April 23, 2009

Faktor MJK

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:48 am

Gonjang ganjing perpolitikan capres dan cawapres dalam minggu terakhir ini, kalau kita amati pemberitaan di berbagai media, bagi yang mengikuti sepotong-sepotong berita, membuat kita menjadi miris atau lebih tepat dengan istilah NGERINGGA!? Padahal sih sebetulnya biasa-biasa saja, hanya karena “kerjaannya” pers, informasi dibuat sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pemirsa dan pembaca media.

Inti dari gonjang ganjing itu, (kalau tidak salah) persoalan mengenai calon wakil presiden yang akan mendampingi SBY yang diusung Partai Demokrat. SBY sendiri membuat 9 kriteria bagi cawapres yang akan mendapingi maju pada pemilihan Presiden 2009-2014. Partai Golkar berminat untuk mengajukan cawapresnya yaitu MJK, Ketua Umum Partai Golkar. Tetapi Partai Demokrat meminta supaya cawapres dari Golkar lebih dari satu, mengingat banyak kader Partai Golkar berkualitas yang bisa menjadi cawapres. Namun Partai Golkar ngotot hanya akan mengajukan calon tunggal, karena cawapres lebih dari satu tidak sesuai dengan kesepakatan hasil munas Golkar. Kalau pun mengajukan lebih dari satu calon, ternyata SBY memilih bukan MJK, APA KATA DUNIA? Mau dikemanakan muka partai Golkar?Ketua Umumnya kok tidak terpilih. Konon katanya, hari ini Partai Golkar akan mengadakan Rapat Pimpinana Nasional Khusus (Rapimnasus), untuk membicarakan perkara capres/cawapres ini.

Inilah barangkali efek dari seorang ketua umum partai menjabat eksekutif. Padahal dahulu kala, di media opini publik menyatakan, supaya ketua umum partai jangan merangkap jabatan menduduki jabatan di eksekutif, karena akan menimbulkan “conflict of interest”. Dan inilah barangkali buah dari “siapa yang menabur angin akan menuai badai”. Golkarlah yang dahulu kala memelopori rangkap jabatan ketua umum partai merangkap di eksekutif. Kemudian diikuti Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Dan bagaimana perolehan suara dari ketiga partai itu sekarang?

Menurut saya persoalan pokoknya tergantung kepada MJK. Disini akan diuji seberapa besar kepemimpinan dan kenegarawan seorang MJK. Seberapa mampu dia membaca ”sinyal” yang dikeluarkan SBY dengan 9 kriterianya. Dan seberapa arifnya dia memahami budaya politik Jawa. Dalam sejarah pemerintahan RI, belum pernah ada wakil presiden yang menjabat sampai dua periode. Pada saat ini boleh dikatakan sedang dipertaruhkan masa depan Partai Golkar. NGERINGGA!?

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment