February 26, 2009

Firdaus Artoni Ketua Umum

Filed under: Warta UI — rani @ 9:54 am

Hari-hari mendatang Firdaus artoni, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) ’86 mungkin akan semakin sibuk. Kegiatannya semakin menumpuk sejak ia terpilih sebagai ketua Umum Senat Mahasiswa (SM) UI periode 91-92, dan mulai aktif  1 November 1991. Selama satu bulan ini sibuk menyusun pengurus SMUI yang baru saja terbentuk. Untuk mengetahui lebih jauh tentang SMUI ini serta harapannya terhadap mahasiswa UI, Rudhy Suharto dari SKK Warta UI menemuinya di Asrama Mahasiswa UI Pegangsaan Timur Jakarta.

SMUI terbentuk satu tahun setelah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) No.0457 dilayangkan ke perguruan tinggi. “Karena kita memerlukan waktu untuk memproses masalah struktur dan pemilu,” begitu Firdaus membuka pembicaraan. Masalahnya adalah adanya perbedaan antara mahasiswa dan pimpinan UI. Karena pimpinan berpatokan pada aturan dan kita (Forkom) berpatokan pada aspirasi. Sedangkan antara aspirasi dan aturan sepertinya ada perbedaan.

“Yang paling agak lama bertahannya, yaitu masalah pemilu raya untuk ketua harian,” ujar mahasiswa yang lahir 30 September 1967 ini. Tapi kemudian pimpinan UI mengerti akan aspirasi mahasiswa ini. Selanjutnya pada tanggal 5 Agustus lalu dibuat Memorandum Kesepakatan.

Konsep SMUI yang dirancang oleh Forkom antara lain menyatakan bahwa di dalam lembaga SMPT itu harus ada eksekutif dan legislative.”Kita sudah sepakat bahwa katua umum itu legislative. Sedangkan ketua harian itu eksekutif,” ungkap pengagum Napoleon Bonaparte ini.

Dalam konsep itu, yang mewakili mahasiswa UI ke luar dan ke dalam adalah ketua harian. Sedangkan di SK Rektor No.108/109  dicantumkan bahwa ketua harian tidak berhak keluar. Hanya ada catatan bahwa dia bisa keluar dengan mandate ketua umum. Sedangkan ketua umum karena legislative, secara teknis tidak mesti berhak ke luar dan

ke dalam. “Tapi dia yang bertanggung jawab, ya,” tambah calonn dokter ini. Jadi bila terjadi apa-apa, yang bertanggung jawab tetap ketua umum.

Masa-masa awal kepengurusan, memang merupakan masa yang paling berat buat SMUI. Sepuluh tahun terakhir ini mahasiswa dikungkung oleh fanatisme fakultas. “Yang penting kita (SMUI) dapat bersikap adil dan netral dalam menyelesaikan masalah-masalah antar fakultas,” ujar mantan Ketua Panitia Kegiatan Ramadhan ’87 mesjid ARH UI ini. Menurutnya, SMUI yang memiliki presidium yang terdiri dari 11 fakultas itu harus benar-benar kompak.”Jadi integritas UI itu harus ditonjolkan lagi.” Ujarnya.

Ia pun sangat berharap banyak terhadap mahasiswa UI.”Kita sangat mengharapkan keterlibatan langsung mahasiswa dalam SMUI. Dalam arti dukungan dalam program, dukungan dalam konsep keterikatannya secara moral dan fisik, dan kepada pengurus SMUI kita hilangkan fanatisme fakultas, kita benar-benar mencerminkan UI,”tandas anggota badan Riset Forum Studi Islam FK ini. Di samping itu, ia pun berharap kepada pimpinan UI, agar sedikit lebih memberi keleluasaan dibandingkan dulu (RS).

(sumber: SKK Warta UI No.53 Tahun XIV Desember 1991)

 

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment