June 10, 2009

Jalan Sebagai Identitas Jati Diri

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:33 pm

Hari Rabu pagi ini (10/06) Universitas Indonesia (UI) meresmikan jalan-jalan yang mengelilingi kampus Depok dengan nama para Rektor UI yang telah tiada dan beberapa tokoh UI lainnya yang dinilai telah berjasa atau bekerja melampaui batas kemampuannya sehingga dianggap mempunyai andil luar biasa terhadap perkembangan peradaban bangsa yang patut menjadi teladan bagi generasi masa kini dan masa mendatang. Gagasan atau ide ini datang dari Rektor UI sendiri, yang selalu mempunyai pemikiran jauh ke depan. Penamaan jalan ini juga, sekaligus awal dari pembenahan terhadap semua tanda-tanda atau plang nama gedung yang selama ini tidak beraturan dan tidak tertata dengan baik. Dengan pemberian nama jalan ini juga, dimaksudkan untuk senantiasa mengenang akan jasa-jasa para tokoh tersebut.

Dahulu ketika di kampus Depok jalan belum diberi nama, orang lebih mengenalnya nama dengan ciri-ciri yang ada pada jalan tersebut. Seperti misalnya jalan bunderan psikologi, jalan samping mesjid, atau jalan dekat menara air, jalan stadion, jalan asrama dan lain-lain. Ketiadaan nama jalan ini “dimanfaatkan’ dengan baik oleh para mahasiswa yang mempunyai semangat tinggi ketika masih hangat-hangatnya semangat reformasi tahun 1998. Waktu itu sedang gencar-gencarnya mahasiswa melakukan demonstrasi di Jakarta, menuntut pembubaran Orde Baru. Dalam suatu peristiwa, seorang mahasiswa UI meninggal dunia terkena peluru karet petugas keamanan. Konon katanya, mahasiswa tersebut sedang istirahat di pinggir  besar  sekitar universitas Atmajaya. Entah dari mana datangnya peluru nyasar, tahu-tahu sudah bersarang di tubuh mahasiswa tersebut. Maka gegerlah para mahasiswa UI. Teringat kepada peristiwa tahun 1966, dimana seorang mahasiswa kedokteran UI mati tertembak peluru nyasara pasukan Cakrabirawa.

Maka aktifis mahasiswa yang melakukan demo pun menuntut kepada pimpinan UI untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa UI yang meninggal tersebut. Tetapi tidak ada tanggapan positif. Akhirnya para mahasiswa pun memberikan penghargaan, dengan cara memasang plang dimana tertera nama mahasiswa tersebut pada salah satu jalan di lingkungan UI. Untuk beberapa waktu plang tersebut terpasang di suatu jalan di kampus Depok. Pihak keamanan tidak berani mencabutnya karena dikhawatirkan akan membuat emosi para aktivis mahasiswa meledak dan terjadi tindakan destruktif. Setelah berjalan beberapa waktu lama dan suasana demo-demo mulai sepi, plang tersebut akhirnya dicabut.

Belum lama ini, jalan-jalan di Kampus Depok sempat diberi nama, sesuai dengan fakultas berada. Kemudian nama jalan tersebut diubah dengan memakai bahasa asing. Hal ini mungkin dilakukan sesuai dengan kondisi UI yang sudah bertaraf “world class university”. Tetapi usia nama jalan dengan bahasa asing ini pun tidak begitu lama, karena harus segera diganti dengan nama tokoh-tokoh UI. Dengan pemakaian nama tokoh UI ini, maka akan memudahkan informasi dan melacak bila terjadi suatu kejadian yang mengharuskan segera melakukan tindakan. Misalnya saja, kalau terjadi kecelakaan atau tabrakan, akan segera tahu di jalan mana lokasi terjadinya kecelakaan atau tabrakan tersebut.Selain itu, dengan pemberian nama jalan ini, setidaknya ingin ditanamkan kepada warga kampus ataupun yang memanfaatkan jalan di kampus, memperkenalkan nama para tokoh UI. Syukur-syukur kalau kemudian merangsang keingintahuan untuk mengenal lebih jauh tokoh tersebut.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment