April 28, 2009

Srikandi Hukum Indonesia

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:16 pm

Kali ini mencoba untuk menggali “semangat” dari cerita pewayangan kuno yang telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Jika anda adalah penggemar komik tahun 1970-an, pastilah akan menemukan komik bergambar yang bercerita tentang wayang kuno yang mengisahkan perang Barata Yudha, karya R.A. Kosasih. Serialnya cukup komplit mulai dari para tetua/buyut Pandawa dan Kurawa hingga cicitnya. Beberapa sekuen cerita itu masih terekam dalam ingatan. Antara lain, ketika Yudhistira (kakak tertua keluarga Pandawa) akan menuju ke alam kelanggengan (baqa), di tengah jalan bertemu dengan seekor anjing yang sedang kehausan. Kemudian Yudhistira memberikan air minum kepada anjing tersebut. Cerita wayang lainnya masih bisa diingat karena dulu sewaktu kecil ketika tinggal di daerah Bandung sering menonton wayang golek semalam suntuk. Pada jaman itu (akhir tahun 1960-an) Asep Sunandar Sunarya barangkali masih bocah ingusan. Tetapi pesinden Upit Sarimanah, namanya sudah harum dan terkenal.

Kembali kepada persoalan tentang Srikandi Hukum, hal ini berkaitan dengan pengukuhan 3 Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang berlangsung hari Rabu (22 April) di Gedung Balai Sidang Kampus Depok. Ketiga orang tersebut dengan judul orasi ilmiahnya adalah Sulistyowati Irianto (49) “Meretas Jalan Keadilan Bagi Kaum Terpinggirkan dan Perempusan (Suatu Tinjauan Socio-Legal); Rosa Agustina Trisnawati (50) “Perkembangan Hukum Perikatan di Indonesia: Dari Burgerlijk Wetboek Hingga Transaski Elektronik” dan Uswatun Hasanah (54) “Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Sosial dalam Perspektif Hukum Islam di Indonesia”. Ketiganya mengemukakan topik-topik yang jarang ditelaah orang, tetapi saat ini begitu penting untuk dibicarakan. Ketiganya juga mencoba menelaah dengan kritis perkembangan yang terjadi masing-masing topik tersebut dalam kehidupan nyata.

Kalau melihat tanggal pengukuhannya (22/04) pastilah orang akan mengasosiasikannya dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Tetapi ada satu karangan bunga yang ada di depan gedung tempat pengukuhan dilakukan, memberikan ucapan selamat dengan menyebutkan ketiga Guru Besar tersebut sebagai Srikandi Hukum. Srikandi adalah seorang istri Arjuna (Pandawa) yang gagah perkasa, turut terjun dalam perang Barata Yudha. Dan kalau dikaitkan dengan usaha yang dilakukan oleh tiga Guru Besar wanita yang dikukuhkan, suatu hal yang luar biasa. Dua diantara Guru Besar tersebut bukan lulusan hukum, melainkan berlatar belakang disiplin ilmu antropologi dan ilmu agama. Jadi perlu perjuangan tersendiri untuk bisa diterima sebagai Guru Besar tetap di lingkungan Fakultas Hukum. Satu diantara tiga Guru Besar itu, sumbangan pemikirannya telah diterima dan diadopsi menjadi suatu kebijakan di lingkungan Bappenas, yang akan diimplementasikan tahun ini juga. Kebijakan baru ini secara signifikan akan berbeda dengan kebijakan Bappenas yang sudah-sudah. Maka sangat tepatlah kiranya kalau ketiga Guru Besar itu dijuluki Srikandi Hukum Indonesia.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment