December 22, 2009

Gerakan Politik Dunia Bag.I

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:10 am

Sehubungan dengan adanya berbagai komentar tentang gerakan mahasiswa, khususnya Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI-Asu) yang mengomentari artikel di blog RANI-GRACIAS, maka perlu kiranya kita memahami latar belakang gerakan politik sebelum kemerdekaan. Artikel di bawah adalah tulisan seorang sahabat saya (dulu staf pengajarr UI) kini tinggal di Belanda yang didasarkan pada buku-buku terbitan Belanda. Ada tiga seri tulisan, semoga bermanfaat. Intisari serial tulisan ini yaitu betapa pentingnya pendidikan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam politik yang ternyata hanya memanfaatkan keluguan rakyat.  Sehingga kelak, andaikan negara kita bergerak menjadi negara industri besar sekalipun, rakyatnya tak mudah terjebak dalam kemelut yang memusingkan, yang pada akhirnya akan merugikan kita semua.

 

Karl Marx (bagian 1)

 

Masalah seperti ini memang sensitif, apalagi kalau diikuti dengan emosi, kata apapun jadinya akan menarik kemarahan.

Tapi buat saya menarik juga, buat cerita-cerita, entah siapa mau baca, terserahlah. Sebab buat saya ternyata ada hikmahnya saat saya mulai banyak membaca hal hal yang di Indonesia dilarang, yaitu buku-buku tentang Karl Marx, gerakan politik ekstrim kanan, politik kiri sosialist Perancis yang meledakkan revolusi di tahun 1795, serta sejarah hitam kelompok komunis yang pernah menjadi seteru gangnya Amerika yang tergabung dalam PBB untuk memerangi basis-basis komunis saat perang dingin puluhan tahun lalu. Kisah kisah atau laporan yang ditulis oleh Multatuli (Max Havelaar) dalam bukunya yang 10 jilid. Bahkan tentang politik Bung Karno yang tabu dibicarakan jamannya Suharto. Hikmah yang saya peroleh adalah tentang pengertian, betapa pentingnya PENDIDIKAN masyarakat, tatanan politik yang baik, demokrasi, pajak, jaminan sosial, penegakan hak azazi, hukum, dlsb.

Yang semua itu dalam keseharian saat di Indonesia tak pernah dibicarakan, baik dalam diskusi-diskusi di kampus bersama mahasiswa maupun dalam pertemuan. Karena semuanya dianggap politik, yang notabene berbau kotor. Tapi lama-lama saya pikir, kebebasan mimbar yang telah hilang lenyap sejak tahun tahun 70-an, telah membawa kita bagai dalam tempurung. Bahkan hingga kini, banyak yang sangat alergi jika mendengar sesuatu yang bersinggung masalah di atas.

 

Karl Marx orang Jerman yang daerahnya berbatasan dengan Perancis. Bapaknya seorang advocaat , yang banyak memberinya pengaruh politik pada Karl Marx, karena daerah ini banyak terpengaruh dari politik kiri sosialist revolusi Perancis yang meledak tahun 1795. Marx sendiri lahir tahun 1818. Daerahnya merupakan daerah industri dan kapitalistis borjuis. Tahun 1835 dia sekolah hukum di universitas Bonn. Dia ternyata anak jenius. Karena itu tidak puas dengan Bonn dia pindah ke Berlin. Tapi sebelum berangkat dia pacaran dengan anak adel/aristokrat, Jenny von Westphalen. Kekasihnya yang konon katanya cantik manis, dilarang bergaul dengan bukan kalangan adel. Maka patah hatilah Marx dan sangat sakit hati terhadap kalangan adel. Karena itu dia belajar mati-matian disamping belajar barbagai bahasa dan sastra.

Tadinya sakit hatinyanya pada mertua urung hanya diumpat liwat puisi. Puisi-puisinya dibukukan dan dipersembahkan pada Jenny sang kekasih. Tetapi lama-lama menjadikan inspirasi baginya untuk merubah systeem politik yang ada. Maka terbentuklah obsesinya itu ke arah bagaimana caranya memberantas kaum adel sa dunia yang kemudian dia sebut imprialist asal kata dari emperor atau kaisar yang tamak. Waktu dia ambil gelar doktor filosofi dengan disertasi berthema demokrasi, yang menentang sekularisme dan faham kekeristenen, yang bertumpu pada kebebasan berketuhanan atau faham atheis, disertasinya ditolak di Universitaas Pruisen, dengan alasan tidak objektif ilmiah. Dia pindah ke Jena, disana dia menggondol gelar filosofi pada umur 23 tahun. Untuk selanjutnya dia kerja di universitas Bonn karena ingin jadi profesor.

Selain dia progresif, dia juga revolusioner yang mengaku sosialist memikirkan nasib rakyat, demokrat. Dia terus melansir tulisan-tulisannya liwat koran. Masih muda dia sudah terkenal, dan membuat gatel pemerintah. Dia juga membuat kontak dengan organisasi kiri Perancis, kaum sosialist dan komunist, orang-orang politik Rusia, dan sebangsanya orang-orang yang sefaham. Dari sinilah dipikirkan ramai-ramai bagaimana caranya menggempur kaum adel, imperialist, dan kapitalist. Lalu melalui inspirasi revolusi rakyat dan kaum buruh Perancis, dibentuklah suatu teori politik baru, yaitu dengan memanfaatkan massa kaum proletariat, atau kelas bawah. (Kalo dipikir- pikir lagi kurang ajar, namanya nunggangin rakyat).

Kenapa dipilih kelompok kelas bawah? Katanya untuk mencapai overwinning atau kemenangan mutlak, kekuatan kelas bawah yang sangat besar itu mudah dibentuk dengan faham baru melalui pendidikan kemoralan demokrasi, kebebasan berbicara, menghilangkan rasa takut, dan penghimpunan kekuatan. Pendidikannya melalui bahasa-bahasa sederhana, mudah dimengerti, menyentuh perasaan, bukan fikiran (fikiran sehat), mengangkat perasaan marah kepermukaan, dan mewujudkannya dalam bentuk kekuatan yang terorganisir untuk mencapai tujuan, merusak sistem yang telah dibentuk oleh kaum imperialist dan kapitalis.

Tahun 1846 mulailah dibentuk jaringan antara Jerman, Perancis, Rusia, Itali, dan Inggris. Dengan berbagai pusat gerakan, dan organ-organnya dengan fungsinya masing-masing. Visi dari gerakan ini adalah pemberantasan kapitalisme dan imperialisme di seluruh dunia. Karena itu jaringannya selalu diperluas dengan mengundang persatuan-persatuan buruh dari berbagai negara. Themanya adalah perbaikan nasib, demokrasi kaum bawah, menentang kezaliman, persamaan hak, dan perdamaian. Dan dibentuklah partai komunis yang jaringannya merupakan jaringan internasional.

Disamping Marx repot ngurusin organisasi kaum buruh baik di negaranya, dan organisasi buruh sedunia yang dibentuk tanggal 28 September 1864 (peristiwa G-30-S PKI adalah dalam rangka pesta buruh ini juga) di St Martin’s Hal di London. Disinilah dibentuk dewan jendral (Generale raad) yang diketuai oleh Inggris dan Perancis dari organisasi kaum buruh dan proletariat. Karl Marx jadi penyuplai pemikiran, perangkum, dan menyusunnya menjadi teori. Gagasan-gagasan dan kasus-kasusnya diambil dari gagasan yang dikemukakan dalam pertemuan dan surat-surat yang datang dari berbagai negara anggota, lalu disyahkan dalam kongres sebagai taktik dan strategi politik.

Gerakan organisasi buruh ini adalah menyokong gerakan primer yang sefaham dengan cara memberi dukungan moral, pemikiran bahkan keuangan, di seluruh dunia. Dia juga menyokong gerakan kaum budak yang menjadi perang Utara Selatan di Amerika lebih seratusan tahun lalu. Menyokong gerakan kaum buruh Irland untuk melepaskan diri dari Inggris menjadi republik kerakyatan. Sein Fenn, organisasi komunis yang masih hidup sampai saat ini, yang masih ngotot terus, karena kerajaan Inggris engga pernah jatuh.

Organisasi Marx ini juga memberi biaya atau beasiswa bagi kader-kader yang sefaham untuk mempelajari teori het kapitaal, gerakan kaum buruh, dan strategi politiknya. Pusat pendidikannya mula-mula di Jerman, Perancis dan Inggris. Tapi setelah dia mati, dan penerusnya banyak, maka pusatnya terutama di Rusia, yaitu faham dan taktik politik Marxisme-Leninisme, China jadi Marxisme-Mao Tse Thung, dan Cuba jadi Marxisme-Castro.

 

TAKTIK POLITIK

Taktik yang dikembangkan oleh Karl Marx adalah:

·        menghimpun kekuatan kelas bawah

·        Mengumpulkan data berupa gaji buruh, gaji pemilik, jam kerja, keuntungan perusahaan dlsb;

·        Mengumpulkan berita-berita dan melansirnya di surat kabar yang menyebabkan kemarahan kelas bawah terhadap kelas atas, berupa perbuatan korupsi, perbuatan amoral, penghimpunan kekayaan dlsb.

·        Menyebarkan isyu

·        Melakukan propaganda anti kapitalisme dan imperialisme, jurang kaya miskin, dan menuding kapitalisme sebagai kelompok penghisap darah, dan asosial.

·        melakukan demonstrasi-demonstrasi atau unjuk rasa dengan thema menuntut kenaikan gaji, pengurangan jam kerja, memberi libur orang sakit dlsb pokoknya diada-adain, yang menekan pemilik.

Sebab dalam teorinya, Das Kapital, katanya penaikan gaji tidak akan menaikkan harga, tapi menurunkan pendapatan kapital, dan penurunan jam kerja berarti mengurangi produksi, jadi gerakan ini sangat efektif untuk mengganggu si pemilik. Jika pemilik bertahan, maka mereka melakukan mogok, yang terus akan menyebabkan merosotnya produksi dan mengganggu pasaran. Sasaran utama yang disuruh ribut adalah pabrik-pabrik penyuplai sembako, pabrik yang menggunakan mesin-mesin baru, pabrik yang punya keuntungan banyak, dan pabrik yang mengeksport barang ke negara yang dianggapnya imperialist dan kapitalist.

·        Mengganggu rantai perdagangan, dengan menteror pedagang yang dianggapnya main gila sama kapital yang melakukan monopoli perdagangan, pada waktu itu yaitu kelompok Jahudi.

·        Memobilisir rakyat miskin untuk mengganggu perusahaan-perusahan pertanian yang menggunakan mesin, dan pabrik-pabrik yang dikuasai oleh perusahaan besar perseorangan.

Karl Marx juga memberikan peluang kepada para anggota untuk mengembangkan strategi, pola gerakan, dan sasaran, namun berfahamkan sama dan mempunyai tujuan sama. Sebagai contoh seperti yang dikembangkan oleh Swis, gerakannya merupakan gerakan SABAR, diam-diam, dan tidak ikut berkecimpung dalam politik, artinya di bawah tanah, sasarannya bukan hanya sang kapitalis tapi juga pemerintah. Jika perlu melalui isyu dan tuduhan korupsi, perbuatan amoral, dll membuat pecah anggota parlemen, kebingungan dan saling curiga, menjadi lemah, lalu muncullah ia sebagai pahlawan yang memancing ikan dalam kekeruhan.

Tapi yang dikembangkan oleh Rusia yaitu oleh Bakoenin yang kemudian sangat terkenal menjadi Marx-Bakoenin, merupakan gerakan terjahat di dunia, seperti:

Selain strategi di atas, mereka juga mengembangkan:

·        gerakannya harus anarkis, massal, vandalis, pantang mundur, yang menakutkan kelompok atas dan membuat kewalahan militer dan polisi

·        mengganggu sistem transportasi, transportasi barang, yang mampu menghambat percepatan ekonomi

·        menuding militer biadab (jika perlu demonstrans sendiri dibunuh oleh mereka sendiri untuk menghasut militer) menjatuhkan dan melumpuhkan militer

·        mempersenjatai rakyat

·        gerakannya sporadis, dipecah di mana-mana, kronis, sampai menyebabkan kelumpuhan ekonomi

·        sampai tiba waktunya mengumpulkan massa menyerang penguasa, merebut pemerintahan, menyikat habis orang-orang yang anti

·        mengambil alih pabrik-pabrik dari pemilik semula dan menjadikan pabrik sebagai milik organisasi

·        merebut tanah-tanah perusahaan pertanian perseorangan dan membagi-baginya (dengan alasan undang-undang landreform) kepada rakyat

·        memutuskan kerjasama dengan negara kapital untuk melumpuhkan ekonomi dunia

·        untuk selanjutnya membuat sistem pengamanan berupa sistem intelejen berlapis.

Karl Marx juga mengesyahkan Manifesto Komunis (yang di Indonesia pernah beken), yaitu proklamasi partai komunis dalam bentuk  pengesyahan tertulis. Manifesto Komunis seperti yang diungkapkan dalam buku Het Communistisch Manifest cetakan ke 16, pertama kali dikumandangkan di Inggris bulan November 1847 yang lalu dikumandangkan dalam bahasa Inggris bulan Februari 1848 juga di Inggris. Manifesto Komunis ini merupakan suatu seruan kebebasan dan kemerdekaan kaum proletariat dan buruh yang beberapa bulan kemudian diwujudkan dalam bentuk revolusi rakyat tepatnya bulan Juli 1848 di London. Revolusi ini merupakan revolusi rakyat yang sangat terkenal dalam sejarah Inggris.

Manifesto komunis ini berisi teoritis dan praktis aksi partai dalam menwujudkan cita-cita melalui bentuk revolusi. Bisa dibilang, manifesto ini merupakan juklak dan instruksi Karl Marx sebagai empu komunis kepada para pengikutnya. Bersamaan dengan keributan di Londen, terjadi juga keributan di Paris, karena Karl Marx  mengeluarkan aji-ajinya pada bulan Juni tahun yang sama, beberapa hari kemudian meletuslah revolusi rakyat Perancis yang kedua kalinya setelah revolusi rakyat beberapa puluh tahun sebelumnya.

Tahun 1860 diterbitkan di Geneva dalam bahasa Rusia. Dan seterusnya diterbitkan secara hampir bersamaan di Polandia, Italia, Amerika dll. Pendek kata persiapan-persiapan Marx selama dua puluh tahun sekaligus hampir keseluruh belahan dunia.

 

JATUHNYA TSAR RUSIA

Beberapa tahun kemudian, pemikiran Marx dkk ini diwujudkan oleh Lenin yang merupakan pengikut paling fanatik, dengan ngembat amblas keluarga Tzar, membunuh semua pengikutnya, dan memenjara orang-orang yang dituding sebagai orang kapitalisme dan imperialisme rezim Tsar. Rezim Tsar tidak boleh hidup lagi, karena ia adalah imperialis dan kapitalis yang dituding sebagai musuh pembawa kesengsaraan.Ini adalah peristiwa berdarah yang luar biasa. Sebelum Tzar diserang berramai-ramai, gerakan ini selama bertahun-tahun mengkondisikan perasaan kaum buruh dan rakyat kelas bawah dengan menciptakan perasaan kebencian kepada kaum bangsawan, pedagang, dan kelas elit. Manas-manasin rakyat soal perbedaan kaya miskin, penghimpitan dari kelas atasan ke kelas bawah, penindasan dan perbudakan, tindakan semena-mena, dlsb. Rakyat dijanjikan jika mendukung gerakan ini kelak akan mendapat pembagian tanah dari upaya landreform. Mereka juga rajin melakukan teror kepada pedagang dengan maksud mengganggu ekonomi, melakukan teror kepada kelas elit supaya ketakutan, tapi memanas-mansi kelas bawah supaya lebih beringas. Pada saat waktunya sudah matang, yaitu negara dalam krisis moneter, rakyat mulai gerah kesulitan, mulai demonstrasi-demonstrasi yang teriak soal revolusi (yang diorganisir) tapi tentara sudah kehabisan akal, gerakan komunispun sudah membuat jaringan yang rapih, maka dimulailah coup de’etat dengan menyerbu istana. Kelarga istana ditangkap, dibuang, dan akhirnya dibunuh semua. Ini terjadi tahun 1905. Konyol, licik dan jahatnya partai ini selanjutnya adalah, upah buruh dibuat semurah mungkin, rakyat dibuat sebodoh mungkin, supaya mereka tetap menjadi kelas bawah, tetapi kaum elit politik, digaji tinggi-tinggi supaya tetap setia dan dengan alasan tidak perlu korupsi lagi. Menutup kemungkinan rakyat untuk memberontak (yang katanya demokrasi abis gitu habis manis sepah dibuang), dengan cara memata-matai gerakan rakyat sedini mungkin, menumpasnya, dan menutup kemungkinan timbulnya kembali. Upaya intelejen dan spionase dibuat seluas mungkin dan bertingkat-tingkat. Konon partai komunis yang ngakunya demokrat, engga taunya dalam kekuasaan Stalin, orang yang dipenjara berjumlah sampai 10 juta orang. Mereka harus bekerja untuk negara, tanpa gaji. Pasalnya karena membangkang terhadap perintah komunis. Sehingga isi penjara melulu tahanan komunis, tapi bandit dan pencuri bekeliaran engga ditangkap.

Orang lain yang paling dekat dengan Karl Marx adalah Engels, orang Inggris, yang merupakan sobat akrab, bertukar fikir dan saling mendukung, selain dalam memperluas daerah sasaran, memperluas jangkauan, dan juga membantu menyelesaikan buku Das Kapital, teori ekonomi model Karl Marx. Karl Marx sendiri meninggal di London tanggal 14 Mart 1883. Dalam keadaan tua. Penerbitan buku Das Kapital, dalam tiga jilid tebal, dirapihkan dan diterbitkan oleh Engels. Karena itu buku-buku pegangan orang komunis mengikuti faham Marx-Engels, atau Marx-Lenin. Lima puluh tahun kemudian diperluas dengan Marx-Mao, dan Marx-Castro. Lenin, Engels, Mao, dan Castro, tetap berpegang pada taktik aksi yang dikembangkan Marx dengan menggunakan, memanfaatkan, dan bertujuan mencapai teori ekonomi Das Kapital.(Bersambung)

 

 

Wasantara dan Tannas Dalam Era Globalisasi Bag.II

Filed under: Warta UI — rani @ 10:39 am

Artikel di bawah ini tulisan Juwono Sudarsono ,Wakil Gubernur Ketahanan Nasional, yang disampaikan pada hari Ulang Tahun ke-35 FKG UI (21 Desember 1996). Ditulis ulang dan disajikan pada kesempatan ini, menjelang keberangkatan para mahasiswa UI yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (K2N) dari tanggal 15 Juli hingga 20 Agustus 2009 di Pulau Miangas, Sangir Talaud, Sulawesi Utara, Pulau Terluar Indonesia yang berbatasan dengan wilayah negara Philipina. Kegiatan K2N ini mendapat dorongan dari Juwono Sudarsono (saat itu)  Menteri Pertahanan RI, dan Jenderal Djoko Santoso Panglima TNI RI.

 Lingkup dan laju perubahan yang demikian mendadak cepat cenderung hanya menguntungkan sedikit orang yang berkeahlian, bermodal dan berpengetahuan. Karena keahlian, kekuata modal dan jaringan modal yang dihimpunnya, golongan ini menempati kedudukan di pemerintahan dan di kalangan swasta yang amat penting dalam mengatur arah dan arus modal, investasi dan pembiayaan di mancanegara. Sebaliknya, di setiap negara, kalangan menengah bawah cenderung dirugikan oleh setiap kemajuan dan penemuan baru di bidang teknologi informasi dan lalu lintas barang dan jasa. Tenaga pekerja setengah terampil dan kurang terampil semakin tersisih karena daya tawar mereka umumnya semakin lemah. Terjadilah rangkaian krisis kesetiakawanan sosial karena naluri dan dorongan utama manusia adalah  mengejar laba dan keuntungan, seringkali dengan cara-cara yang tidak wajar dan melupakan perlunya belas kasihan dan santunan bagi mereka yang tertinggal dan terlantar. Mekanisme pasar sesungguhnya tidak mengenal belas kasihan.

 

Pada tahapan inilah para pengemban ideologi negara semakin dituntut untuk mencapai kinerja kepemimpinan yang sebaik-baiknya, agar rasa keadilan dan kewajaran yang samkin merata tetap menyalakan keyakinan dan kepercayaan rakyat akan ideologi. Sesungguhnya, setiap lapisan kepemimpinan masyarakat, bangsa dan negara ditantang untuk bertindak konsisten dan sejalan dengan tugas pokok yang diuraikan dalam rumus-rumus ideologi, termasuk Wasantara. Tugas ini tidak ringan, karena pada setiap tahap pembangunan nasional, bahaya-bahaya yang lahir dari kesenjangan, ketimpangan dan kecemburuan sosial akan selalu tampil dari waktu ke waktu.

Derasnya pengaruh ragam informasi, hiburan dan tayangan media massa nasional dan internasional mempersulit tugas memelihara Wasantara dan Tannas karena harapan-harapan dan tuntutan-tuntutan masyarakat  muncul silkih berganti.. Jurang antara tuntutan dan pemenuhannya semakin terasa melebar akibat keadaan obyektif yang sulit ditanggulangi. Di bidang lapangan pekerjaan, misalnya, untuk setiap lowongan pekerjaan setengah terampil, sekurang-kurangnya 150-250 calon berusaha untuk merebutnya. Untuk tingkat pekerja kasar, perbandingan itu bisa 5 sampai 10 kali lipat.

Mempertahankan Pancasila sebagai nilai dasar dan mempertebal keyakinan akan doktrin dasar Wasantara dan Tannas menuntut dilaksanakannya kepemimpinan nasional yang taat azas  pada keadilan sosial, yang menjangkau dan menyantun mereka yang kurang terampil, kurang beruntung dan kurang memperoleh kesempatan. Balapan antara waktu dan kinerja akan mewarnai kehidupan politik,, ekonomi, sosial budaya  dan pertahanan keamanan menjelang abad baru yang akan datang. Kesulitan terbesar adalah bagaimana pada tataran praksis, kondisi obyektif kehidupan sosial-ekonomi dan sosial-politik diperbaiki secepat-cepatnya melalui program-program serangan total terhadap kemiskinan.

Apabila pada tataran praksis jumlah dan sifat kesenjangan tak dapat ditanggulangi dengan baik, maka makin besar kemungkinan nilai-nilai instrumetal akan dipertanyakan manfaat serta keabsahannya.. Pada gilirannya, gugatan pada nilai-nilai instrumental yang berlanjut secara berkepanjangan dapat memuncak pada sikap dan tindakan yang meragukan, mempertanyakan bahkan menolak nilai-nilai dasar Pancasila. Inilah yang terjadi pada peristiwa runtuhnya Uni Sovyet pada tahun 1989-1991 dan pada perpecahan Federasi Yugoslavia pada 1991-1994. Nilai dasar komunisme Uni Sovyet dan Yugoslavia runtuh dari dalam akibat kesalahan para pemimpinnya.

Tugas bersama kita adalah menyadarkan kalangan atas yang hidup jauh di atas garis kemiskinan bahwa di lapisan sedang bergolak gelombang-gelombang “api dalam sekam” yang membara. Sebaliknya, ke bawah kita harus menyabarkan sejumlah besar warganegara  yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan bahwa secara bertahap perubahan-perubahan yang terjadi sedang menju kepada kondisi masyarakat yang lebih memihak pada mereka yang terlantar, tertinggal dan terbelakang.  Inilah tugas dan kewajiban bersama kita sebagai sesama warga masyarakat, warga bangsa dan warganegara Indonesia.  Hanya dengan konsistensi pelaksanaannya yang taat azaslah kita dapat mempertahankan ideologi Pancasila, Wasantara dan Tannas sebagai dasar kehidupan kita sebagai bangsa dan melanggengkan makna lagu Indonesia Raya kini dan di masa mendatang.(habis).