April 4, 2009

Yang Paling Ditakuti

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:49 pm

Saat ini SBY memang penguasa eksekutif tertinggi di republik ini. DPR boleh saja menjadi amat sangat diperhitungkan oleh pihak eksektuif. TNI dan kepolisian yang “memegang” senjata pastilah sangat disegani oleh pihak teroris yang ingin membuat keonaran. Megawati berhak saja mengklaim sebagai yang paling dekat dengan “wong cilik”. Wiranto bisa saja menarik simpati rakyat dengan memakai bahasa hati nurani. Prabowo Subianto boleh saja membuat “gebrakan” dengan Gerakan Indonesia Raya untuk mencapai ambisinya. Tatapi siapakah yang paling ditakuti saat ini? Tidak pelak lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Walaupun belum ada penelitian tentang kesahihan KPK sebagai institusi yang paling ditakuti, tetapi pembicaraan orang dan pemberitaan di media memperkuat pendapat tersebut di atas. Di lingkungan penyelenggara pemerintahan, banyak yang tidak bisa menyerap anggaran yang diajukan sebelumnya, karena ada kekhawatiran tidak sesuai dengan aturan. Kalau nantinya menjadi temuan BPK-BPKP lalu dilaporkan ke KPK, habislah, dunia kiamat. Para aparat yang biasanya berlomba-lomba ingin menjadi bendaharawan proyek, kini berusaha untuk menjauhinya, selain karena urusannya rumit dan banyak aturan ketat dalam mempertanggungjawabkan keuangan, kalau ada masalah, maka dialah yang paling dahulu kena jerat hukum. (Berbeda dengan jaman Orde Baru dahulu kala, seorang teman menceritakan bagaima seorang pejabat pemerintah “mengada-adakan” proyek untuk mendapatkan keuntungan pribadi).

Dalam suatu kesempatan silaturahmi antara UI dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan & Pembangunan), kepala BPKP sampai mewanti-wanti untuk hati-hati dalam hal pemakaian dan pertanggungjawaban anggaran. Kalau pun ada kesalahan dalam penggunaan anggaran, maka hal tersebut jangan sampai bocor keluar apalagi sampai ke tangan KPK. Dalam hal ini BPKP akan memberikan advokasi kalau ada masalah dalam penggunaan anggaran. Jangan sampai terjadi karena kita sebagai aparat ingin melakukan layanan yang baik kepada publik, ada kesalahan yang tidak dengan sengaja dilakukan, kena jerat hukum. Atau ketika sedang menikmati masa pensiun harus berurusan dengan KPK karena ada masalah sewaktu dulu masih aktif sebagai aparat.

Menurut Antasari Azhar Ketua KPK dalam suatu ceramah umum dihadapan para mahasiswa baru UI tahun lalu, bekerja di KPK lebih banyak mengedepankan idealisme dan jangan berharap untuk mendapatkan imbalan yang besar. Gaji sebagai Ketua KPK hanya Rp 40 juta, itu sudah termasuk untuk biaya transportasi, perumahan, pembayaran listrik, telpon, air dan lain-lain. Selain gaji tersebut tidak ada lagi pemasukan lain. Kalau anggota KPK sedang menjalankan tugas, dilarang keras menerima gratifikasi karena dapat diklasifikasikan sebagai korupsi. Tahun ini (2009) KPK juga akan melakukan pemeriksaan ke daerah-daerah. Karena itulah maka dilakukan rekrutmen anggota baru KPK. Berdasarkan hasil seleksi, dari seluruh calon yang diterima 50 % diantaranya adalah lulusan UI.

Apakah hal ini menunjukkan para alumni UI masih mempunyai idealisme yang tinggi? Ataukah sekedar “gagah-gagahan” ingin menjadi orang yang paling ditakuti? Wallahualam bisawab.