June 9, 2009

Kau yang Mulai, Kau yang Dicaci Maki!

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:01 am

Gara-gara semalam  buka email dan komentar tentang Kasus RS Omni di Detik.com, beberapa tabir yang menyangkut kasus Manohara dan Prita mulai terkuak. Dalam pikiran bercampur berbagai informasi dari berbagai sumber, kemudian satu sama lain dihubungkan dan dianalisis, akhirnya didapat satu kesimpulan yang berbeda dengan pendapat umum yang sementara ini berkembang di masyarakat. (Karena itu mohon maaf, atas perbedaan persepsi ini).

Judul di atas, pastilah sangat cocok untuk ditujukan kepada TT (keluarga Kerajaan  yang menikahi Manohara) dan juga RS Omni yang saat ini menjadi hujatan dan cacian dari masyarakat. Hal demikian memang wajar, karena para pihak yang tersangkut dengan kasus tersebut  ternyata menyembunyikan suatu fakta, dimana kalau fakta tersebut dikemukakan, kesimpulan yang akan didapat dari dua kasus itu akan lain sama sekali. Jadi disini kata kuncinya adalah “Selalu ada yang disembunyikan”.

Karena itu, di dalam dunia jurnalistik selalu ditekankan untuk memberikan informasi dari dua sisi secara seimbang, untuk memberi kejelasan kepada pembaca, sehingga kesimpulan yang diambil tidak keliru. Tetapi pada kenyataannya hampir semua media di dalam pemberitaan cenderung memojokkan salah satu pihak dengan berbagai argumen yang mendukung dan mengesampingkan berbagai fakta lain yang justru akan melemahkan. Demikian pula dalam persidangan suatu kasus, baik pengacara maupun jaksa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada saksi dan tersangka, dengan maksud untuk menggali lebih dalam mengenai suatu kasus, dengan harapan akan muncul fakta-fakta baru yang belum ada dalam berita acara, sehingga dapat menjadi masukan bagi hakim dalam mengambil suatu keputusan.

Dalam kasus Manohara misalnya, pemberitaan bias sekali, karena memang tidak ada pernyataan atau sanggahan dari pihak TT. Ada fakta yang tidak terungkap dan memang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak Manohara, bahwa setelah menikah dan sah menjadi suami istri, TT ingin menikmati kebahagiaan layaknya sebagai suami istri. Tetapi selalu saja ada alasan penolakan untuk melakukan hubungan intim, sedang haidlah/menstruasilah, sedang nggak enak badan atau tidak mood dan lain-lain. Laki-laki mana yang tahan melihat paras cantik dan tubuh yang molek menggiurkan tetapi tidak bisa “digauli”. Menjadi pertanyaan kenapa Manohara selalu menolak? Berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Kalau TT lalu bertindak kasar, karena sudah “tidak tahan”, apakah itu bisa dikategorikan pemerkosaan? Jadi siapa yang mulai, siapa yang harus dicaci maki?

Untuk kasus Prita, ternyata yang mengajukan ke pihak pengadilan bukan pihak rumah sakit. Konon katanya, pihak rumah sakit berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Tetapi Prita ngotot mengajukan ke pengadilan. Pihak rumah sakit melihat situasi tersebut ibarat orang jualan, ada yang menawarkan barang, ya dibeli. Termasuk sekalian ”membeli” jaksa supaya bisa ”menjerat” Prita. Tapi kesan yang terjadi, seolah-olah pihak rumah sakit yang menjebloskan Prita ke penjara. Jadi siapa yang mulai, siapa yang harus dicaci maki?