March 20, 2009

Jum’atan

Filed under: Uncategorized — rani @ 4:34 pm

Sudah empat kali berturut-turut tidak melaksanakan shalat jum’at di mesjid UI (Ukhuwah Islamiyah) Kampus Depok, rasanya sudah rindu dengan suasana jum’at di Kampus. Baru pada hari Jum’at ini (20/03) ada kesempatan shalat di mesjid kampus. Bertindak sebagai khatib, yaitu yang menyampaikan khutbah Jum’at  adalah Dr.Ir. M. Anis, M.Met, Wakil Rektor UI Bidang Akademis. Pada kesempatan itu, topik yang dibahas mengenai Hikmah Maulid.

 

Tetapi pada kesempatan ini yang menjadi pokok perhatian adalah tentang pimpinan  dan warga UI lainnya yang menjadi khatib jum’at serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan Jum’atan ini. Biasanya usai  shalat Jum’at, khatib dan para pengurus mesjid lainnya menuju ke belakang mimbar (mihrab), dimana disitu ada ruangan sekretariat pengurus mesjid serta ruang tamu dan. Disitulah biasanya diadakan acara makan siang bersama. Menu makannya sederhana saja, ada sayuran, goreng ayam atau sayur kare ayam, goreng tempe dan tahu, sambal serta buah. Suasana makan siangnya yang membuat nyaman untuk ngobrol apa saja atau berdiskusi dengan khatib tentang topik yang baru saja dibicarakan di mimbar.

 

Tetapi siang ini, rupanya Dr. Ir. M. Anis, M.Met tidak ikut makan siang, tetapi langsung menuju kantor di Gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU). Maka acara makan siang hanya  dihadiri para pengurus mesjid saja. Salah seorang pengurus mesjid bercerita, sudah beberapa kali meminta Wakil Rektor UI untuk menjadi khatib shalat Jum’at. Tetapi tidak pernah berhasil. Hingga akhirnya terjadi peristiwa ”mendadak” yang membuat Wakil Rektor tidak bisa mengelak. Ceritanya Rektor UI Prof.Dr.der Soz Gumilar Rusliwa Somantri sudah bersedia menjadi khatib Jum’at. Tetapi secara mendadak dia menerima undangan ibadah haji dari Raja Arab Saudi (tahun 2007) dan harus segera berangkat. Akhirnya Rektor membuat surat perintah kepada Wakil Rektor I, untuk menggantikannya menjadi khatib shalat jum’at di mesjid UI. Sejak itu, kalau ada permohonan menjadi khatib dari pengurus mesjid, tidak pernah ditolak. Dan ternyata, Wakil Rektor satu UI ini masih punya darah keturunan Habib Kuntjung, salah satu tokoh agama yang disegani di wilayah Condet.

 

Lain lagi certia tentang Rektor UI (alm) Prof.Dr. Sujudi. Rektor yang satu ini kalau shalat jumat, selalu berada di barisan paling depan. Menurut sopirnya, pernah terjadi tidak sempat melakukan shalat jum’at karena sesuatu hal atau karena kesibukan pekerjaan. Kontan, Allah memperingatkan dengan mendapat satu musibah. Sejak saat itu, Prof.Dr. Sujudi tak pernah absen menjalankan shalat Jum.at. Karena itulah makanya dia selalu terlihat duduk di barisan depan, karena senantiasa datang ke mesjid lebih awal.

 

 

Lain lagi dengan cerita Rektor UI  Prof.dr.M.K. Tadjudin, yang menggantikan kepemimpinan Prof.Dr. Sujudi. Seminggu setelah pelantikannya sebagai Rektor UI, dia meminta kepada pengurus mesjid UI, supaya diberi kesempatan menjadi khatib Jum’at. Tetapi ada juga Rektor yang hingga akhir jabatannya tidak pernah naik mimbar Jum’atan,

walaupun dari segi namanya sudah sangat mendukung.