March 25, 2009

Kisah Tanggal 25 Maret 1978

Filed under: Mahasiswa Menggugat — rani @ 11:33 am

Hari Sabtu tanggal 25 Maret 1978, di Kampus UI Salemba ada Parade lagu dan puisi perjuangan. Sementara para mahasiswa lagi asyik-asyiknya menikmati menikmati suguhan dari FK-UI, tanpa banyak yang tahu, Pak Slamet mendekati Djodi Wuryantoro (anggota MPM-UI dari Fakultas Psikologi), selama “aksi mogok” sering nongkrong di Kampus UI Salemba. Sambil membentak, Pak Slamet alias Mayor Singgih menarik kerah baju Djodi. Ia berkata: “Djodi ! ayoh, kamu harus bubarkan acara ini.” Djodi menjawab “Apa wewenang saya pak, saya bukan anggota presidium senat.” Dengan berang Pak Slamet berkara lagi : “Kamu jangan menghalang-halangi tugas saya, yah ! “Lho,” kata Djodi, justru kalau saya yang menghentikan malah saya menghambat bapak, kan itu adalah wewenang bapak untuk membubarkannya.” Rada kesal, Pak Slamet melepaskan kerah baju Djodi, dan Djodipun dengan tenang berstyl yakin, segera menuju ke kelompok KANJUT ’78 FT-UI. Sementara reporter Mm yang hari itu ditugaskan mengawasi gerak-geruk Pak Slamet, diam-diam saja di dekat beliau itu. Agaknya “perang urat syaraf” antara Djodi dan Mayor Slamet, sudah terjadi lama sebelumnya.

Pembukaan “perang” itu terjadi di warung Tegal. Ketika beberapa mahasiswa FT-UI sedang makan, Pak Slamet ikut nimbrung dengan mahasiswa. Kemudian terjadi dialog berikut : “Agaknya yang paling galak dalam acara pasang memasang poster ini, adalah Fakultas Tehnik; dan ini pasti dipimpin oleh orang yang cukup berpengalaman.” “saya pikir, orang yang saya maksud ada di dekat saya,” kata Mayor Slamet, sambil melirik Djodi yang kebetulan duduk disampingnya. Para mahasiswa FT-UI Cuma bisa nyengir-nyengir kuda, sementara Reporter Mm yang berada tak jauh dari sana, juga ikut senyum dikulum. Tatkala berita ini sedang diketik, tiba-tiba angin kencang mengamuk. Dor…. dar ? bunyi pintu kaca pecah. Beberapa orang mahasiswa berteriak keras-keras: “awas !” Pak Slamet ngamuk ! Beberapa reporter Mm sempat sedikit panik, setelah dilihat, ternyata beberapa kaca gedung belakang berantakan diterpa angin. (sumber: Buletin Mahasiswa Menggugat)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment