July 7, 2009

Quo Vadis Strategi Pembangunan Kita?

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:45 am

Kemarin (Rabu, 01 Juli 2009), menghadiri  pengukuhan Atiek Soemiati sebagai Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, yang membacakan orasi ilmiah berjudul ”Potensi Mikroba Endofit dalam  Eksplorasi Bahan Baku Obat yang Ramah Lingkungan”. Secara kebetulan pada hari yang sama juga menghadiri kuliah umum di Fakultas Ekonomi UI yang disampaikan Prof.Dr. Emil Salim berjudul ”Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”.  Usai mengikuti kedua kegiatan tersebut, ada yang mengganjal dan mengganggu pikiran. Kedua peristiwa tersebut  sama-sama menyoroti mengenai pengelolaan kekayaan sumberdaya alam Indonesia serta pola pembangunan yang terjadi hingga  kini, serta prediksi di masa mendatang dan tantangan yang akan dihadapi.

 

Indonesia yang mempunyai kekayaan alam serta  keanekaragaman hayatinya nomor dua setelah Brazil, ternyata tidak lebih baik dalam memanfaatkannya bagi kesejahteraan rakyatnya. Saat ini Indonesia tidak mempunyai industri bahan baku farmasi. Selama ini hanya menggantungkan kepada bahan baku impor yang menyebabkan harga produk farmasi di Indonesia termasuk paling mahal di Asia. Hal ini paradoks dengan kekayaan sumberdaya alam yang besar, hutan tropis sangat luas yang didalamnya terdapat sumber hayati yang berlimpah dan sumber alam laut yang berlimpah. Tetapi perusakan terhadap alam pun luar biasa. Setiap tahun terjadi deforestasi 3 juta hektar, industri perkayuan perlu 70 juta meter kubik batang pohon, tebang pilih memasok 30 juta, perambahan hutan, eksploitasi hasil hutan gila-gilaan. Degradasi tanah, erosi keanekaragaman hayati, penciutan sungai, abrasi pantai, terumbu karang rusak, pencemaran udara dan air tinggi.

 

Suatu saat Emil Salim bersama Iwan Jaya Aziz berada kawasan hutan di Kalimantan. Tiba-tiba ada rombongan kendaraan membawa balok-balok kayu dari dalam hutan. Mereka pasti melalui jalan-jalan umum. Tetapi ternyata tidak ada aparat yang menangkapnya. Bahkan belum pernah terjadi ada kabar  bos penebang kayu liar yang ditahan. Padahal jelas mereka sangat merusak keaneragaman hayati hutan yang luar biasa. Bandingkan dengan kasus yang menimpa mantan ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin yang dijebloskan ke dalam penjara. Padahal dunia mengakui, pada masanya pelaksanaan pemilu terbilang paling sukses, tidak banyak terjadi ekses bila dibandingkan dengan KPU sekarang ini. Kenapa bos penebang kayu liar tidak dipenjara, sementara mantan ketua KPU bisa dipenjara? Ternyata karena Nazaruddin Syamsuddin tidak ada backing dari oknum aparat.

 

Emil Salim mengeritik terhadap pemikiran  yang tidak memasukkan faktor alam dan faktor sosial sebagai salah satu modal dalam sistem ekonomi. Tidak dimasukkannya faktor-faktor tersebut yang menyebabkan situasi perekonomian dunia seperti sekarang ini. Selain itu Emil Salam juga  mengeritik mengenai penyediaan bahan bakar dari batubara, karena ternyata menimbulkan pencemaran udara yang sangat tinggi. Dalam hal energi yang satu ini, Emil Salim mengeritik dari para pencetus revolusi industri di Eropa. Kenapa harus mencari bahan energi ke dalam perut bumi, tidak memanfaatkan energi yang ada di luar (sinar matahari). Saat ini memang solar sel pengolah energi matahari masih mahal, karena diproduksi secara terbatas. Tetapi kalau sudah diproduksi secara masal dan dilakukan penelitian terus menerus untuk menemukan bahan baku yang efektif dan efisien dalam menyimpan energi matahari, maka solar sel tersebut akan lebih murah.

 

Tantangan yang akan dihadapi sepuluh tahun ke depan akan berbeda dengan permasalahan yang ada sekarang ini. Karena itu, sebetulnya solusi permasalahan di masa mendatang berbeda dengan sekarang.  Pada pundak generasi mudalah terletak tanggung jawab untuk memecahkan persoalan tersebut. Pilihan solusi dan kebijakan mana yang akan diambil, akan sangat menentukan kepada masa depan kesejahteraan bangsa. Jangan sampai terjadi mengambil kebijakan yang bersifat sesaat, menguntungkan bagi diri pribadi dan golongan, dengan mengabaikan kepentingan orang banyak, karena akan dapat menyebabkan kita semakin tertinggal jauh dengan negara lain.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment