March 12, 2009

Jahiliyah 4: Transpolitisasi

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:47 am

Kalau pada akhir Februari 2009 ini, dalam percaturan atau wacana di masyarakat ibukota ramai dibicarakan tentang pembukaan koridor VIII, jalan dari Lebak Bulus – Harmoni/Kota, yang akan dilalui bus umum TransJakarta, maka pada jaman dulu pun ketika Prof.Dr. Nugroho Notosusanto mulai menjabat Rektor UI (1982), ramai dibicarakan tentang Transpolitisasi, suatu konsep bagaimana membenahi komunitas kampus sebagai suatu lembaga ilmiah tanpa dikotori oleh politik atau orang-orang yang bermain politik di dalam kampus. Tetapi mahasiswa harus tahu tentang politik, supaya tidak menjadi ‘bulan-bulanan” para politikus. Tetapi kalau mau berpolitik silahkan melakukannya di luar kampus. Itulah inti dari transpolitisasi.

Pada tahun 1979 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dijabat oleh Dr. Daud Jusuf, yang duduk dalam dewan pengurus pada Center for Strategic and International Studies (CSIS) suatu lembaga think-thank, yang aktif memberikan masukan konsep-konsep politik dan ekonomi kepada golongan elit yang duduk dalam pemerintahan. Pada saat menjabat menteri itu, Daud Jusuf membawa konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) yang harus diadopsi oleh semua perguruan tinggi di Indonesia. Dan UI pada periode kepemimpinan Mahar Mardjono (1974-1982) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang menolak konsep tersebut, yang disuarakan secara keras oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) UI. Penolakan konsep NKK ini secara terang-terangan dinyatakan di depan umum. Misalnya saja pada saat upacara wisuda Sarjana UI yang berlangsung di Balai Sidang Senayan (Convention Center), para mahasiswa UI membeberkan spanduk yang bertuliskan “Daud Jusuf Pantas Ditampar”.