March 19, 2009

Percaya Nggak Percaya (PNP) I: Kampus Meminta Korban

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:27 pm

Sebetulnya sudah lama ingin menulis dan mengungangkapkan mengenai hal-hal yang berbau mistik dan misteri di lingkungan kampus, tetapi belum ada waktu untuk mewawancari nara sumber. Baru pada pagi hari ini (19/03) mengobrol dengan seseorang yang ternyata menceritakan hal-hal yang tak terduga sebelumnya. . Waktu permulaan pindah ke kampus Depok (1987) dan beberapa tahun sesudahnya, masih sering terjadi hal-hal aneh, salah satu diantaranya yang terjadi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Menurut pengamatan seorang pegawai FIB, pada waktu itu kerap terjadi warga FIB yang meninggal secara mendadak dan yang paling sering terjadi karena disebabkan tertubruk mobil waktu menyebrang di Jalan Margonda Depan Gang Kober atau tertabrak kereta.

Satu kali pernah terjadi, dua orang mahasiswi FIB asal Jakarta dan Tangerang mau menyebrangi rel kereta, salah seorang diantaranya berjalan di atas rel kereta dengan dituntun oleh temannya. Kedua orang itu asik berjalan, tidak mendengarkan dan melihat ada KRL yang akan lewat. Seorang pedagang yang melihat kedua mahasiswa tadi segera saja melempar batu sambil berteriak untuk menyadarkan kedua orang tadi. Satu orang selamat tetapi satu orang lagi nyaris tertabrak KRL. Untung hanya kena hembusan angin yang ditimbulkan gerbong KRL yang berjalan cepat. Tetapi akibatnya sungguh fatal. Mahasiwa tersebut terjatuh. Salah satu biji matanya keluar, satu buah dadanya robek terbelah, kepala berlumuran darah. Segera di bawa ke RSCM. Waktu itu Dekan FIB masih dijabat oleh Prof. Sapardi Djoko Damono sementara Rektor UI adalah Prof. Sujudi. Rektor segera mengontak Direktur RSCM dan dalam waktu yang singkat korban segera ditangani, dilakukan operasi bedah plastik. Dalam waktu tiga bulan mahasiswi tersebut sudah bisa kuliah lagi. Dan kata pegawai FIB yang megantar dan mengurus pengobatan ke RSCM, mahasiswi tersebut telihat lebih cantik daripada sebelum kecelakaan.

Rupanya misteri di FIB belum selesai sampai disitu. Satu saat pernah terjadi seorang karyawan kesurupan dan berbicara memakai bahasa Sunda yang tidak bisa dimengerti oleh orang Sunda sekarang. Akhirnya meminta tolong Prof. Ayat Rohaedi (Mang Ayat) arkeolog yang mengerti bahasa Sunda Kuno. Terjadilah dialog. Pegawai yang kesurupan itu meminta dua nyawa manusia sekaligus. Tetapi kemudian akhirnya hanya meminta ganti dengan memotong dua ekor kambing berwarna hitam dan putih. Kambing yang sudah dipotong itu ditanam di dekat musholla fakultas FIB.

Sejak saat itu, tidak ada lagi warga FIB yang meninggal karena kecelakaan atau kesurupan kemasukan roh makhluk jaman dahulu.