April 28, 2009

Kau yang Memulai…Kau yang Mengakhiri

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:26 pm

Pada tulisan kali ini, kita akan belajar memanfaatkan syair lagu-lagu tempo dulu, yang sangat populer, terutama isi syair itu sangat cocok bila dikaitkan dengan peristiwa politik yang terjadi pada jaman pemerintahan dipegang Presiden Gus Dur. Ada  lagu yang berjudul “KEGAGALAN CINTA”, beberapa  syairnya adalah sebagai berikut. Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta/Takkan terulang kedua kali/Di dalam hidupku/oooooooo/Ya nasib, ya nasib/Mengapa begini/Baru pertama bercinta/Sudah menderita/Kau yang memulai/Kau yang mengakhiri/Kau yang berjanji/Kau yang mengingkari/Mengapa begini jadinya….

Hari ini (28/04) selama setengah hari penuh mengikuti Sosialisasi Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  RI yang berlangsung di auditorium Djokosoetono Fakultas Hukum Kampus Depok. Tampak hadir dan memberikan sambutan Rektor UI Prof.Dr.der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Ketua MPR Dr. Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua DPD Dr. Mooryati Soedibyo, anggota MPR Patrialis Akbar, SH dan Drs.Hijriyanto M. Thohari, MA serta para dosen dan mahasiswa UI.

Ada hal menarik dari diskusi yang terjadi antara para mahasiswa UI dengan  Patrialis Akbar, SH, yang ternyata pernah menjadi asisten salah seorang  Guru Besar FHUI selama 15 tahun, sebelum terjun menjadi anggota  Partai Amanat Nasional (PAN). Patrialis membeberkan latar belakang peristiwa perkara ”pelengseran” Gus Dur dari Kursi Kepresidenan.

Isu yang berkembang saat itu, Gus Dur diduga terlibat  kasus Buloggate. Pada mulanya dugaan ini  lebih bersifat politis. Untuk membuktikan  keterlibatannya, DPR membentuk tim panitia khusus (pansus). Tetapi tim ini tidak melihat ada bukti kuat Gur Dur melakukan korupsi. Sehari sebelum sidang MPR akan dilaksanakan, pada suatu sore yang cerah Gus Dur dengan memakai celana pendek memberikan pernyataan pers, yang menyatakan mengeluarkan dekrit,  isinya membubarkan partai Golongan Karya dan membubarakan DPR. Para anggota DPR yang tadinya memfokuskan kepada kasus Buloggate beralih perhatiannya kepada dekrit yang dikeluarkan Presiden Gus Dur, dan meminta bantuan Ketua Mahkamah Agung (MA) untuk meneliti, apakah dekrit itu sesuai dengan konstitusi. Semalaman para anggota MA bekerja menelaah dan semalaman pula para anggota DPR tidak bisa tidur menunggu hasil keputusan MA. Menjelang subuh, barulah keluar keputusan MA, dekrit yang dikeluarkan Presiden Gus Dur bertentangan dengan konstitusi.

Pagi hari ketika akan dilangsungkan rapat, persoalan baru timbul, ada pernyataan dari Kektua fraksi ABRI yang tidak akan ikut menandatangani pemakzulan (impeachment). Hal ini akan menambah runyam, karena ABRI lah saat itu yang pegang senjata. Tapi Patrialis Akbar akhirnya berhasil meyakinkan ketua Fraksi ABRI, kalau tidak ikut menandatangani, ABRI akan berhadapan dengan Rakyat. Pada saat itu, kebetulan para anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ada yang hadir, maka muluslah keputusan untuk memakzulkan Presiden Gus Dur.

1 Comment »

  1. Informasi ini kurang berimbang dan cenderung menyesatkan.

    Saat itu ada masalah antara dualisme TNI dan Polri, pemecatan menteri-menteri dari partai-partai, dan rekonsiliasi nasional termasuk penegakan HAM dengan membuat peraturan dan penarikan hukum yang melanggar HAM (terutama TAP MPRS yang terkenal itu).

    Saya pikir dengan sang narasumber dari PAN sudah mengaburkan fakta-fakta tersebut. Pada saat itu, Amien Rais adalah seorang yang mendukung Gusdur dan kemudian yang menjatuhkannya. Pada masa itu, seingat saya, istilah “politik dagang sapi” menjadi pameo.

    Comment by Jan Peter — April 28, 2009 @ 4:54 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment