassin;  75. Ronald H.H. Nelwan;  76. Rukmanulhakim;  77. Rustam Efendi Harahap;  78. Said Husein;  79. Saleh Muhamad Bawazier;  80. Saptono Purnomo;  81. S. Hardjatmaka;  82. Sjukri Karim;  83. Soedijanto Darmosoebroto;  84. R. Soeharto Miloeredjo;  85. Soemadi;  86. Soemerapi;  87. Soenardi Moeslichan;  88. R. Soeponto Singowiguno;  89. Soewarso;  90. Sri Adi Sularsito;  91. Sri Mulyani Widowati;  92. R. Srinagar  Muadiban;  93. Sriwening Soewandi;  94. Suarti Djojosoebroto A. Pradja;  95. Soegianto;  96. Suharno Josodiwondo;  97. Suhartono Wirorahardjo;  98. Sulastomo;  99. Suljanegara;  100. Sunoto;  101. Supardi;  102. Suradi;  103. R. Surono Rachmad Mangunhadikusumo;  104. R. Sutopo;  105. G.A. Swie Hoo Hay;  106. Tan Giok Seng;  107. Tan Gouw Eng Tjoan R.B;  108. Tan Hin Lok;  109. Tan Soei Bouw;  110. Tan Tjwan Kiat;  111. Taslim S. Soetomenggolo;  112. The Hauw Djiang;  113. Theresia Tulong; Thio Tjeng Giok;  114. F. Tjahjadi Wibisono;  115. Tjan Han Tjong; 116. Tjan Toan Giap;  117. Tjia Kiok Leng T.M.T;  118. Tjook Gwan Hok;  119. Tjoe Peng An;  120. Tjokro Triono;  121. Tjutju Karsono;  122. Tri Sutartin;  123. Usman Alwi;  124. Warko Karnadikarja;  125. R. Widjojo Alibasah;  126. Zaenoeri;  127. Zamsani;  128. Basroel Basjir;  129. Zubir;  130. Soetini Soekamto Dirdjo;  131. Ny. Sri Soewarsi Edisetiana;  132. Gundiwan Muljono Surachmat Setio.

January 20, 2010

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1963

Filed under: Lulusan UI — rani @ 4:03 pm

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun  1963

1.Ny.Ida Soejati Soekaman Partodirdjo;  2. Soeboer Budi Hartono;  3. Ny. Oey elise;  4. Abdul Azis Abudan;  5. Abdul Manan;  6. Abdul Rachman;  7. Abdoel Malik Notowidagdo;  8. Abdurrachman;  9. Achmad Koeswara;  10. Ade Kalsid Kalsin Sukartadiredja;  11. Adi Tagor Harahap;  12, Ali Sulaiman;  13. Aliasfar B.M. Akif;  14. Amari;  14. Amin Nurhadi;  15. Arry Harryanto Reksoprodjo;  16. Asih Wijasti;  17. Bambang Sumakno;  18. R. Boestami;  19. Brotowasisto;  20. Cholid Hanafiah;  21. Cholid Sudirdjo;  22. D.M.I. Chormain;  23. Deddy Tjandiaman A;  24. Eddy Muljanto Halimoen;  25. Edward Oemar;  26. Aswin Hadis;  27. Hardjanti Marsetio;  28. Harun Harahap;  29. Hendarto Hendarmin;  30. S. Koemarjati Diran;  31. Heyder Tadjoedin;  32. R.B. Ibnoe I. Djojo Soebroto;  33. Jap Tjien Bo;  34. Junirzan Mz;  35. Joeswanhadi;  36. F.A. Kaikailatu;  37. Kho Gwat Lie;  38. Kho Liong Siang;  39. Koesprapto;  40. Koesmiati Soekarso;  41. Lauw Hok Siang;  42. Lauw Tjoen Sen;  43. Leksono Poeranto;  44. Lie Thiam Hok;  45. Liem Koei Tiong;  46. Liem tjan Tien;  47. Merjetti Roebim;  48. Margono Mochamad Amir;  49. Z. Maria Gelene Soemartining;  50. Muhammad Sidik;  51. Mohamad Isa;  52. Naatje Trisnawati Pirngadi;  53. Mohamad Hasan Toto;  54. Nohamad Thamrin; Muhamad Sjies;  55. Malkan Lubis;  56. Nawawie Noer Wilam;  57. A. Oh An Nio; 58. Oey Han Beng;  59. Oei Koen Hai; 60. Oey Tiang Djin; 61. R.M. Padmosantjojo;  62. Pauw Hok Lien;  63. Penny Djuanda;  64. Poerbojo Poedjio;  65. Poernomo Sidi Soengkono; 66. Raman R. Saman;  67. C.M. Rampen;  68. Ratna Heni Koesnoto; 69. V.S. Ritongan;  70. Roedijanto;  71. Rustamadji;  72. Rustandi;  73. Salmanool Asri;  74. Saparjanto;  75. P.E.L. Siagian;  76. Siti Kuntariyah;  77. Simatupang I;  78. Sjarif Djatie;  79. Slamet Winoto Hardjolukito;  80 Slamet Santoso;  81. Slamet Sujono;  82. Sudirdjo Sastrowijoto;  83. Soedibjo;  84. Soeminto Setiawan;  85. R. Soenarjo;  86. Supena;  87. Srimartin Wardhini;  88. Tan Tjong In;  89. Tatang  Moh. Swasana;  90. The Eng Goan;  91.  Gouw Soan Lim;  92. Tjie Hian Bie;  93. F.X. Tjioe Yok Hoen;  94. Tjo Tjiang Hian;  95. Thamrin Hasbullah;  96. Tsjhia Tho Jan;  97. Wahjana Rahardja;  98. R.A. Winarsih;  99. Abdulhadi;  100. Muhamad Subroto;  101. Harun Machfudin;  102. Liem Wie Liang;  103. Bambang Marsongko;  104. Djoni Achmad Muljana;  105. Effendi Abas Gl. Datuk Sati;  106. Emmy Djoefri;  107. Ernijati Suardi;  108. R. Hidayat Danukusuma;  109. Liem Pek Liong;  110. Lim Djin Sioe;  111. Mirawati Maskawan;  112. Myrni Jocelyn Dunda;  113. Moehamad Nurdin;  114. Moeljono Maksoem;  115. Njoo Tjan Nio;  116. Nurtis Umar;  117. Oey Joe Gwan;  118. Samsi Rifai;  119. Hangatas Herry Sibarani;  120.  Soedarso;  121. Soekardjo Martosiswojo;  122. Soelaiman A.S;  123. R. Soenartadji;  124. Suprapto.

(Sumber: Buku Lulusan UI 1950 – 1975)

Lulusan Fakultas Kedokteran UI Tahun 1962

Filed under: Lulusan UI — rani @ 8:26 am

Lulusan Fakeltas Kedokteran UI Tahun 1962

1.Silas Laurens Leimena;  2. Ny. Srihartati Purnaman Pandi;  3. Bintarningsih;  4. Abdul Latif;  5. Abimanyu;  6. Ali Amran Rasjid;  7. Alwijah Bawazier;  8. Ang Pin Lip;  9. Anhar Singawinata;  10. Oman Danumihardja;  11. Doddy Sarjoto;  12. Hardjanti Sugianto;  13. Hilmy M. Nur Idris;  14. Ie Njoek Ho;  15. Imam Trijoga Rachman;  16. Imran Lubis;  17. Indradi Roesheroe;  18. Nn. Joenidar Karim;  19. Kam Tjwan Oei A.M;  20. Karneni;  21. Kho King Tjoen;  22. A. Kosasih;  23. Legia;  24. Liauw Lian Tjoe;  25. Liauw Lian Tjoe;  26. Lie Kay Sioe;  27. Lie Nen Siap;  28. Lie Thian Ho;  29. Liong Soen Boen;  30. Chr. Lo Giok Tien Logiani Suniartin;  31. Le Siauw Hian;  32. Mardiono;  33. Moehamad Kamil Tadjoedin;  34. R. Muh. Susanto;  35. Mustafa Abubakar;  36. Nyoman Bhawa;  37. M. Nurdin;  38. Oey Hian Biauw;  39. Oey Hong Oen;  40. Oey Kong Hie;  41. Oey Kok Hiong;  42. P. Oey Lian Kauw;  43. Oey Liang Wie;  44. Oey Tjioe Kwie;  45. Ny. Oey Sian Tjoe;  46. Ong Beng Tik;  47.Ong Han Wie;  48. Paat Gerardus;  49. Pandapotan Pasaribu;  50. W.J. Pellokila;  51. Pranoto;  52. W.M. Ratulangie;  53. B.P. Ritonga;  54. Rumastiti;  55.Roemiati Oesman;  56. Ruslani;  57. Sasanto;  58. Sidharta Iljas;  59. Soe Tjoe Liam;  60. Siek Sian Kong;  61. Siti Zuraida;  62. Sudradjat Suraatmadja;  63. Soegiharti;  64. Sujawan;  65. Sumardi;  66. Sunarto Wironagoro;  67. M. Supardiman;  68. Susilo Supeno;  69. Indro Sutarjo Suwandi;  70. Suwarna;  71. Sridar  Zulkifli;  72. Sri Ramajani;  73. Sri Tinon Rusman;  74. Pong Permadi;  75. Tan Giok Nio;  76. Tan Hin Koan;  77. Tan Hoan Seng;  78. Tan Hwat Sing;  79. Tan Khe Beng;  80. Tan Sien Nio;  81. Tan Soen Hoey;  82. Tan Som Hian;  83. Tan Swie Hoo;  84. E. Tan Tjhuan San;  85. F. The Hauw Djien;  86. Thio Kim Liong;  87. Thung Djin Nio;  88. Thung Liong Hauw;  89. Tjiam Beng Hoat;  90. R. Tiong Beng Liang;  91. Tjoa Hian Hoat;  92. Tjing  King Hong;  93. Tio TJoe Giok;  94. Ny. Tio Tjoe Giok-Oh Chiang Hwie;  95. R.M. Wibowomukti;  96. Zaharudin;  97. Zeidir Djamal;  98. Ny. Wahjuni Baratawidjaja;  99. Soekojo Saleh;  100. Roesaida Jusi;  101. Sitti Dahlia;  102. Marie Kan Swan Nio;  103. Nio Hoek Boen;  104. Tan Sam Kim;  105. Tio Sie Hin;  106. Kong Tjoan Nio;  107. William Tan Tjong Hauw;  108. Liem Tik Tjay;  109. Ny. Isnania Zahir Rasid;  110. Louisa Henriette Marie;  111. Lie Hing Liang;  112. Ibrahim Ginting;  113. Aswapi Hadiwikarta;  114. The Han Liang;  115. Jan Achjar Kasim;  116. J. Ting Chin Pan;  117. F.M. Luhulima;  118. Tan Kwee Liang;  119. Suharto Trenggono;  120. Abdurroni Zubir;  121. Oey Kim Tjoan;  122. Ny. Tjhing Tam – Olly Tan Tien Nio;  123. Ny. Liem teng Djien-Tan Siok Tien;  124. Gerardus Ang Hok Gie;  125. Sie Kiat Kong;  Pieter Patta Sumbung;  126. Khouw Khe Hiok;  127. Ny. Anna Djuhana Alisjahbana;  128. Ny. Erna Sumarni Basuki Suwarno.

(sumber: Buku “Lulusan UI 1950 – 1975″)