June 7, 2009

Garda Indonesia Baru 2: Model Debat Capres

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:01 pm

Jika kita perhatikan kampanye Capres/cawapres di media televisi, atau pun di berbagai tempat yang diliput oleh media, tampak ada keseragaman dengan ciri-ciri sebagai berikut; calon berbicara secara monolog, kemudian penonton bertanya, atau pembwa acara menanyakan serangkaian topik masalah yang kemudian dijawab oleh calon. Atau jika tim sukses capres yang bertindak menjelaskan mengenai program kerja capres, mereka ditanya untuk menjelaskan tentang suatu perkara baik oleh moderator maupun oleh penonton. Mereka juga bisa saling bertanya dan menjawab yang diajukan oleh tim sukses capres lainnya.

Model tersebut di atas sudah sangat lazim dilakukan dan memang itulah yang terjadi selama ini, Seakan-akan tidak ada lagi cara kampanye selain di atas. Jadi yang diperlukan adalah kepiawaian seorang calon dalam berbicara di depan umum, juga tim sukses untuk mengumpulkan contoh-contoh pertanyaan dan apa jawabannya. Jadi kesan yang ingin diperlihatkan dalam debat ini adalah memberi kesan kepada khalayak penonton dalam hal kemampuan beretorika dan meyakinkan penonton tentang wawasan pengetahuan dari capres.

Debat seperti itu mempunyai kelemahan, karena tidak bisa mengukur apakah ide/konsep yang dikemukakan oleh para calon realistis, terukur serta bisa dijabarkan dan dilaksanakan di lapangan dengan mudah. Misalnya saja konsep Prabowo yang menggembar-gemborkan bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar dua digit. Walaupun di salah satu stasiun televisi dijelaskan dengan angka-angka, tetapi bagaimana mencapainya atau strategi yang akan dijalankan tetap masih misteri.

Karena itulah, mestinya harus ada model baru debat capres atau tim sukses yang dapat membedah secara mendalam masing-masing capres/tim sukses. Mungkinkah? Mungkin saja, kalau debat itu dilakukan dengan komunitas pendidikan tinggi. Misalnya salah satu capres dengan cawapres serta tim sukesnya berbicara di salah satu perguruan tinggi. Capres tersebut berbicara tentang ide/konsepnya, bagaimana merealisasikannya, lalu ditanggapi oleh para dosen/ahli dalam berbagai bidangnya serta diberikan masukan terhadap ide/konsep tersebut bagaiama merealisasikannya. Dengan demikian terjadi komunikasi timbal balik yang positif. Sehingga ketika capres tersebut menjadi presiden betulan, sudah punya cara bagaimana merealisasikan konsepnya tersebut, berdasarkan masukan dari para ahli dari komunitas kampus. Para mahasiswa yang mendengarkan debat ini pun bisa menjadi saksi nantinya, apakah dalam pelaksanaan konsepnya itu sesuai dengan apa yang telah dikemukakan dalam debat di dalam kampus.

Atau, bisa juga ketiga capres secara bersamaan diundang ke kampus dan dihadapkan dengan dosen yang ahli dalam bidang tertentu. Kepada ketiga calon tersebut ditanyakan beberapa topik yang diduga akan dihadapi negara di masa mendatang. Bagaimana para capres itu memberikan respon atau solusi terhadap permasalahan tersebut. Toh, ketiga capres sudah berpengalaman duduk dalam pemerintahan, sehingga diharapkan ada angina segar dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Dari jawaban para capres itu akan dapat diketahui, siapa diantara calon tersebut yang memberikan jawaban yang komprehensif dan bermutu. Dengan cara seperti ini sebetulnya yang diuntungkan ketiga capres tersebut. Sebab, akan banyak masukan dari kalangan kampus yang dapat diterapkan menjadi suatu kebijakan, kelak ketika sudah menjabat capres. Dengan debat seperti ini pula sebetulnya bisa dihindari saling menjelekkan konsep dari masing-masing calon atau justru saling menjelekkan pribadi para capres.

Masalahnya para capres dan tim suksesnya apakah mau diundang ke kampus dan berdebat dengan model seperti tersebut di atas. Kalau mereka bersedia, maka akan menjadi suatu preseden baru dalam debat calon presiden. Dan memang semestinya harus begitu, kalau memang tekad para capres ingin membuat bangsa ini berjaya, karena tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang tidak bisa dihadapi dengan hanya sekedar beretorika. Kecuali kalau hanya untuk sekedar menarik pemilih, maka bangkrutlah bangsa ini.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment