May 22, 2009

Kenapa Melulu Soal Ekonomi?

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:37 pm

Kampanye pemilihan calon presiden (Capres) belum dimulai, tetapi berbagai media (cetak dan elektronik) sudah mulai menggali dan mewawancarai berbagai hal kepada capres dan calon wakil presiden (cawapres). Dan tentunya yang paling hangat adalah perkara ekonomi, karena berkaitan dengan krisis moneter yang saat ini tengah melanda dunia secara mengglobal. Terakhir yang saya dengar adalah Tanya jawab capres SBY di tvone, yang dirisiarkan juga oleh radio delta FM. Pada hari yang sama (21/05) menjelang larut malam, ANTV menayangkan acara ring politik, dengan menampilkan Boediono. Saya kira kalau seorang capres atau cawapres hanya sekedar mengetahui pada tataran kulit-kulitnya saja perkara ekonomi, pastilah akan susah untuk menjawab atau menjelaskan mengenai perkara ekonomi ini. Apalagi bagi orang yang sama sekali tidak menggeluti perkara ekonomi, atau tidak terlibat dalam lingkungan birokrasi, jawabannya pasti akan mengambang dan tidak akan akurat mengatakan berapa persen pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan.

Bagi kalangan terdidik, barangkali jawaban dari capres/cawapres yang bersifat kuantitatif lebih disukai dan menjadi tolok ukur akan kemampuan dan wawasan dari para capres/cawapres terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini. Namun demikian, persoalan bangsa ini tidak melulu masalah ekonomi yang terkuantifisir. Banyak persoalan di bidang lain yang perlu juga mendapatkan perhatian secara serius dan mempunyai dampak terhadap perkembangan bangsa di masa mendatang. Pengalaman masa lalu misalnya jaman Orde Baru, bagaimana pertumbuhan ekonomi begitu mengesankan fundamental ekonomi cukup kuat, swa sembada pangan diakui dan mendapat apresiasi dari kalangan dunia internasional. Tetapi sangat abai terhadap soal lain, misalnya soal HAM, kebebasan untuk menyatakan pendapat, tidak ada otonomi di tingkat daerah, jomplang dalam aspek pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, dll. Ternyata semua kelebihan yang disebutkan di atas, dalam waktu singkat runtuh total terkeana badai krisis ekonomi di tahun 1997.

Mengagung-agungkan persoalan ekonomi saat ini oleh para capres/cawapres sangat mengkhawatirkan, karena akan membelokkan perhatian masyarakat, terhadap persoalan lainnya di luar ekonomi. Dalam melihat perkembangan dan kemajuan bangsa ini, kenapa tidak memakai parameter lain, misalnya saja soal pelestarian lingkungan, akses yang mudah terhadap sumber-sumber informasi oleh masyarakat, tingkat kesehatan masyarakat yang tidak hanya sekedar ada posyandu dan puskesamas, tingkat pendidikan masyarakat dan lain-lain.

Jadi, selain mencoba untuk mengurangi ketergantungan financial terhadap bantuan asing, perlu juga dipikirkan bagaimana masyarakat selain dapat memenuhi kebutuhan primernya, juga diperhatikan aspek non-ekonomi lainnya yang dapat dijadikan parameter dalam menilai kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment