March 11, 2009

Profesor 6: Robohnya Surau Kami

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:31 pm

Ini memang judul buku karangan AA. Navis. Salah satu karya sastra yang menjadi bacaan wajib bagi para siswa SLTP dan SLTA untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Surau adalah sebutan untuk musholla, tempat sembahyang yang lebih kecil dari mesjid yang berada di lingkungan kampung. Judul di atas sengaja diambil untuk menggambarkan keadaan yang menimpa institusi Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI) dengan diundangkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).

Hari ini (11/03) pimpinan UI bertemu dengan DGB UI, untuk membicarakan kelangsungan hidup institusi DGB UI. Saat ini, jumlah Guru Besar UI yang masih aktif mengajar ada sekitar 250-an orang. Jumlah Guru Besar se Indonesia tidak sampai 10.000 orang. Jadi Guru Besar merupakan makhluk langka di republik ini. Karena memang seorang staf pengajar untuk mencapai jenjang Guru Besar ada persyaratan cukup berat yang harus dipenuhi. Tidak heran, kalau jumlah Guru Besar di suatu perguruan tinggi menjadi salah satu tolok ukur kualitas satu perguruan tinggi.

Dewan Guru Besar (DGB) UI dibentuk pada periode kepemimpinan UI dibawah Prof. Usman Chatib Warsa, satu organ universitas seluruh anggotanya adalah Guru Besar Universitas , bertugas melakukan pembinaan kehidupan akademik dan integritas moral serta etika akademik universitas, memberi pertimbangan atas usul pengangkatan guru besar, pemberian gelar doktor kehormatan. Bandingkan dengan organ universitas lainnya yaitu Senat Akademik Universitas, badan normatif tertinggi di bawah Majelis Wali Amanat (MWA), bertugas menyusun kebijakan akademik tingkat universitas, menyusun kebijakan penilaian prestasi dan etika akademik, kecakapan serta kepribadian sivitas akademik, dan merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan universitas. Tampaklah bahwa tugas dari kedua organ itu nyaris hampir sama. Hanya bedanya yang satu merupakan kumpulan orang-orang yang sudah menyandang Guru Besar. Tetapi ada juga Guru besar yang menjadi anggota Senat Akademik Universitas.

Dengan adanya Undang- Undang Badan Hukum Pendidikan, dimana di dalamnya tidak tercantum organ Dewan Guru Besar, maka semua organ yang terdapat di perguruan tinggi harus menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut tanpa kecuali. Kalau ada institusi yang tidak sesuai dengan UU BHP, maka harus dibatalkan demi hukum.