April 23, 2009

Mujur Karena Angka Sial

Filed under: Kampusiana — rani @ 2:43 pm

Kalau bicara tentang kecap, tidak pernah pabrik pembuatnya mencantumkan kecap nomor 2. Hampir selalu pasti kecap  anu nomor satu. Warga keturunan Tionghoa sangat menjauhi pemakaian angka 4 untuk menamakan gedung bertingkat. Mereka akan menamakannya lantai 3 dan lantai 3A. Tapi angka 8 dan 9  dianggap angka keramat yang punya hoki. Atau bagi orang Islam sangat menyukai angka-angka ganjil, semisal 3 untuk berwudlu, angka 33 untuk bacaan wirid sehabis shalat, angka 99 untuk nama “asma’ul husna”,  untuk angka 7 untuk langit ketujuh.Sedangkan angka yang dianggap sial antara lain angka 13. Bagaimana asal mulanya suatu angka dianggap sial tidak ada orang yang tahu secara persis.

Jaman dahulu, ketika ramai dengan perjudian buntut NALO (nasional lotere) atau pun SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) di legalkan di republik ini, kode buntut yang berupa angka-angka menjadi penting sekali dan orang seharian sanggup untuk memecahkan kode angka-angka tersebut, atau memaknai suatu pernyataan ke dalam suatu angka-angka   dan kemudian angka tersebut dijadikan pasang taruhan. Para tukang beca, seharian bisa tidak menarik becak, waktunya habis digunakan untuk memecahkan kode-kode angka dan dijadikan ajang taruhan/judi. Ada satu dua tukang becak yang mendapat hadiah dari perjudian   ini. Tetapi paling banyak tidak mendapatkan apa-apa.

Pada jaman Rektor UI dijabat Prof. Sujudi, angka-angka ini dijadikan anekdot pada setiap sambutan pidato kegiatan resmi di UI, baik berupa pembukaan seminar maupun pada saat upacara Promosi Doktor dan Guru Besar. Dari situlah kemudian Prof. Sujudi dikenal luas sebagai seorang Rektor UI yang pandai menyelipkan humor pada setiap pidato sambutannya.

Dalam upacara pengukuhan 3 Guru Besar Fakultas Hukum UI yang berlangsung Rabu kemarin (22/04), sivitas akademika FHUI ramai membicarakan ada mahasiswa ekstensi FHUI menjadi mendapat suara yang cukup banyak dan menjadi anggota legislatif, dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi DKI Jakarta. Orang tersebut bukan selebriti, hanya orang kebanyakan. Tetapi dia mampu meraih suara hingga 200 ribu. Usut punya usut ternyata dia menduduki nomor urut 31 caleg DPD Provinsi DKI Jakarta. Dan nomor 31 ini adalah nomor urut Partai Demokrat. Jadi siapa bilang nomor 13 (kalau dibalik jadi 31) adalah angka sial?

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment