December 23, 2009

Gerakan Politik Dunia Bag.2

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:57 am

Sehubungan dengan adanya berbagai komentar tentang gerakan mahasiswa, khususnya Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI-Asu) yang mengomentari artikel di blog RANI-GRACIAS, maka perlu kiranya kita memahami latar belakang gerakan politik sebelum kemerdekaan. Artikel di bawah adalah tulisan seorang sahabat saya (dulu staf pengajarr UI) kini tinggal di Belanda yang didasarkan pada buku-buku terbitan Belanda. Ada tiga seri tulisan, semoga bermanfaat. Intisari serial tulisan ini yaitu betapa pentingnya pendidikan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam politik yang ternyata hanya memanfaatkan keluguan rakyat.  Sehingga kelak, andaikan negara kita bergerak menjadi negara industri besar sekalipun, rakyatnya tak mudah terjebak dalam kemelut yang memusingkan, yang pada akhirnya akan merugikan kita semua.

Karl Marx (bagian 2)

 

Sebetulnya intinya apa sih cita-cita Karl Marx ini sampai begitu  beken? Cita-citanya adalah sosialisme sejati, yaitu dimana rakyat kecilpun mampu mewujudkan dirinya sebagai manusia yang layak, yang mempunyai waktu untuk keluarga, dan mendapat jaminan kehidupan yang baik, yang mepunyai pendapat dan disuarakan. Jika melihat sisi ini baik. Tapi apa yang digambarkan oleh Aleksandr Zinovjev seorang Rusia dalam bukunya Kommunizm Kak real’nost’  tahun 1981, yang diterjemahkan dalam bahasa Belanda jadi De Werkelijkheid van het Communisme, dia menggambarkan bahwa partai ini macam dua tikus yang ekornya saling berbelit, tangan kanan saling berjabat, tapi tangan kiri saling mencekik.

Juga kata seorang Profesor filsafat di Inggris, Jonathan Glover, yang menuding bahwa ahli-ahli filsafat sudah menipu rakyat sehingga terjadilah pertumpahan darah. Bukankah Marx juga ahli filsafat yang jenial ? Ada juga yang mengatakan bahwa mereka itu macam orang shizofrenia, perpecahan kepribadian, mempunyai sebelah sisi yang baik dan sekaligus sebelah sisi yang jahat setengah mati.

Gerakan-gerakan revolusi semacam Rusia tadi itu dalam waktu singkat sudah menjalar keseluruh dunia. Lima puluh tahun kemudian setelah revolusi Rusia, pusat-pusat pendidikan komunis di pusatkan dibeberapa tempat, antara lain Moskow, Peking, dan Havana. Setelah perang dunia, gerakan ini membuat gusar negara-negara eropa dan amerika. Maka Amerika pun membuat suatu gerakan anti komunis. Sampai tahun 1960-an, terjadilah blok negara-negara komunis lawan negara-negara yang terikat dalam PBB.

Sesudah perang dunia kedua, Rusia, semakin ofensif menjalankan missinya dengan membantu menjatuhkan kaisar China di tahun 50-an. China berganti bentuk sistem politik dari kekaisaran menjadi Republik Rayat China. Tahun 58 Rusia mendukung dijatuhkannya monarchi Irak untuk seterusnya Irak menggunakan campuran bentuk antara komunis dan Islam Syiah fundamentalis. Tahun 60-an Kuba mengalami revolusi rakyat dikomandoi oleh Fidel Castro. Rusia terus berkelahi dengan negara-negara blok Eropa, yang usahanya tidak berhasil mencapai daerah eropa bagian barat. Ofensifnya mampu mencapai Cheko, Jugoslavia, Negara Persatuan Arab Emirat, Irak, Turki, Indonesia, dan India bahkan Jepang. Tetapi menjelang tahun 60-an Arab dan Turki keluar dari gerakan ini dan partai komunis menjadi partai terlarang. Italia yang sebagian rakyatnya telah terinfiltasi oleh gerakan komunisme, namun terjadi bentrokan politik fasisme yang merupakan politik radikal kanan. Jerman sendiri terpecah menjadi dua, barat dan timur dan dibentuklah dinding pemisah. Perancis memegang kuat sistem politik sosialis yang berbeda dengan sosialisme Marx. Sementara Jerman Timur tempat dimana Marx berpengaruh membentuk faham komunisnya melalui partai Sosialis Demokrat, yang sampai saat ini masih hidup sebagai partai kiri namun kekuatannya tidak sehebat 50 tahun lalu, karena radikal kiri terus bekelahi dengan faham neonazi yang anggotanya urakan, suka mabok, bekelahi, baju nyentrik, dan pala botak.

Gerakan ofensif komunis akhirnya mencapai daerah-daerah Amerika latin. Tahun 70-an waktu Komunis Chilli menang dalam pemilu, Chilli segera menjadi sasaran CIA (setelah Indonesia). CIA seksi destabilisasi menghancurkan ekonomi Chilli dan Presiden Elliande di istananya diserbu oleh militer pakai tank, di bom pakai kapal terbang, dan Elliande sendiri terbunuh di dalam istananya, diatas tempat tidur tanpa ada yang tahu siapa yang membunuh. Kemungkinan ada yang menghianati dia di dalam istana sendiri. Operasi ini dikomandoi Pinochet yang didukung oleh Amerika dan dibiayai oleh semua negara yang tergabung dalam dewan keamanan PBB. Pinochet sekarang sedang jadi sasaran komite hak azazi manusia yang menuntutnya diadili.

Persis macam Suharto. Cara-cara penghancuran komunis di Chilli, hampir mirip dengan di Perancis waktu sesudah perang dunia kedua, yaitu upaya destabilisasi dengan cara mengacak ekonomi dan membuat kelumpuhan sistem parlementer yang membuat rakyat bingung dan frustrasi. Tapi bedanya di Perancis tidak sampai terjadi pertumpahan darah. Hanya rakyat menginginkan perubahan baru, dan upaya-upaya itu dilakukan dengan melumpuhkan partai komunis. Sedang Nicaragua, presidentnya dicomot Amerika dan diasingkan di Alcatras.

Antara tahun 1960 – 1965 saat terjadi perang dingin antara blok negara-negara eropa dan Amerika yang dianggap sebagai negara kapitalis, dengan Rusia. Saat itu hampir terjadi pecah perang dunia ketiga, yang perangnya akan dikomandoi oleh Kennedy, yaitu rencana Kennedy untuk menghabisi dengan membunuh Sukarno yang waktu itu banyak “bacot”, yang negaranya tengah dipupuk oleh Rusia dan China. Kennedy ingin menghabisi Sukarno dengan maksud memancing kemarahan Rusia supaya menarik bom lebih dahulu. Tapi bomnya Rusia diarahkan ke Eropa. Jadi cara radikal ini tidak disetujui oleh banyak negara dan CIA sendiri. Selain alasannya dengan matinya Sukarno, PKI bisa munggah panggung, militer Indonesia pun belum siap betul untuk menahan PKI, disamping itu akibat bom Rusia yang diarahkan ke eropa, kerugiannya menjadi lebih hebat. Alasan lain adalah juga di dalam komite sentral partai komunis terjadi perebutan kekuasaan kerajaaan komunis yaitu berkelahinya antara China dan Rusia. Maka kemungkinan Kennedy dibunuh sendiri oleh CIA, atau teori lain dibunuh agen Rusia. Sampai sekarang tidak ada yang ngaku. Mana mau ngaku.

Dalam perang dingin itu dibentuk kelompok-kelompok di bawah dewan keamanan PBB, yang maksudnya untuk mencegah infasi komunis lebih jauh, yaitu NATO dibelahan Eropa, SEATO di Asia, ANSUS di Pasifik dan CENTO di Timur Tengah. Karena USA selalu nongkrong diberbagai kelompok dan membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai tempat, maka oleh Rusia, USA dituding sebagai agresor, terlebih setelah perang terbuka ngelawan komunis Vietnam dan Kambodja.

Kalau PD I dimulai di Balkan yaitu oleh Mussolini dari Itali yang beraliran kanan ekstrem berupa gerakan fasisme yang diteruskan oleh Hitler di PD II yang mengejar Jahudi masuk kamp-kamp dan membunuh jutaan Jahudi di kamp-kamp konsentrasi dengan gas, di belahan Asia kumatnya Jepang yang katanya ingin membebaskan Asia dari kolonialisme bangsa Eropa di Asia, maka hampir meletusnya PD III ini disulut oleh ekstreemitas komunis.

Perang dunia kedua yang digerakkan oleh Hitler dimulai dari Jerman, mudah berkembang ke mana-mana terutama negara-negara anti kapitalis. Karena tujuannya sama menhantam Jahudi. Bagi Fasisme, alasannya adalah pertahanan bangsa supaya tidak dijajah secara ekonomi bangsa lain. Maka jabatan tangan pertama dalam penghembusan perang ini adalah antara Jerman dan Rusia, lalu diikuti oleh Polandia, Italia, Austria dan seterusnya. Perang dunia kedua, merupakan perang yang sagat hebat karena kedua otak politik ngeres yaitu komunis dan fasisme, bersatu.

Perang dingin, maksudnya perang yang tidak jadi pake bom tadi, berlangsung lebih dari dua puluh tahun. Antara blok yang dikomdoi Amerika, dan blok komunis yang dikomdai Rusia. Tapi pada waktu perang dingin itu, Gorbatsjov dalam bukunya Prestrojka bercerita, bahwa pada waktu dia jadi mahasiswa dia sering melamun, kenapa negaranya musti musuhan dengan Amerika dan negara-negara Eropa, kenapa harus mengasingkan diri engga mau kerja sama, kenapa harus bersaing menang-menangan bikin roket, satelit, dan senajata? Pertanyaan-pertanyaannya ini dicari jawabnya di perpustakaan-perpustakaan. Dia kembali membuka-buka buku sejarah. Perjalanan Rusia dan rakyatnya  terus ditelusurinya hingga beratus tahun ke belakang.

Lalu dia bertanya-tanya pada orang Amerika yang suka melancong ke Rusia, bagaimana gambaran Amerika dalam realitanya. Apa yang menjadi tujuan Amerika, dan bagaimana sistem politiknya. Dia terus membandingkan, melakukan korespondensi, dan akhirnya membawanya aktif dalam dunia politik. Dia terus terobsesi untuk melakukan perubahan-perubahan. Pertama adalah membuat gerakan keterbukaan, dan pada akhirnya reformasi. Strategi perubahannya adalah dengan taktik dari atas ke bawah. Dia menularkan pendapatnya dalam berbagai pertemuan partai tingkat atas, melakukan korespondensi dan pendekatan. Taktiknya adalah apabila kelompok atasan telah sepakat maka gerakannya diteruskan ke bawah hingga ke lapisan paling dasar. Dia menyadari juga bahwa gerakannya ini akan membawa dampak pada keguncangan dalam masyarakat yang ditujukan pada pemerintah.

Benturan antara konservatif dan pembaharuan bisa jadi membawa risiko

pada peperangan. Tahun 87 saat Perestrojka dikumandangkan, Gorbatsjov mendapat pukulan luar biasa, dia diculik dan di culik lagi oleh Jeltsin. Dan tak pelak lagi, gerakan perestrojka ini membawa dampak pecahnya soviet uni menjadi negara kecil-kecil yang berdiri sendiri-sendiri dengan masing-masing model politiknya. Mereka juga ikut-ikutan menuntut reformasi, terserah model apa yang diinginkan oleh tiap negara kecil itu.

Gerakan reformasi ini juga kemudian diikuti oleh Polandia, Jerman menghancurkan dindingnya, China ikut membuat keterbukaan dagang. Tapi Fidel Castro mencak-mencak katanya Rusia berhianat, padahal dulu Rusia juga yang mengajari politik komunis. Makanya Fidel Castro masih tetap bertahan sampai saat ini, dan mulai mengajak negara-negara miskin lainnya untuk Sharing Power dan Globalitation.

 

 

PERKEMBANGAN KOMUNIS DI DUNIA

Ada satu buku yang menarik dan seru untuk dibaca sampai detil, yaitu sebuah buku tebal 350 halaman yang merupakan buku sejarah politik komunis yang ditulis oleh orang Belanda Arthur Stam tahun 1975. Buku ini berjudul Opkomst en Ontbinding van het wereldcommunisme. Buku yang diterbitkan sebagai buku ilmiah ini, merupakan buku yang sangat netral tanpa tendensius kampanye salah satu kekuatan politik, yang menjelaskan bagaimana hancurnya komunis.

Hancurnya komunis (kecuali Cuba) dimulai sejak Mao-Tse Thung jadi raja komunis di belahan Asia. Dia mempunyai pemikiran pengembangan yang berbeda dengan Rusia yang pada waktu itu dikuasai oleh Chroesjtsow. Mao mempunyai pemikiran bahwa memperluas jangkauan komunis dengan cara mengumpulkan negara-negara miskin di dunia dengan pendekatan bahwa missi ini tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh kaum petani. Sedang Rusia yang sudah punya kekuatan militer sangat canggih punya keinginan untuk perang, dengan menghantam Amerika dan Inggris, maka pikirnya dengan begitu dunia bisa dikuasai.

Jadi waktu tahun 60-an dia mengirim bom ke Cuba yang akan dijadikan pangkalan militer, maksudnya untuk menghantam Amerika. Tapi diancam oleh Amerika, Amerika akan membom Kuba. Lalu terpaksa bomnya dibawa kembali ke Rusia. Meski Mao menyatakan ekspansi komunis melalui ekspansi damai, tapi ternyata tidak damai dengan Rusia sendiri. Melihat gelagat China mau lebih berkuasa daripada Rusia, Rusia buru-buru berbuat royal terhadap negara-negara yang sedang di tapaki China, seperti misalnya ke Indonesia dan Irak, dengan cara mengirim berbagai bantuan militer maupun bantuan ekonomi. Mao tidak terlalu royal, karena waktu itu memang masih melarat gara-gara bekas dijajah Jepang. Dan cara China menyaingi Rusia adalah dengan cara di mana-mana baik di Eropa maupun di Amerika Latin, dia membentuk partai komunis baru menyaingi partai komunis yang sudah ada yang sudah dibina oleh Rusia. Dari situ mulailah konflik di dalam organisaasi besar komunis internasional ini. Konflik ini pun sampai masuk ke Indonesia.

Semula Rusia banyak jasanya dalam memperkuat komunis Indonesia, tapi waktu China merangin India supaya masuk ke dalam pengaruhnya, India tetap bertahan berkiblat ke Rusia, tapi Indonesia tiba-tiba milih berkiblat ke China pada tahun 1964. Rusia marah setengah mati pada PKI dan Sukarno (cerita soal ini ada alasannya). Chroestjow menganggap Indonesia berhianat. Dan dijelaskaan dalam buku itu bahwa, pada hari-hari setelah kegagalan Letnan Kolonel Untung melakukan Coup d’etat tanggal 30 September 1965, sebagian besar PKI pro China dibunuh sendiri oleh komunis Indonesia pro Lenin yang dipersenjatai dan didukung oleh Chroestjow. Tapi pembunuh-pembunuh ini lalu dibunuh juga oleh agen-agen KGB. Tapi kemudian Chroestjow membuat propaganda di seluruh dunia bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh Suharto (hal 264 -289), maka kritik hebat dari dunia ditujukan ke Suharto yang sampai saat ini kuping sering gatel, katanya Suharto ngebunuh sejutaan orang. Sampai sekarang cerita ngarang Rusia ini tetap dipercaya oleh kaum PKI sendiri (atau pura-pura engga tau).Entahlah, versi ini benar atau tidak, saya tidak tahu.(Bersambung)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment