April 27, 2009

Tabur Gelar Tuai Gebyar

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:42 am

Barangkali para pembaca generasi yang lahir tahun 1960-an ke belakang masih ingat dengan peribahasa/kata kiasan “Siapa menabur angin akan menuai badai”. Beberapa puluh tahun lalu, peribahasa atau arti kiasan ini menjadi salah satu judul buku, yang ditulis oleh Sugiarto Suroyo. Isi buku secara detil sudah tidak ingat lagi, tapi yang jelas isi buku itu sangat menghebohkan karena ada berbau kritik terhadap pemerintahan Orde Baru.

Tulisan ini, bukan bermaksud untuk belajar bahasa, tetapi bagaimana kata kiasan itu bisa menjadi suatu slogan yang menarik dan mudah diingat orang akan sesuatu. Ada salah satu lagu yang dibuat dan diciptakan awal tahun 1970-an oleh Guruh Soekarnoputra Cs (salah seorang personilnya antara lain Eros Djarot) dan diiringi grup band bernama “Badai Band”. Ada pun lagu yang kemudian populer saat itu dan menjadi judul film yaitu “Badai Pasti Berlalu” yang dibintangi Slamet Rahardjo dam Christine Hakim. Menjelang kajatuhan rezim Orde Baru, dimana waktu itu krisis ekonomi tengah melanda di kawasan Asia, pada salah satu pidatonya dalam suatu acara Presiden Soeharto mengutip kata kiasan “badai pasti berlalu”. Tetapi badai  ini pulalah yang “melengserkeprabonkan” Soeharto.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (Dies Natalis) Universitas Indonesia (UI) yang ke-50, pada tahun 2000, pimpinan UI pun tidak ketinggalan membuat suatu slogan berbunyi “Tebar ilmu bangun bangsa”. Dari kata kiasan ini menyiratkan bahwa sudah banyak alumni UI yang tersebar ke seluruh pelosok nusantara dalam beragai bidang dan institusi. Kiprah para alumni itu merupakan pengejawantahan UI menyebarkan ilmu sebagai suatu sumbangsih dalam membangun bangsa.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, tampaknya pimpinan UI saat ini juga mempunyai strategi bagaimana UI supaya semakin dikenal luas oleh masyarakat, baik di lingkungan masyarakat Indonesia maupun masyarakat internasional, dengan tetap berpegang pada bidang keilmuan yang menjadi tulang punggung kegiatannya. Diharapkan UI bisa menjadi barometer dan trendsetter dalam bidang pendidikan dan keilmuan. Sejak Februari lalu hingga bulan April ini saja, sudah ada 3 orang yang diberikan gelar doktor honoris causa, karena kiprahnya yang luar biasa dalam bidang keilmuan yang digelutinya. Mereka itu adalah Taufik Ismail (penyair dan penggiat seni), Taufik Abdullah ( peneliti senior LIPI) serta Isidro F. Aguillo ( Director of the Cybernetic Lab. CSIS, Madrid, Spain Webometrics rangking of world universities). Dan mungkin ke depan akan ada lagi tokoh-tokoh yang dianugerahi doktor honoris causa oleh UI. Maka tepatlah kalau dikatakan  saat ini UI memasuki tahap ”Tabur Gelar Tuai Gebyar”.