March 31, 2009

Jahiliyah 5: Siaran Putra Alma Mater 1

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:53 am

Siaran Putra Alma Mater No.1/1982

Pertahankan Integritas Alma Mater Kita!

Pada dewasa ini perjuangan segenap sivitas akademika Universitas Indonesia untuk membebaskan kampusnya dari anarkisme telah mencapai tahap yang menentukan. Pada hari-hari ini akan ternyata, apakah Alma Mater yang demikian kita cintai ini akan benar-benar menjadi wadah pengabdian ilmiah kita di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat demi darma kita kepada rakyat, Bangsa dan Negara, ataukah Universitas Indonesia akan porak poranda, berantakan diterjang oleh pertarungan kekuatan-kekuatan dari luar.

Sejak saya dilantik menjadi Rektor, kurang lebih dua bulan yang lalu, saya telah mengajak kepada segenap sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga Alma Mater kita dari usaha-usaha yang terus menerus untuk menyeret Universitas Indonesia ke dalam pertarungan di luar dirinya. Usaha itu dilakukan dengan pelbagai dalih yang muluk-muluk dan selalu mengatasnamakan rakyat. Tapi segenap sivitas akademika Universitas Indonesia, karyawan, dosen dan mahasiswa tidak terkecoh olehnya, karena keyakinan, bahwa mereka adalah pejuang-pemikir yang hasil perjuangan-pemikirannya adalah untuk rakyat.

Saya telah menjelaskan, bahwa kita harus melaksanakan transpolitisasi, membekali diri kita dengan segenap pengetahuan politik yang perlu, namun menjaga jangan sampai kita terseret melakukan politicking. Dengan politicking saya maksudkan:”menyatakan pendapat yang pro atau kontra secara eksplisit mengenai tokoh-tokoh maupun golongan yang menyangkut kedudukan dan peranan mereka dalam susunan kenegaraan maupun proses-proses politik di Indonesia”.

Saya telah memberikan sinyalemen, bahwa IKM UI-MPM UI-DM UI mulai awal tahun 1970-an telah dimasuki oleh pengaruh-pengaruh politicking itu dengan menyalahgunakan atribut Universitas Indonesia untuk kepentingan pihak-pihak luar. Sinyalemen itu untuk sebagian juga bertumpu kepada langkah-langkah yang telah diambil oleh Rektor yang terdahulu, Prof.Dr. Mahar Mardjono yang telah menyusun dua atau tiga peraturan untuk menjaga integritas Alma Mater, termasuk larangan kegiatan IKM dan organ-organnya.

Sebagai langkah-langkah konkrit, Rektor Mahar Mardjono telah memecat sdr. Biner Tobing yang melakukan kegiatan sebagai “Ketua Umum DM UI” dan telah melakukan schorsing terhadap sdr. Peter Sumariyoto karena hal yang sama. Sejak pergantian Rektor Universitas Indonesia, kebijaksanaan Rektor yang terdahulu saya lanjutkan selaku Rektor baru. Pimpinan Universitas Indonesia yang baru telah berulang-ulang memberikan peringatan kepada sdr. Peter Sumariyoto untuk menghentikan kegiatannya selaku mahasiswa, karena sedang dalam keadaan schorsing. Namun segala peringatan itu tidak diindahkan oleh sdr. Peter Sumariyoto. Ia bukan hanya tetap melakukan kegiatan sebagai mahasiswa, melainkan tetap pula melakukan kegiatan sebagai “Ketua DM UI”. Dan kegiatan itu akhirnya mencapai puncaknya dengan penyelenggaraan “appel siaga” di pekarangan Universitas Indonesia Salemba 4, dua hari setelah Peristiwa Lapangan Banteng. Dapat kita mengerti bersama, bahwa acara itu adalah bermain dengan api secara tidak bertanggung jawab serta juga menginjak-injak peraturan Universitas Indonesia.

Karena itulah saya telah menulis surat kepada sdr. Peter Sumaryoto dan minta kepadanya untuk menegaskan sikapnya dengan menandatangani surat pernyataan tidak lagi mengakui IKM UI serta organ-organnya. Ternyata ia tidak besedia melakukan hal itu.

Dengan demikian saya berkesimpulan, bahwa sdr. Peter Sumariyoto memang tidak mempunyai itikad untuk menghentikan segala kegiatannya yang ilegal itu, sehingga tidak dapat lagi hal ini dibiarkan berlarut-larut. Sesuai dengan peraturan yang berlaku maka tindakan harus ditingkatkan. Tingkat yang lebih tinggi daripada schorsing adalah penghentian daripada statusnya sebagai mahasiswa.

Tindakan itulah yang setelah berkonsultasi dengan Pimpinan Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan berat hati harus saya lakukan demi integritas Alma Mater yang sudah demikian lama menderita. Anarkisme harus kita akhiri. Tindakan mencoreng wajah Alma Mater dengan bahasa kotor dan dengan tindakan-tindakan destruktif harus kita hentikan untuk selama-lamanya. Mahasiswa Universitas Indonesia tidak mempunyai tradisi mengotori sarang sendiri dan bertutur kata jorok. Kita tidak ikhlas nama baik mahasiswa Universitas Indonesia dinodai oleh oknum-oknym yang tidak bertanggung jawab.

Kita harus berani memutuskan, apakah Alma Mater kita, Universitas Indonesia kita, akan bangkit kembali sebagai lembaga ilmiah yang berwibawa dengan dukungan kita semua, ataukah ia akan kehilangan fungsi ilmiahnya itu sehingga dengan demikian akan kehilangan pula hak hidupnya sebagai lembaga.

Saya yakin bahwa segenap mahasiswa Universitas Indonesia, segenap sivitas akademika Universitas Indonesia, akan memberikan jawaban yang tepat. Pandangan seluruh masyarakat tertuju kepada kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan Taufik dan hidayahNya kepada kita semuanya.

Jakarta, 31 Maret 1982 REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA

ttd

Prof.Dr. NUGROHO NOTOSUSANTO NIP. 130 428 654