March 5, 2009

Karakteristik Mahasiswa Baru 2

Filed under: Warta UI — rani @ 7:19 am

Berkaitan dengan kegiatan Seleksi Masuk (SIMAK) UI yang berlangsung pada tanggaal 1 Maret 2009 secara serentak diadakan  di 35 kota se Indonesia di hampir 700 lokasi ujian yang diikuti lebih dari 79 ribu peminat  yang ingin menjadi mahasiswa baru UI, ada baiknya kalau kita menengok sejenak ke belakang. Walaupun data yang dikemukakan ini terbilang lama, tetapi paling tidak dapat menjadi gambaran persaingan dan keketatan peminat  program studi dan fakultas di lingkungan UI yang diperebutkan calon mahasiswa baru. Data ini juga ternyata menjadi patokan selanjutnya dan karena dianggap sensitif, maka data-data keketatan tersebut pada tahun-tahun berikutnya tidak bisa lagi dipublikasikan secara terbuka. Hingga kini, sangat sukar untuk mendapatkan data secara terinci mengenai keketatan suatu program studi.

Nilai UMPTN

Seperti tahun-tahun sebelumnya, nilai UMPTN dari peserta ujian didefinisikan sebagai nilai mentah peserta yang bersangkutan yang telah ditransformasikan ke dalam suatu sebaran dengan rataan 500 dan simpangan baku 100. Sebaran dari nilai UMPTN secara nasional dapat dilihat pada grafik-2. Untuk kelompok IPA, nilai UMPTN terendah adalah 252,53 dan tertinggi 940,76. Sedangkan untuk kelompok IPS nilai terendah dan tertinggi masing-masing 169,75 dan 910,92. Untuk selanjutnya yang dimaksud nilai dalam laporan adalah nilai UMPTN.

Kualitas Mahasiswa Baru

Kualitas mahasiswa baru yang diterima merupakan suatu ukuran yang tidak mudah ditemukan dasar kuantitatifnya. Walaupun demikian dua criteria yang mungkin dapat dipergunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai kualitas adalah: Keketatan Persaingan, dan Nilai Rataan Mahasiswa Baru.

Keketatan Persaingan

Keketatan persaingan adalah perbandingan antara jumlah yang diterima dengan jumlah peminat (jumlah peminat pilihan-1, pilihan-2, pilihan-3). Keketatan persaingan sebenarnya tidak dapat dipergunakan sebagai satu-satunya alat ukur kualitas, karena persaingan yang ketat diantara peserta yang memiliki nilai rataan rendah tidak dapat dibandingkan dengan persaingan yang relatif  lebih longgar diantara peserta yang memiliki nilai rataan tinggi.

Program-program studi dengan persaingan tertinggi untuk masing-masing kelompok ujian IPA menduduki peringkat keketatan tertinggi pertama adalah program studi Teknik Industri disusul dengan Teknik Arsitektur, Ilmu Komputer, Teknik Sipil dan Kesehatan Masyarakat. Sedangkan urutan peringkat keketatan pada kelompok IPS adalah program studi Hubungan Internasional menduduki peringkat pertama, menyusul Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Sastra Inggris dan terakhir Akuntansi. Keketatan persaingan setiap program studi diperlihatkan pada table 1.

Asal SMTA

Dibandingkan tahun lalu, dimana jumlah peminat ke UI yang berasal dari SMTA Luar Jawa adalah 13,87% dan 11,14% masing-masing untuk kelompok IPA dan IPS,  Jumlah peminat UI yang berasal dari SMTA luar Jawa pada tahun ini menalami penurunan, terutama untuk kelompok IPS. Tahun ini peminat yang berasal dari luar Jawa, untuk kelompok IPA dan IPS masing-masing 13,58% dan 9,55%.

Keadaan yang sama juga terjadi untuk peserta yang diterima. Kalau tahun 1995 mahasiswa baru yang diterima lewat jalur UMPTN yang berasal dari luar Jawa 8,71% untuk kelompok IPA dan 6,09% untuk kelompok IPS. Untuk tahun 1996 ini masing-masing adalah 8,89% untuk IPA dan 5,92% untuk IPS. Kalau digabung kelompok IPA dan IPS jumlah peminat UI tahun 1996 yang berasal dari luar Jawa adalah 11,15%, sedang jumlah mahasiswa yang diterima lewat UMPTN tahun 1996 yang berasal dari luar Jawa adalah 7,24%. Ini berarti peminat UI melalui UMPTN yang berasal dari pulau Jawa sedikit lebih beruntung disbanding teman-temannya yang berasal dari luar Jawa.

Keadaan tersebut merupakan indikasi bahwa apabila UI menghendaki jumlah mahasiswa yang berasal dari luar Jawa cukup memadai, maka penerimaan mahasiswa luar Pulau Jawa  melalui PPKB perlu dipertahankan.

Penyebaran peminat UI yang berasal dari luar pulau Jawa juga cukup  menggembirakan terutama, terutama untuk kelompok IPA. Pada kelompok IPA hanya, hanya 3 program studi (semua dari MIPA) yang peminat luar Jawanya  kurang dari 10%, yaitu matematika (8,11%), Biologi (8,66%), dan  Geografi (8,17%). Walaupun tidak sebesar pada kelompok IPA, prosentase peminat luar Jawa pada program studi kelompok IPS juga cukup menggembirakan. Hanya 3 program studi kelompok IPS yang peminat luar Jawanya kurang dari 7%, yaitu Ilmu Kesejahteraan Sosial (6,60%), Ilmu Komunikasi (5,89%) dan Sastra Jawa (1,39%).

Prosentase yang relatif besar ini secara langsung berakibat pada peningkatan prosentase mahasiswa baru luar pulau Jawa pada program-program tadi. Program Studi Kelompok IPA dengan prosentase mahasiswa dari luar Jawa lebih dari 10% antara lain Fakultas Kedokteran (11,11%), Farmasi (12,28%), Teknik Sipil (15,85%), Teknik Mesin (16,00%), Teknik Metalurgi (0,99%), Keperawatan (13,28%), Ilmu Komputer (11,84%) dan Kesehatan Masyarakat (11,54%) Sedang untuk kelompok IPS antara lain, Ekonomi Pembangunan (10,24%) Antropologi (11,,43%), Hubungan Internasional (16,22%), Sastra Jerman (11,43%), Sastra Belanda (10,53%) dan Sastra Rusia (14,29%).

Keadaan yang cukup memprihatinkan, dimana tidak satupun mahasiswa asal luar Jawa diterima, terjadi di program  Studi Teknik Industri, Ilmu Politik, Administrasi Niaga, Sosiologi, Ilmu Perpustakaan, Sastra Jawa dan Sastra Arab. Sebenarnya peminat program studi tersebut yang berasal dari luar Jawa cukup banyak (kecuali Sastra Jawa, hanya 1 siswa luar Jawa yang memilihnya), tetapi nilai mereka terlalu rendah dibanding saingannya yang berasal dari pulau Jawa.

Peminat Kelompok IPA yang berasal  SMTA kota kecil (Kabupaten) hampir sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 23,99% (tahun lalu 23,97%), sedang peminat kelompok IPS turun menjadi 19,50% (tahun lalu 21.03%). Prosentase mahasiswa baru yang berasal

13,56% (tahun lalu 13,78%), sedang untuk kelompok IPS naik menjadi 12,59% (tahun dari SMTA kabupaten pada kelompok IPA kira-kira sama dengan tahun lalu yaitu lalu 11,22%).

Pada kelompok IPA, sama dengan tahun lalu, program studi Ilmu keperawatan (43,15%) dan Geografi (31,61%), merupakan program yang paling diminati oleh peserta yang berasal dari SMTA kota kecil. Sedangkan prosentase tertinggi dari mahasiswa baru asal kota kecil juga terdapat pada program studi Imu Keperawatan (36,84%) dan Geografi (27,66%).

Pada kelompok IPA program studi Sastra Arab (39,05%), Sastra Indonesia (31,14%) dan Ilmu Sejarah (30,69%) merupakan  program studi yang paling diminati oleh peserta asal SMTA kota kecil. Prosentase tertinggi dari mahasiswa baru asal kota kecil juga terdapat pada program Sastra Arab (34,29%), Ilmu Sejarah (33,33%) dan Sastra Indonesia (32,43%).

Jenis Kelamin

Jenis kelamin dari peminat Universitas Indonesia dan mahasiswa baru yang diterima melalui jalur UMPTN tahun 1996. Terlihat bahwa 41,48% (tahun lalu 39,54%) peminat yang memilih program studi kelompok IPA di Universitas Indonesia adalah wanita. Untuk Kelompok IPA, jumlah peminat wanitanya adalah 54,26% (tahun lalu 52,34%).

Persis sama dengan tahun lalu, ada penunjuk bahwa program studi pada kelompok IPA yang berhubungan dengan kesehatan lebih menarik bagi wanita. Program studi yang peminat wanitanya lebih dari 50% adalah Ilmu Keperawatan (89,64%). Kesehatan Masyarakat (80,31%) Pendidikan Dokter Gigi (76,06%), Pendidikan Dokter (62,21%) dan Kimia (53,60%). Sedangkan program studi dengan mahasiswa baru lebih dari 50% adalah Ilmu keperawatan (89,47%), Biologi (74,47%), Kesehatan Masyarakat (71,15%), Farmasi (70,18%) dan Pendidikan Dokter (62,28%).

Masih didominasi program-program studi kesehatan oleh peminat maupun mahasiswi wanita, yang biasanya sangat sulit untuk dikirim ke daerah, menunjukkan bahwa keluhan dari Departemen Kesehatan mengenai sulitnya memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, terutama daerah terpencil, belum bisa teratasi dalam waktu dekat.

Mahasiswa Ekonomi Lemah.

Seperti kita ketahui sebelum pelaksanaan UMPTN, peserta ujian harus mengisi formulir pendaftaran yang berisi bermacam-macam informasi , diantaranya adalah penghasilan orang tua.

Dari 2,888 mahasiswa baru yang diterima di UI melalui jalur UMPTN tahun 1996 terdapat 79 mahasiswa yang pada waktu mengisi formulir pendaftaran menyatakan bahwa penghasilan orang tuanya dibawah Rp. 150.000.- per bulan. Apabila yang mereka isi dalam formulir pendaftaran benar, maka ada kemungkinan mereka akan menghadapi kesulitan ekonomi untuk menyelesaikan pendidikan di UI.

Perlu diperhatikan bahwa data penghasilan diisi sendiri oleh peserta ujian dan belum pernah dicek kebenarannya. Ada kecenderungan untuk mengisi lebih rendah dari keadaan sebenarnya, tetapi jarang terjadi mahasiswa keluarga ekonomi kuat yang mengisi data penghasilan di bawah Rp. 150.000.- Sungguhpun demikian, alangkah baiknya sebelum memutuskan untuk memberi bantuan, mahasiswa yang bersangkutan dipanggil dan diwawancarai lebih dahulu.

(Sumber: SKK Warta UI, No.72 Th XVIII, Agustus 1996, Berita Utama “Karakteristik Mahasiswa Baru UI Jalur UMPTN 1996)